Alat Ukur Semiautomatic Polarimeter POL-200 Bante

Rekomendasi Polarimeter Bante POL-100 & POL-200 untuk Pengujian Mutu Farmasi dan Makanan

Rekomendasi Polarimeter Bante POL-100 & POL-200 untuk Pengujian Mutu Farmasi dan Makanan

Ketika pengujian bahan baku atau produk jadi membutuhkan informasi tentang rotasi optik, alat yang digunakan bukan sekadar alat ukur sudut biasa. Sampel yang bersifat optis aktif dapat memutar bidang polarisasi cahaya, sehingga perubahan kecil pada hasil pengukuran dapat memberikan informasi penting mengenai karakteristik bahan, konsentrasi, kemurnian, maupun kesesuaian suatu sampel terhadap parameter pengujian yang ditetapkan.

Di laboratorium farmasi, pangan, gula, kimia, hingga penelitian bahan optis aktif, polarimeter digunakan untuk mengukur besarnya rotasi optik suatu larutan atau bahan. Namun kebutuhan setiap laboratorium tidak selalu sama. Ada pengguna yang membutuhkan polarimeter manual dengan konstruksi sederhana dan pembacaan melalui skala, sementara pengguna lain membutuhkan pengukuran yang lebih terstruktur dengan layar sentuh, beberapa mode pengukuran, koreksi temperatur, penyimpanan data, dan koneksi USB.

Untuk kebutuhan tersebut, Bante POL-100 Manual Polarimeter dan Bante POL-200 Semiautomatic Polarimeter dapat menjadi dua pilihan yang berbeda karakter penggunaannya. POL-100 berfokus pada pengukuran optical rotation secara manual dengan rentang hingga ±180°, sedangkan POL-200 dirancang sebagai polarimeter semiautomatis dengan beberapa mode pengukuran dan fitur pengelolaan data.

Ketika Mutu Produk Farmasi dan Makanan Perlu Diverifikasi Melalui Rotasi Optik

Bayangkan sebuah laboratorium menerima sampel larutan bahan aktif, larutan gula, bahan baku pangan, atau senyawa tertentu yang mempunyai aktivitas optik. Secara visual, dua larutan dapat terlihat hampir sama, tetapi secara optik memberikan respons berbeda ketika dilewatkan melalui sistem polarisasi.

Pada kondisi seperti ini, pengujian tidak cukup hanya mengandalkan warna, kejernihan, atau pemeriksaan visual. Laboratorium membutuhkan data numerik mengenai optical rotation agar karakteristik sampel dapat dibandingkan dengan nilai referensi, spesifikasi internal, atau metode pengujian yang digunakan.

Di sinilah polarimeter digunakan. Prinsip dasarnya adalah memanfaatkan kemampuan suatu zat optis aktif untuk memutar bidang polarisasi cahaya. Besarnya rotasi kemudian diamati dan dinyatakan dalam satuan sudut seperti derajat (°), sedangkan pada aplikasi gula dapat digunakan skala Zucker (°Z).

Mengapa Pengukuran Optical Rotation Tidak Bisa Hanya Mengandalkan Pengamatan Visual?

Masalah utama pada pengujian bahan optis aktif adalah hasil pengukuran dapat dipengaruhi oleh berbagai kondisi sampel dan sistem pengukuran. Konsentrasi, panjang tabung sampel, temperatur, panjang gelombang cahaya, kondisi larutan, serta ketepatan zero point dapat berpengaruh terhadap hasil.

Karena itu, laboratorium perlu memastikan bahwa metode pengukuran dilakukan secara konsisten. Untuk polarimeter manual, operator harus mampu mengamati bidang visual melalui eyepiece dan mengatur posisi hingga bidang terlihat memiliki tingkat kecerahan yang sama. Pada sistem semiautomatis, proses pengaturan dan pembacaan dapat dibantu oleh antarmuka digital.

Perbedaan kebutuhan inilah yang membuat pemilihan polarimeter sebaiknya tidak hanya berdasarkan istilah “manual” atau “digital”, tetapi berdasarkan jenis parameter yang akan diuji, ketelitian yang dibutuhkan, cara operator bekerja, kebutuhan dokumentasi data, serta karakter sampel.

Faktor yang Dapat Mempengaruhi Hasil Pengukuran Polarimeter

Ada beberapa faktor teknis yang perlu diperhatikan sebelum memilih dan menggunakan polarimeter.

1. Panjang tabung sampel

Panjang lintasan cahaya melalui sampel merupakan bagian penting dalam pengukuran polarimetri. Bante POL-100 mendukung tabung sampel hingga 200 mm, sementara POL-200 mendukung panjang tabung 50, 100, atau 200 mm sesuai pengaturan instrumen.

2. Panjang gelombang cahaya

POL-100 dan POL-200 menggunakan sumber cahaya dengan panjang gelombang optik 589 nm. Penggunaan panjang gelombang yang konsisten penting karena rotasi optik suatu zat dapat bergantung terhadap panjang gelombang cahaya yang digunakan.

3. Temperatur sampel

Temperatur dapat menjadi faktor penting terutama ketika pengguna melakukan perhitungan specific rotation atau concentration. POL-200 mempunyai fungsi temperature correction dan pengaturan temperatur sehingga lebih sesuai untuk aplikasi yang membutuhkan pengolahan hasil secara lebih terstruktur. Manual POL-200 menjelaskan bahwa kompensasi temperatur dapat menghasilkan pembacaan seolah sistem berada pada 20°C dan digunakan pada mode tertentu seperti specific rotation, concentration, dan sugar degrees.

4. Zero point

Sebelum pengukuran, kondisi zero point perlu diperiksa. Pada POL-200, zero point correction dilakukan dengan menempatkan tabung kosong pada ruang sampel dan melakukan penyesuaian hingga bidang visual memiliki kecerahan yang seragam.

5. Gelembung udara pada sampel

Gelembung udara di dalam tabung dapat mengganggu lintasan cahaya melalui larutan. Manual POL-200 secara khusus menjelaskan pengisian tabung dan penggunaan bubble trap untuk mengumpulkan gelembung sebelum pengukuran.

Mengapa Pemilihan Polarimeter yang Tepat Penting?

Kesalahan bukan hanya berasal dari kemampuan membaca alat. Ketidaksesuaian panjang tabung, kondisi sampel, temperatur, atau zero point dapat membuat hasil pengukuran sulit dibandingkan antar-sampel.

Untuk laboratorium dengan kebutuhan pengukuran sederhana dan operator yang sudah terbiasa dengan metode manual, polarimeter manual dapat menjadi pilihan yang praktis. Sebaliknya, ketika laboratorium membutuhkan beberapa mode pengukuran, penyimpanan data, koreksi temperatur, dan antarmuka yang lebih terstruktur, polarimeter semiautomatis memberikan fasilitas yang lebih sesuai.

Karena itu, POL-100 dan POL-200 bukan sekadar dua model dengan harga atau bentuk berbeda. Keduanya mewakili dua pendekatan pengujian yang berbeda.

Parameter Apa yang Perlu Diperoleh dari Pengujian?

Sebelum membeli polarimeter, tentukan terlebih dahulu data apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh laboratorium. Beberapa kebutuhan yang umum antara lain:

  • Optical rotation untuk mengetahui besarnya rotasi optik sampel.
  • Specific rotation untuk pengujian yang mempertimbangkan konsentrasi dan panjang tabung.
  • Concentration untuk aplikasi yang memerlukan perhitungan konsentrasi berdasarkan hubungan antara konsentrasi dan rotasi optik.
  • International Sugar Scale (°Z) untuk aplikasi yang berhubungan dengan pengukuran bahan atau larutan gula.
  • Data historis apabila hasil pengujian perlu disimpan dan ditelusuri kembali.
  • Koreksi temperatur apabila kondisi temperatur menjadi bagian dari metode pengujian.

POL-100 terutama ditujukan untuk pengukuran optical rotation secara manual, sedangkan POL-200 menyediakan empat mode pengukuran yaitu optical rotation, specific rotation, concentration, dan International Sugar Scale.

Bagaimana Polarimeter Mengukur Rotasi Optik?

Pada dasarnya, cahaya dari sumber cahaya dilewatkan melalui sistem polarisasi kemudian melalui sampel yang bersifat optis aktif. Sampel akan memutar bidang polarisasi cahaya. Operator kemudian menentukan posisi rotasi tersebut melalui sistem pembacaan polarimeter.

Pada Bante POL-100, operator mengamati bidang visual melalui eyepiece. Setelah tabung sampel ditempatkan pada ruang pengukuran, knob vernier diputar hingga bidang visual mencapai tingkat kecerahan yang sama. Nilai kemudian dibaca melalui skala vernier. Sistem ini menggunakan LED dan interference filter dengan panjang gelombang 589 nm serta mempunyai pembesaran 3X.

Pada Bante POL-200, pengukuran dilakukan melalui layar TFT touch screen 5,6 inci. Instrumen menyediakan beberapa mode pengukuran, pengaturan panjang tabung, zero point correction, temperature compensation, kalibrasi 1 hingga 3 titik, serta penyimpanan hingga 100 data.

SOLUSI: Pilih Polarimeter Berdasarkan Cara Laboratorium Melakukan Pengujian

Jika kebutuhan utama adalah pengukuran optical rotation secara manual, konstruksi instrumen yang sederhana, serta pembacaan langsung melalui sistem vernier, Bante POL-100 dapat dipertimbangkan.

POL-100 mempunyai rentang pengukuran ±180° dan vernier 0,05°. Instrumen menggunakan LED dan interference filter dengan panjang gelombang 589 nm, pembesaran 3X, serta mendukung tabung sampel hingga 200 mm. Paket pemesanan mencakup tabung sampel kaca 100 mm dan 200 mm serta sealing rings.

Jika kebutuhan laboratorium lebih luas dan mencakup optical rotation, specific rotation, concentration, maupun International Sugar Scale, Bante POL-200 menyediakan fungsi tersebut dalam satu instrumen. POL-200 juga menawarkan resolusi 0,005°, akurasi ±0,02° untuk pengukuran sudut dan ±0,05°Z untuk skala gula, serta penyimpanan hingga 100 data.

Spesifikasi Bante POL-100 Manual Polarimeter

Bante POL-100 merupakan manual polarimeter yang ditujukan untuk pengukuran optical rotation pada bahan optis aktif. Sistem pembacaannya menggunakan eyepiece dan vernier sehingga operator melakukan penyetelan secara manual untuk memperoleh posisi bidang visual dengan kecerahan yang sama.

ParameterSpesifikasi POL-100
ModelPOL-100
JenisManual Polarimeter
Parameter PengukuranOptical Rotation
Range±180°
Scale Value1°
Vernier0,05°
Magnifier3X
Light SourceLED + Interference Filter
Optical Wavelength589 nm
Sample Tube LengthHingga 200 mm
Power RequirementsAC 220V / 50Hz
Dimensions500 × 135 × 330 mm
Weight5 kg

Informasi ordering Bante mencantumkan POL-100 dengan tabung sampel kaca 100 mm dan 200 mm serta sealing rings.

Spesifikasi Bante POL-200 Semiautomatic Polarimeter

Bante POL-200 ditujukan untuk kebutuhan pengukuran yang lebih beragam. Selain optical rotation, instrumen dapat digunakan untuk specific rotation, concentration, dan International Sugar Scale. Layar sentuh 5,6 inci menampilkan parameter, hasil pengukuran, serta panduan pengoperasian.

ParameterSpesifikasi POL-200
ModelPOL-200
JenisSemiautomatic Polarimeter
Measurement ModesOptical Rotation, Specific Rotation, Concentration, International Sugar Scale
Range±90° / ±130°Z
Accuracy±0,02° / ±0,05°Z
Resolution0,005°
Calibration Points1–3 titik
Temperature Correction0–50°C
Light SourceLED + Interference Filter
Optical Wavelength589 nm
Sample Tube LengthHingga 200 mm
Data StorageHingga 100 data set
Communication InterfaceUSB
Display5,6 inch TFT Touch Screen
Power RequirementsAC 220V / 50Hz
Dimensions550 × 300 × 220 mm
Weight7,5 kg

Manual POL-200 juga mencantumkan kondisi operasi 0–40°C dengan kelembapan relatif kurang dari 80% non-condensing. Tabung yang didukung mencakup panjang 50, 100, dan 200 mm, sedangkan paket standar mencakup instrumen, sealing rings, serta tabung 100 dan 200 mm.

Perbandingan Bante POL-100 vs POL-200

ParameterPOL-100POL-200
Konsep PengoperasianManualSemiautomatic
Optical RotationYaYa
Specific RotationTidak tersedia sebagai mode digitalYa
ConcentrationTidak tersedia sebagai mode digitalYa
International Sugar ScaleTidakYa
Range±180°±90° / ±130°Z
PembacaanVernier + eyepiece5,6 inch TFT touch screen
Resolution / Vernier0,05°0,005°
CalibrationManual optical adjustment1–3 titik
Temperature CorrectionTidak tersedia0–50°C
Data StorageTidak tersedia100 data set
USBTidak tersediaYa
Wavelength589 nm589 nm
Sample TubeHingga 200 mm50 / 100 / 200 mm
Berat5 kg7,5 kg

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan model sebaiknya didasarkan pada kebutuhan metode pengujian. POL-100 memberikan pendekatan manual dengan rentang ±180°, sedangkan POL-200 menambahkan mode pengukuran, koreksi temperatur, penyimpanan data, USB, dan antarmuka layar sentuh.

Kapan Memilih POL-100?

POL-100 lebih sesuai dipertimbangkan ketika kebutuhan laboratorium berfokus pada optical rotation dan operator menginginkan sistem manual. Cara kerjanya relatif langsung: sampel ditempatkan pada tabung, tabung dimasukkan ke ruang pengukuran, bidang visual diamati melalui eyepiece, kemudian vernier disesuaikan hingga diperoleh kondisi visual yang seimbang.

Karakter seperti ini dapat sesuai untuk laboratorium pendidikan, laboratorium pengujian bahan optis aktif, kontrol mutu tertentu, penelitian, maupun aplikasi yang tidak membutuhkan penyimpanan hasil pengukuran secara digital.

Kapan Memilih POL-200?

POL-200 lebih relevan ketika laboratorium membutuhkan lebih dari sekadar pembacaan optical rotation. Empat mode pengukuran, layar sentuh, koreksi temperatur, kalibrasi 1–3 titik, penyimpanan 100 data, dan komunikasi USB membuatnya lebih cocok untuk alur kerja yang membutuhkan pencatatan dan pengolahan data secara lebih sistematis.

Khusus untuk aplikasi yang berhubungan dengan gula, keberadaan International Sugar Scale hingga ±130°Z menjadi salah satu pembeda penting. Sementara itu, untuk pengujian tertentu yang membutuhkan specific rotation atau concentration, pengguna dapat memilih mode yang sesuai pada instrumen.

CARA PENGGUNAAN POL-100

  1. Pastikan polarimeter berada pada permukaan yang stabil dan kondisi lingkungan sesuai untuk pengoperasian instrumen.
  2. Nyalakan instrumen dan pastikan sumber cahaya telah bekerja dengan baik.
  3. Siapkan larutan sampel dan masukkan ke dalam tabung sampel yang sesuai.
  4. Pastikan tabung tertutup dengan baik dan bagian optik bersih.
  5. Masukkan tabung sampel ke dalam ruang pengukuran.
  6. Amati bidang visual melalui eyepiece.
  7. Putar vernier secara perlahan hingga bidang visual mencapai kondisi kecerahan yang sama.
  8. Baca nilai rotasi pada skala dan vernier.
  9. Catat hasil pengukuran beserta identitas sampel dan kondisi pengujian.

Prinsip pengoperasian tersebut sesuai dengan penjelasan Bante bahwa POL-100 menggunakan pengamatan visual melalui eyepiece dan penyetelan vernier sampai bidang visual memiliki kecerahan yang sama.

CARA PENGGUNAAN POL-200

  1. Nyalakan POL-200 dan tunggu hingga sumber cahaya stabil.
  2. Periksa kondisi zero point menggunakan tabung kosong.
  3. Lakukan zero point correction apabila bidang visual belum seragam.
  4. Pilih measurement mode sesuai kebutuhan: Optical Rotation, Specific Rotation, Concentration, atau International Sugar Scale.
  5. Tentukan panjang tabung yang digunakan.
  6. Siapkan tabung sampel dan bilas dengan distilled water.
  7. Masukkan sampel ke dalam tabung.
  8. Pastikan gelembung udara diminimalkan dan posisi bubble trap berada pada posisi yang benar.
  9. Pasang kembali sealing ring dan penutup tabung.
  10. Masukkan tabung ke ruang sampel.
  11. Tutup light shield.
  12. Lakukan pengukuran dan tunggu pembacaan stabil.
  13. Simpan hasil pengukuran ke memori jika diperlukan.
  14. Untuk kebutuhan tertentu, data dapat dikelola melalui fungsi data dan komunikasi USB.

Manual POL-200 menjelaskan bahwa instrumen dapat menyimpan hingga 100 data set, memberikan identitas sampel, serta menampilkan data yang tersimpan melalui fungsi Data.

AKSESORI DAN KELENGKAPAN

Untuk POL-100, informasi ordering Bante mencantumkan paket polarimeter dengan tabung sampel kaca 100 mm dan 200 mm serta sealing rings.

Pada POL-200, paket standar mencakup polarimeter, sealing rings, serta test tube 100 mm dan 200 mm. Manual juga mencantumkan aksesori opsional berupa POLTUBE 100 dengan ukuran 100 × 27 mm dan POLTUBE 200 dengan ukuran 200 × 27 mm.

ModelOrdering InformationAksesori Opsional
POL-100Polarimeter, glass sample tubes 100/200 mm, sealing ringsTidak tercantum sebagai aksesori opsional khusus pada dokumen yang tersedia
POL-200Polarimeter, glass sample tubes 100/200 mm, sealing ringsPOLTUBE 100 dan POLTUBE 200

Tips Mendapatkan Hasil Polarimeter yang Lebih Konsisten

  • Gunakan tabung sampel dengan kondisi optik yang bersih.
  • Pastikan tidak terdapat gelembung udara yang mengganggu jalur cahaya.
  • Gunakan panjang tabung yang konsisten ketika membandingkan beberapa sampel.
  • Pastikan kondisi temperatur dicatat ketika temperatur menjadi bagian dari metode pengujian.
  • Lakukan zero point check sebelum pengukuran.
  • Untuk POL-200, gunakan fungsi temperature correction ketika metode pengujian memang memerlukannya.
  • Untuk kebutuhan kalibrasi, gunakan standard tube sesuai prosedur instrumen.
  • Jangan membandingkan hasil dari dua metode berbeda tanpa memastikan parameter pengukuran, panjang tabung, temperatur, dan mode pengukuran sesuai.

FAQ Polarimeter Bante POL-100 dan POL-200

Apa fungsi polarimeter?

Polarimeter digunakan untuk mengukur rotasi optik suatu bahan atau larutan yang bersifat optis aktif. Hasil pengukuran dapat digunakan untuk karakterisasi, kontrol mutu, penelitian, atau perhitungan parameter tertentu seperti specific rotation dan concentration, tergantung kemampuan instrumen dan metode pengujiannya.

Apa perbedaan POL-100 dan POL-200?

POL-100 merupakan manual polarimeter dengan pembacaan melalui eyepiece dan vernier, sedangkan POL-200 merupakan semiautomatic polarimeter dengan layar sentuh, beberapa mode pengukuran, temperature correction, penyimpanan data, dan komunikasi USB.

Berapa range POL-100?

Bante POL-100 mempunyai range pengukuran ±180° dengan nilai vernier 0,05°.

Berapa range POL-200?

POL-200 mempunyai range ±90° untuk optical rotation dan ±130°Z untuk International Sugar Scale. Akurasinya tercantum ±0,02° dan ±0,05°Z dengan resolusi 0,005°.

Apakah POL-200 dapat mengukur konsentrasi?

Ya. POL-200 menyediakan measurement mode untuk concentration. Instrumen juga menyediakan mode specific rotation dan International Sugar Scale selain optical rotation.

Apakah POL-200 memiliki temperature compensation?

Ya. POL-200 menyediakan temperature correction pada rentang 0–50°C dan mempunyai pengaturan temperature compensation. Manual menjelaskan fungsi tersebut digunakan untuk menghasilkan pembacaan yang dikompensasikan terhadap kondisi temperatur tertentu sesuai mode pengukuran.

Apakah POL-200 bisa menyimpan hasil pengukuran?

Ya. POL-200 dapat menyimpan hingga 100 data set dan menyediakan fungsi untuk melihat maupun menghapus data yang tersimpan.

Apakah POL-200 memiliki USB?

Ya. POL-200 dilengkapi communication interface USB untuk kebutuhan komunikasi data.

Berapa panjang tabung sampel POL-100?

Spesifikasi Bante mencantumkan panjang tabung sampel hingga 200 mm. Informasi ordering mencantumkan tabung 100 mm dan 200 mm.

Berapa panjang tabung yang dapat digunakan pada POL-200?

POL-200 mendukung tabung 50, 100, dan 200 mm pada pengaturan instrumennya. Paket standar mencakup tabung 100 mm dan 200 mm.

Apakah polarimeter dapat digunakan untuk pengujian gula?

POL-200 menyediakan International Sugar Scale sehingga dapat digunakan untuk aplikasi pengukuran yang menggunakan skala gula tersebut. Range yang tercantum adalah hingga ±130°Z.

Mengapa gelembung udara harus diperhatikan saat menggunakan polarimeter?

Gelembung dapat mengganggu jalur cahaya yang melewati sampel dan menyebabkan kondisi pengamatan tidak ideal. Karena itu, saat mengisi tabung sampel POL-200, manual memberikan prosedur untuk mengumpulkan gelembung menggunakan bubble trap bila diperlukan.

Polarimeter mana yang cocok untuk laboratorium farmasi?

Pemilihannya bergantung pada metode pengujian. Jika kebutuhan utama adalah pengukuran optical rotation secara manual, POL-100 dapat dipertimbangkan. Jika laboratorium membutuhkan specific rotation, concentration, temperature correction, penyimpanan data, atau International Sugar Scale, POL-200 menyediakan fungsi yang lebih lengkap.

Kesimpulan

Memilih polarimeter sebaiknya dimulai dari parameter apa yang perlu diukur dan bagaimana data tersebut akan digunakan, bukan hanya dari spesifikasi angka. Bante POL-100 menawarkan pendekatan manual untuk pengukuran optical rotation dengan range ±180° dan vernier 0,05°. Model ini dapat menjadi pilihan ketika laboratorium membutuhkan sistem pengukuran manual yang sederhana dan langsung.

Sementara itu, Bante POL-200 ditujukan untuk kebutuhan pengujian yang lebih beragam. Dengan empat measurement mode, resolusi 0,005°, temperature correction, kalibrasi 1–3 titik, penyimpanan hingga 100 data, USB, serta layar sentuh 5,6 inci, POL-200 dapat digunakan ketika proses pengukuran membutuhkan fungsi pengolahan dan dokumentasi data yang lebih lengkap.

Dengan demikian, POL-100 dan POL-200 bukan sekadar alternatif produk polarimeter. Keduanya dapat dipilih berdasarkan tingkat kebutuhan pengujian: apakah laboratorium membutuhkan pengukuran optical rotation secara manual, atau membutuhkan sistem semiautomatis dengan parameter pengukuran dan pengelolaan data yang lebih luas.

Untuk kebutuhan Polarimeter Bante POL-100 maupun POL-200 di Indonesia, pengguna dapat menyesuaikan pilihan berdasarkan jenis sampel, parameter pengukuran, panjang tabung, kebutuhan temperature correction, kebutuhan penyimpanan data, serta metode pengujian yang digunakan di laboratorium.


Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dari insinyur atau tenaga Ahli laboratorium bersertifikat. Selalu rujuk pada spesifikasi teknis produk dan standar industri yang berlaku untuk aplikasi spesifik Anda.

Perbedaan Spectrophotometer Visible AMV03 & UV-Vis AMV10 untuk Pengujian Pangan

Perbedaan Spectrophotometer Visible AMV03 dan UV-Vis AMV10 untuk Pengujian Pangan Ketika laboratorium pangan ingin menguji karakteristik suatu bahan seperti beras, tepung, gula, atau produk olahan, kebutuhan alat tidak selalu berhenti pada pengukuran kadar air atau parameter fisik. Beberapa parameter kimia memerlukan pengukuran berdasarkan respons cahaya terhadap sampel setelah melalui proses

Read More »

Panduan Memilih Humidity Meter Landtek: Komparasi Tipe HT-6290 vs HT-1292

Panduan Memilih Humidity Meter Landtek: Komparasi Tipe HT-6290 vs HT-1292 Ketika kelembaban udara perlu dipantau secara rutin, memilih humidity meter tidak cukup hanya dengan melihat angka range %RH. Kebutuhan pengukuran di ruang produksi, gudang, laboratorium, kantor, ruang penyimpanan, maupun area kerja dapat berbeda. Ada kondisi yang hanya membutuhkan data kelembaban

Read More »
Scroll to Top