Alat Ukur Ketebalan Kaca Glass Thickness Meter LS201

Cara Mengukur Ketebalan Kaca & Kaca Isolasi dengan Linshang Glass Thickness Gauge (LS200 & LS201)

Cara Mengukur Ketebalan Kaca & Kaca Isolasi dengan Linshang Glass Thickness Gauge (LS200 & LS201)

Menentukan ketebalan kaca yang sudah terpasang sering kali tidak sesederhana mengukur kaca yang masih berada di meja kerja. Pada kaca jendela, curtain wall, kaca isolasi atau insulated glass unit (IGU), bagian tepi kaca biasanya tidak mudah dijangkau. Kondisi menjadi semakin sulit ketika yang ingin diketahui bukan hanya ketebalan kaca, tetapi juga ketebalan ruang udara di antara dua atau lebih lapisan kaca.

Penggunaan penggaris, jangka sorong atau metode pengukuran konvensional dapat menjadi kurang praktis ketika kaca masih terpasang pada kusen atau bangunan. Untuk kondisi seperti ini, Linshang Glass Thickness Gauge menggunakan prinsip pantulan laser/optik sehingga ketebalan kaca dan ruang antar-lapis dapat diperiksa dari satu sisi tanpa harus membongkar panel kaca.

Linshang menyediakan dua pilihan utama untuk kebutuhan tersebut, yaitu LS200 Glass Thickness Meter dengan pembacaan menggunakan skala dan LS201 Digital Glass Thickness Meter dengan pembacaan digital. Keduanya dirancang untuk pengukuran kaca dari satu sisi, tetapi kemampuan, akurasi dan metode pembacaan keduanya berbeda.

Ketebalan Kaca Tidak Selalu Bisa Diukur dari Bagian Tepi

Bayangkan sebuah gedung memiliki kaca curtain wall yang sudah terpasang. Tim teknis perlu mengetahui apakah kaca tersebut merupakan kaca 5 mm, 6 mm atau kombinasi beberapa lapisan. Pada insulated glass unit, informasi yang dibutuhkan bahkan lebih lengkap: ketebalan kaca pertama, ketebalan air space, ketebalan kaca kedua dan, pada konfigurasi tertentu, lapisan kaca berikutnya.

Masalahnya, kaca tersebut tidak dapat begitu saja dilepas hanya untuk melakukan pengukuran. Bagian tepi juga sering tertutup oleh frame, sealant atau konstruksi bangunan.

Kondisi serupa dapat ditemukan pada pemeriksaan kaca pintu dan jendela, curtain wall, kaca insulated, double glazing, triple glazing maupun kaca laminasi. Pengukuran harus dilakukan tanpa merusak konstruksi dan sebisa mungkin dari satu sisi.

Bagaimana Mengetahui Ketebalan Kaca yang Sudah Terpasang?

Jika hanya menggunakan jangka sorong, pengukuran biasanya membutuhkan akses ke sisi atau tepi material. Cara tersebut kurang praktis untuk kaca yang sudah terpasang. Selain itu, pada insulated glass unit, nilai total ketebalan unit belum tentu menunjukkan ketebalan masing-masing lembar kaca dan ruang udara di antaranya.

Sebagai contoh, sebuah unit kaca isolasi dapat memiliki susunan:

  • Kaca pertama
  • Air space
  • Kaca kedua

Pada triple glazing, susunannya dapat berkembang menjadi tiga lapisan kaca dan dua ruang antar-lapis. Karena itu, pengukuran yang dibutuhkan bukan sekadar mengetahui ketebalan keseluruhan, tetapi juga mengidentifikasi posisi masing-masing lapisan.

Struktur Multi-Layer Membuat Pengukuran Konvensional Menjadi Sulit

Kaca isolasi dibuat dari beberapa lembar kaca yang dipisahkan oleh ruang antar-lapis dan dirakit menjadi satu unit tertutup. Ketika unit telah terpasang, batas antar-lapisan tidak dapat disentuh secara langsung.

Pada kondisi seperti ini, metode pantulan optik menjadi lebih praktis. Linshang Glass Thickness Gauge memanfaatkan pantulan dari permukaan kaca untuk menghasilkan pola pantulan yang kemudian digunakan untuk menentukan ketebalan masing-masing lapisan dan ruang antar-lapis.

Pada LS200, pengguna membaca posisi pantulan pada skala alat dan melakukan perhitungan berdasarkan posisi tersebut. Pada LS201, sistem optik dengan CCD dan layar LCD digunakan untuk menampilkan hasil pengukuran secara digital.

Salah Menentukan Ketebalan Bisa Mempengaruhi Identifikasi Spesifikasi Kaca

Ketebalan kaca merupakan salah satu data penting dalam pemeriksaan material, pengadaan, pekerjaan konstruksi, quality control dan inspeksi bangunan. Untuk kaca isolasi, informasi mengenai air space juga menjadi bagian penting karena unit tersebut terdiri dari beberapa lapisan yang bekerja sebagai satu sistem.

Jika hanya mengandalkan perkiraan atau informasi dokumen tanpa melakukan pemeriksaan aktual, teknisi dapat kesulitan memastikan kondisi kaca yang sudah terpasang. Pengukuran langsung memberikan data lapangan yang dapat digunakan sebagai bagian dari proses verifikasi.

Namun, hasil pengukuran tetap perlu dipahami sesuai kemampuan alat. Glass Thickness Gauge bukan alat untuk menentukan seluruh karakteristik performa kaca seperti nilai U-value, SHGC, VLT, komposisi coating atau karakteristik optik lainnya. Alat ini berfokus pada pengukuran ketebalan kaca dan ruang antar-lapis sesuai kemampuan masing-masing model.

Data Apa yang Perlu Diukur?

Sebelum memilih alat, tentukan terlebih dahulu struktur kaca yang akan diperiksa. Untuk kaca tunggal, data yang dibutuhkan biasanya adalah ketebalan lembar kaca. Untuk double glazing atau insulating glass, data yang dibutuhkan dapat berupa ketebalan kaca pertama, air space dan ketebalan kaca kedua.

Untuk triple glazing, diperlukan data tiga lapisan kaca dan dua ruang antar-lapis. Pada laminated glass, perlu diperhatikan bahwa LS201 dapat mengukur susunan kaca laminasi, tetapi tidak mengidentifikasi ketebalan lapisan interlayer laminasi secara terpisah. Ketebalan interlayer tersebut akan masuk ke dalam nilai ketebalan kaca yang berdekatan sesuai cara kerja alat.

Contoh Data yang Diperlukan pada Double Glazing

ParameterData yang Dicari
Glass 1Ketebalan kaca lapisan pertama
Air SpaceKetebalan ruang udara di antara kaca
Glass 2Ketebalan kaca lapisan kedua
Total IGUTotal ketebalan unit kaca isolasi bila diperlukan

Prinsip Pantulan Laser pada Glass Thickness Meter

Linshang Glass Thickness Gauge bekerja dengan prinsip laser reflection atau pantulan optik. Ketika alat ditempatkan pada permukaan kaca, sinar laser dipantulkan oleh permukaan-permukaan kaca. Posisi pantulan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan ketebalan material.

Pada kaca tunggal, pola pantulan lebih sederhana karena hanya terdapat dua permukaan utama. Pada double glazing, terdapat lebih banyak pantulan karena terdapat dua lembar kaca dan ruang udara di antaranya. Pada triple glazing, jumlah pantulan menjadi lebih banyak karena terdapat tiga lembar kaca dan dua ruang antar-lapis.

LS200 menggunakan skala untuk membaca posisi pantulan. Manual LS200 memberikan contoh bahwa ketebalan kaca dan air space dihitung dari selisih posisi tertentu pada skala. Misalnya, jika posisi pantulan menunjukkan A = 30 mm dan B = 25 mm, maka salah satu lapisan kaca memiliki ketebalan 5 mm. Demikian pula ruang udara dihitung berdasarkan selisih pembacaan pada skala air space.

LS201 menggunakan sistem deteksi CCD dan layar LCD. Dalam mode otomatis, alat dapat menampilkan beberapa kemungkinan hasil pengukuran dan pengguna memilih hasil yang sesuai dengan konfigurasi material. Untuk kondisi kaca tertentu yang lebih kompleks, tersedia Manual Mode sehingga pengguna dapat memasukkan perkiraan susunan dan ketebalan lapisan sebelum melakukan pengukuran.

Pilih Glass Thickness Gauge Sesuai Cara Kerja yang Dibutuhkan

Jika kebutuhan utama adalah pengukuran ketebalan kaca dan air space secara praktis dengan pembacaan skala, Linshang LS200 dapat digunakan. Alat ini memiliki skala ketebalan kaca hingga 70 mm dan skala air space hingga 34 mm dengan akurasi pengukuran sekitar ±0,5 mm.

Jika pekerjaan membutuhkan pembacaan digital, akurasi yang lebih tinggi dan fleksibilitas untuk konfigurasi kaca yang lebih beragam, Linshang LS201 menyediakan layar LCD, mode Auto dan Manual serta kemampuan mengukur double glazing, triple glazing dan laminated glass. Spesifikasi resmi LS201 mencantumkan rentang ketebalan kaca hingga 70 mm dan air space hingga 45 mm.

Perbandingan Linshang LS200 dan LS201

SpesifikasiLinshang LS200Linshang LS201
ModelLS200 Glass Thickness MeterLS201 Digital Glass Thickness Meter
Prinsip pengukuranPantulan laser/optikPantulan optik dengan deteksi CCD
Metode pembacaanSkalaDigital LCD
Pengukuran satu sisiYaYa
Akurasi±0,5 mm±(0,1 mm + 1%H), H adalah nilai standar
Rentang ketebalan kacaHingga 70 mmHingga 70 mm
Rentang air spaceHingga 34 mmHingga 45 mm
DisplaySkalaLCD 240 × 160 pixel
Mode pengukuranPembacaan skalaAuto dan Manual
Jenis kacaSingle-layer, insulating glass dan beberapa aplikasi kaca lainnyaSingle-layer, double glazing, triple glazing, laminated glass dan jenis kaca lainnya
Minimum ukuran kaca10 mm × 100 mm5 mm × 50 mm
Dimensi160 × 55 × 25 mm130 × 72 × 33 mm
Berat250 g330 g

Linshang LS200 Glass Thickness Meter

LS200 ditujukan untuk kebutuhan pengukuran yang sederhana dan cepat menggunakan sistem pembacaan skala. Alat dapat digunakan untuk memeriksa ketebalan kaca dan air space dari satu sisi. Rentang skala kaca mencapai 70 mm dan skala air space mencapai 34 mm.

Karena hasil dibaca secara manual pada skala, pengguna perlu memahami posisi pantulan dan melakukan perhitungan berdasarkan titik-titik yang ditampilkan oleh alat. Pendekatan ini cocok ketika kebutuhan utama adalah mendapatkan data ketebalan kaca tanpa membutuhkan layar digital.

Linshang LS201 Digital Glass Thickness Meter

LS201 merupakan versi digital yang menggunakan sistem pantulan optik dan deteksi CCD. Hasil pengukuran ditampilkan pada LCD sehingga pembacaan lebih langsung dibandingkan metode skala pada LS200.

LS201 memiliki rentang pengukuran kaca hingga 70 mm dan air space hingga 45 mm. Alat juga menyediakan mode Auto dan Manual. Mode Auto dapat memberikan beberapa kemungkinan hasil pengukuran, sedangkan Manual dapat digunakan untuk kondisi tertentu ketika konfigurasi kaca perlu ditentukan secara lebih spesifik.

Untuk laminated glass, LS201 dapat mengukur susunan kaca laminasi, tetapi alat tidak dapat memisahkan dan mengukur ketebalan interlayer laminasi sebagai parameter tersendiri. Nilai interlayer akan termasuk dalam hasil ketebalan kaca yang berdekatan.

Mengukur Ketebalan Kaca dengan LS200

  1. Pastikan permukaan kaca bersih dari debu, kotoran atau material lain yang dapat mengganggu pembacaan.
  2. Tempatkan bagian belakang LS200 secara rata dan rapat pada permukaan kaca.
  3. Hindari memiringkan alat karena posisi alat terhadap permukaan kaca dapat mempengaruhi hasil pembacaan.
  4. Tekan dan tahan tombol pengukuran sehingga pantulan laser terlihat pada skala.
  5. Identifikasi titik-titik pantulan pada skala glass thickness dan air space.
  6. Gunakan selisih posisi pantulan untuk menentukan ketebalan masing-masing lapisan kaca dan ruang udara.
  7. Catat hasil pengukuran untuk dokumentasi inspeksi.

Contoh Pembacaan LS200 pada Double Glazing

Misalnya pembacaan pada skala menunjukkan posisi A = 30 mm, B = 25 mm, C = 5 mm dan D = 0 mm. Maka ketebalan salah satu lapisan kaca dapat dihitung dari A – B = 5 mm atau C – D = 5 mm. Jika pembacaan air space menunjukkan B = 12 mm dan C = 2,4 mm, maka ketebalan air space adalah 12 – 2,4 = 9,6 mm.

Contoh tersebut menunjukkan bahwa LS200 bukan sekadar alat yang ditempelkan kemudian langsung membaca satu angka. Pengguna perlu memahami pola pantulan dan cara membaca skala sesuai konfigurasi kaca.

Mengukur Ketebalan Kaca dengan LS201

  1. Bersihkan permukaan kaca dan pastikan bagian belakang alat juga bersih.
  2. Nyalakan LS201.
  3. Pilih bahasa antarmuka jika diperlukan.
  4. Pilih mode pengukuran Auto atau Manual sesuai jenis kaca.
  5. Tempelkan bagian belakang alat dengan rapat pada permukaan kaca.
  6. Tekan tombol Measure untuk memulai pengukuran.
  7. Pada mode Auto, periksa hasil yang tersedia dan pilih hasil yang sesuai dengan konfigurasi kaca.
  8. Jika Auto tidak memberikan hasil yang sesuai, gunakan Manual Mode dan masukkan perkiraan susunan lapisan kaca sesuai kondisi aktual.
  9. Catat nilai Glass dan Air Space yang ditampilkan pada LCD.

Pengukuran Triple Glazing dengan LS201

Pada triple glazing terdapat tiga lapisan kaca dan dua air space. LS201 dapat menampilkan parameter seperti Glass 1, Air 1, Glass 2, Air 2 dan Glass 3. Contoh pada manual menunjukkan hasil pengukuran sekitar 5,88 mm untuk Glass 1, 12,75 mm untuk Air 1, 5,91 mm untuk Glass 2, 12,64 mm untuk Air 2 dan 5,9 mm untuk Glass 3.

Data tersebut memberikan gambaran bahwa pengukuran unit kaca tidak berhenti pada nilai total ketebalan. Dengan alat yang tepat, teknisi dapat memperoleh informasi mengenai susunan masing-masing lapisan dari satu sisi unit kaca.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Mengukur

Keakuratan pengukuran tidak hanya bergantung pada spesifikasi alat. Kondisi permukaan kaca dan cara penempatan alat juga berpengaruh. Pastikan alat menempel dengan benar dan permukaan kaca bersih. Pada LS201, manual juga menyarankan menghindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu kuat ke bagian belakang alat karena kondisi tersebut dapat mempengaruhi deteksi pantulan.

Kaca dengan lapisan LOW-E tertentu juga perlu diperhatikan. Manual LS201 menyebut bahwa jika reflektivitas lapisan LOW-E terlalu tinggi, alat mungkin tidak dapat mengidentifikasi kaca dengan benar. Dalam kondisi tersebut, pengukuran dapat dicoba dari sisi permukaan kaca lainnya.

Selain itu, jangan menganggap semua konfigurasi kaca dapat diukur hanya berdasarkan angka maksimum 70 mm. Untuk insulating glass, kemampuan pengukuran LS201 juga bergantung pada kombinasi ketebalan kaca dan air space. Linshang memberikan batas konfigurasi khusus untuk double glazing dan triple glazing.

LS200 atau LS201, Mana yang Sesuai?

KebutuhanPilihan yang RelevanAlasan Teknis
Pengukuran kaca dengan pembacaan skalaLS200Menggunakan skala dan pembacaan manual
Membutuhkan hasil digitalLS201Hasil ditampilkan pada LCD
Membutuhkan akurasi lebih tinggiLS201Akurasi resmi ±(0,1 mm + 1%H)
Double glazingLS200 / LS201Keduanya dapat digunakan untuk pengukuran insulating glass sesuai batas spesifikasi
Triple glazingLS201Dirancang untuk pengukuran konfigurasi multi-layer dan menyediakan Auto/Manual Mode
Laminated glassLS201LS201 mendukung pengukuran laminated glass
Air space lebih besarLS201Rentang air space hingga 45 mm
Alat sederhana dan ringanLS200Berat sekitar 250 g dan menggunakan pembacaan skala

Kesimpulan

Pengukuran ketebalan kaca yang sudah terpasang membutuhkan pendekatan berbeda dibandingkan pengukuran material yang dapat dilepas dan diukur dari bagian tepinya. Pada kaca isolasi, informasi yang dibutuhkan juga mencakup ruang udara di antara lapisan kaca.

Linshang LS200 Glass Thickness Meter menawarkan metode pengukuran berbasis pantulan laser dengan pembacaan skala, sedangkan Linshang LS201 Digital Glass Thickness Meter menggunakan sistem pantulan optik dengan deteksi CCD dan pembacaan LCD. LS201 juga menyediakan Auto dan Manual Mode serta mendukung konfigurasi seperti double glazing, triple glazing dan laminated glass.

Pemilihan model sebaiknya dilakukan berdasarkan jenis kaca, konfigurasi lapisan, kebutuhan rentang air space, cara pembacaan dan tingkat akurasi yang diperlukan. Dengan data tersebut, Glass Thickness Gauge dapat digunakan bukan sekadar sebagai alat ukur, tetapi sebagai instrumen untuk membantu verifikasi spesifikasi kaca di lapangan.

FAQ Glass Thickness Gauge

Apa fungsi Glass Thickness Gauge?

Glass Thickness Gauge digunakan untuk mengukur ketebalan kaca dan, pada insulated glass unit, mengukur ketebalan air space di antara lapisan kaca. Linshang LS200 dan LS201 menggunakan prinsip pantulan optik sehingga pengukuran dapat dilakukan dari satu sisi kaca.

Bagaimana cara mengukur ketebalan kaca yang sudah terpasang?

Tempatkan Glass Thickness Gauge pada permukaan kaca dari sisi yang dapat diakses. Alat membaca pantulan dari permukaan kaca untuk menentukan ketebalan lapisan. Metode ini sangat berguna untuk kaca jendela, curtain wall dan insulated glass yang bagian tepinya sulit dijangkau.

Apakah Linshang LS200 bisa mengukur kaca isolasi?

Ya. LS200 dirancang untuk mengukur ketebalan kaca dan air space pada insulating glass. Rentang skala yang tercantum adalah hingga 70 mm untuk glass thickness dan hingga 34 mm untuk air space.

Apakah LS201 bisa mengukur triple glazing?

Ya. LS201 dapat digunakan untuk pengukuran triple glazing. Hasil dapat mencakup Glass 1, Air 1, Glass 2, Air 2 dan Glass 3 sesuai konfigurasi dan hasil deteksi alat.

Apakah LS201 bisa mengukur laminated glass?

Ya. LS201 mendukung pengukuran laminated glass. Namun, alat tidak dapat mengukur ketebalan interlayer laminasi secara terpisah. Ketebalan interlayer akan termasuk dalam nilai ketebalan kaca yang berdekatan.

Berapa ketebalan kaca maksimum yang dapat diukur LS200?

LS200 memiliki glass thickness scale hingga 70 mm dan air space scale hingga 34 mm.

Berapa ketebalan kaca maksimum yang dapat diukur LS201?

LS201 memiliki rentang glass thickness hingga 70 mm dan air space hingga 45 mm. Untuk insulating glass dengan beberapa lapisan, batas pengukuran juga dipengaruhi oleh kombinasi ketebalan kaca dan air space.

Apa perbedaan LS200 dan LS201?

Perbedaan utama terdapat pada metode pembacaan, akurasi dan kemampuan aplikasi. LS200 menggunakan skala dengan akurasi sekitar ±0,5 mm, sedangkan LS201 menggunakan pembacaan digital dengan akurasi ±(0,1 mm + 1%H), serta menyediakan Auto dan Manual Mode dan mendukung laminated glass.

Apakah pengukuran Glass Thickness Gauge harus dilakukan dari dua sisi?

Tidak. Salah satu keunggulan LS200 dan LS201 adalah pengukuran ketebalan kaca dapat dilakukan dari satu sisi. Hal ini sangat membantu ketika kaca sudah terpasang pada jendela, pintu atau curtain wall.

Apakah Glass Thickness Gauge dapat mengukur ketebalan air space?

Ya. LS200 memiliki air space scale hingga 34 mm, sedangkan LS201 memiliki rentang air space hingga 45 mm. Pengukuran air space menjadi salah satu fungsi penting ketika memeriksa insulated glass atau kaca isolasi.

Mengapa hasil LS201 tidak dapat membaca kaca dengan benar?

Beberapa kondisi dapat mempengaruhi pembacaan, antara lain alat tidak menempel rapat pada kaca, permukaan kaca kotor atau tergores, sinar matahari terlalu kuat dan karakteristik reflektif lapisan LOW-E tertentu. Pastikan permukaan bersih, alat menempel dengan benar dan lakukan pengukuran dari sisi kaca yang sesuai.

Apakah LS200 dan LS201 merupakan alat ukur ketebalan kaca berbasis ultrasonic?

Tidak. Linshang LS200 dan LS201 menggunakan prinsip pantulan optik/laser. LS201 menggunakan CCD untuk mendeteksi pantulan dan menampilkan hasil pada LCD.

Apakah Glass Thickness Gauge sama dengan alat ukur kaca film?

Tidak. Glass Thickness Gauge digunakan untuk mengukur ketebalan kaca dan air space, sedangkan alat ukur kaca film seperti transmission meter digunakan untuk parameter optik seperti visible light transmission, UV atau IR sesuai tipe instrumennya.

Di mana Glass Thickness Gauge digunakan?

Glass Thickness Gauge dapat digunakan untuk inspeksi kaca jendela, pintu kaca, curtain wall, insulating glass, double glazing, triple glazing, laminated glass, quality control, pekerjaan konstruksi, pemeriksaan lapangan, produksi dan kebutuhan teknis lainnya sesuai kemampuan model.

Perbedaan Spectrophotometer Visible AMV03 & UV-Vis AMV10 untuk Pengujian Pangan

Perbedaan Spectrophotometer Visible AMV03 dan UV-Vis AMV10 untuk Pengujian Pangan Ketika laboratorium pangan ingin menguji karakteristik suatu bahan seperti beras, tepung, gula, atau produk olahan, kebutuhan alat tidak selalu berhenti pada pengukuran kadar air atau parameter fisik. Beberapa parameter kimia memerlukan pengukuran berdasarkan respons cahaya terhadap sampel setelah melalui proses

Read More »

Panduan Memilih Humidity Meter Landtek: Komparasi Tipe HT-6290 vs HT-1292

Panduan Memilih Humidity Meter Landtek: Komparasi Tipe HT-6290 vs HT-1292 Ketika kelembaban udara perlu dipantau secara rutin, memilih humidity meter tidak cukup hanya dengan melihat angka range %RH. Kebutuhan pengukuran di ruang produksi, gudang, laboratorium, kantor, ruang penyimpanan, maupun area kerja dapat berbeda. Ada kondisi yang hanya membutuhkan data kelembaban

Read More »
Scroll to Top