Mengenal Brinell, Rockwell & Vickers Hardness Tester Mitech: Tipe Elektrik, Digital, hingga Advanced Optical
Pengujian kekerasan material sering kali tidak cukup hanya dengan mengetahui bahwa sebuah logam “keras” atau “lunak”. Pada proses quality control, heat treatment, fabrikasi, manufaktur komponen, hingga penelitian material, teknisi membutuhkan angka kekerasan yang dapat dibandingkan dengan spesifikasi material, standar pengujian, maupun hasil pemeriksaan sebelumnya. Di sinilah Brinell, Rockwell, dan Vickers hardness tester digunakan untuk mendapatkan data kekerasan secara terukur.
Namun, kebutuhan setiap pengujian tidak selalu sama. Benda kerja berukuran besar dan material relatif lunak dapat lebih sesuai diuji menggunakan Brinell. Material yang telah mengalami heat treatment sering membutuhkan Rockwell. Sementara itu, lapisan tipis, bagian kecil, material keras, atau area yang membutuhkan pengamatan jejak indentasi dapat membutuhkan metode Vickers. Karena itu, pemilihan hardness tester sebaiknya tidak hanya berdasarkan istilah “3-in-1”, tetapi juga berdasarkan metode pengujian, rentang gaya, skala kekerasan, sistem pembacaan, ukuran benda kerja, dan tingkat kebutuhan dokumentasi data.
Ketika Satu Material Membutuhkan Lebih dari Satu Metode Uji Kekerasan
Bayangkan sebuah perusahaan melakukan pemeriksaan komponen logam hasil machining dan heat treatment. Pada satu pekerjaan, teknisi perlu memeriksa kekerasan material dasar menggunakan Brinell. Pada pekerjaan lain, komponen yang sudah dikeraskan perlu diperiksa menggunakan Rockwell. Untuk bagian tertentu yang lebih kecil atau membutuhkan pengamatan jejak indentasi, metode Vickers menjadi lebih relevan.

Jika setiap metode menggunakan mesin yang berbeda, teknisi harus berpindah alat, melakukan persiapan berbeda, mengatur parameter pengujian kembali, serta mengelola hasil pengukuran dari beberapa instrumen. Untuk laboratorium material dan quality control dengan variasi pekerjaan tinggi, kondisi tersebut dapat membuat proses pemeriksaan menjadi kurang praktis.
Kebutuhannya kemudian berubah menjadi lebih spesifik: satu hardness tester harus mampu menjalankan metode Brinell, Rockwell, dan Vickers dengan rentang gaya serta skala yang sesuai kebutuhan pengujian.
Memilih Hardness Tester Tidak Cukup Hanya Berdasarkan Rentang Kekerasan
Banyak pengguna ketika mencari alat ukur kekerasan logam langsung membandingkan angka range HB, HR, atau HV. Padahal angka tersebut hanya salah satu bagian dari sistem pengujian.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah gaya pengujian, jenis indenter, diameter bola Brinell, skala Rockwell, gaya Vickers, waktu penahanan, sistem pembacaan jejak, pembesaran optik, tinggi maksimum benda kerja, throat depth atau jarak indenter ke badan alat, serta cara penerapan dan pelepasan beban.
Contohnya, alat yang mampu menguji Brinell belum tentu ideal untuk pekerjaan yang membutuhkan Vickers. Demikian pula alat yang dapat melakukan Rockwell belum tentu memiliki sistem optik yang sesuai untuk pengukuran diameter atau diagonal indentasi.
Brinell, Rockwell, dan Vickers Mengukur Kekerasan dengan Pendekatan Berbeda
1. Brinell Hardness Test
Metode Brinell menggunakan bola indenter untuk menekan permukaan benda kerja dengan gaya tertentu. Setelah terbentuk jejak indentasi, diameter jejak tersebut digunakan untuk menentukan nilai kekerasan Brinell atau HBW.
Metode ini banyak digunakan untuk material seperti casting, baja yang relatif lunak, baja annealing atau normalizing, material non-ferrous, dan paduan yang membutuhkan area indentasi relatif besar.
Karena jejak Brinell relatif besar dibandingkan metode mikrohardness, kondisi permukaan dan ketebalan benda kerja perlu diperhatikan agar hasil pengujian dapat dipertanggungjawabkan.
2. Rockwell Hardness Test
Rockwell menentukan kekerasan berdasarkan kedalaman penetrasi indenter setelah penerapan gaya awal dan gaya pengujian. Karena hasil dapat dibaca langsung pada skala yang sesuai, metode Rockwell banyak digunakan ketika proses pemeriksaan membutuhkan pengujian yang relatif cepat.
Mitech pada seri multifunctional hardness tester menyediakan berbagai skala Rockwell seperti HRA, HRB, HRC, HRD, HRE, HRF, HRG, HRH, dan HRK, sehingga pengguna dapat memilih skala sesuai material dan prosedur pengujian.
3. Vickers Hardness Test
Vickers menggunakan diamond indenter berbentuk piramida untuk menghasilkan jejak berbentuk geometris pada permukaan benda kerja. Ukuran diagonal jejak kemudian digunakan untuk menentukan nilai kekerasan Vickers atau HV.
Karena prinsipnya menggunakan indentasi yang relatif kecil dan membutuhkan sistem optik untuk pengamatan jejak, Vickers banyak digunakan untuk material keras, bagian kecil, lapisan tertentu, thin plate, nitrided layer, electroplating, serta aplikasi penelitian material.
Salah Memilih Metode Dapat Menghasilkan Data yang Tidak Sesuai Kebutuhan
Data hardness tidak berdiri sendiri. Nilai yang diperoleh sangat berkaitan dengan metode pengujian yang digunakan.
Pengujian Brinell menghasilkan nilai HBW, Rockwell menggunakan berbagai skala HR, sedangkan Vickers menghasilkan HV. Ketiganya tidak dapat diperlakukan sebagai angka yang sama hanya karena sama-sama disebut “nilai kekerasan”.
Kesalahan dalam memilih metode atau skala dapat menyebabkan hasil sulit dibandingkan dengan spesifikasi material, standar internal perusahaan, sertifikat material, atau prosedur quality control. Karena itu, sebelum membeli hardness tester, pengguna perlu menentukan terlebih dahulu jenis material, bentuk benda kerja, perkiraan tingkat kekerasan, ukuran area pengujian, dan metode yang diwajibkan oleh prosedur kerja.
Apa yang Harus Diperhatikan Sebelum Memilih Hardness Tester?
Untuk memilih hardness tester Brinell Rockwell Vickers, beberapa data berikut sebaiknya disiapkan:
- Jenis material, misalnya baja, cast iron, stainless steel, aluminium, copper alloy, atau material non-ferrous lainnya.
- Kisaran kekerasan yang diperkirakan dari material atau spesifikasi engineering.
- Metode pengujian yang diperlukan: Brinell, Rockwell, Vickers, atau kombinasi ketiganya.
- Skala pengujian, misalnya HRC, HRB, HBW, HV30, atau HV100.
- Ukuran benda kerja, terutama tinggi benda kerja dan area yang dapat dijangkau indenter.
- Jenis indenter, seperti diamond Rockwell, diamond Vickers, atau steel/cemented carbide ball untuk Brinell.
- Gaya pengujian yang diperlukan untuk metode dan skala tertentu.
- Kebutuhan pembacaan, apakah cukup menggunakan dial mekanis, membutuhkan display digital, atau memerlukan sistem optical projection.
- Kebutuhan dokumentasi, terutama untuk laboratorium, incoming inspection, quality control, atau penelitian.
Brinell, Rockwell atau Vickers?
| Metode | Prinsip Pengukuran | Karakteristik Jejak | Contoh Penggunaan |
|---|---|---|---|
| Brinell | Bola indenter ditekan ke permukaan dan diameter indentasi diukur | Relatif besar | Castings, baja annealed/normalized, non-ferrous metals, soft alloys |
| Rockwell | Kekerasan ditentukan berdasarkan kedalaman penetrasi indenter | Relatif kecil | Material heat-treated, quenching dan tempering, pemeriksaan produksi |
| Vickers | Diamond pyramid menghasilkan indentasi yang diamati secara optik | Relatif kecil dan geometris | Material keras, thin plate, nitrided layer, electroplating, small parts |
Pada prinsipnya, tidak ada satu metode yang otomatis paling tepat untuk semua material. Metode yang dipilih harus mengikuti karakteristik benda kerja dan prosedur pengujian yang digunakan.
Satu Platform untuk Tiga Metode Pengujian
Untuk laboratorium dan quality control yang membutuhkan fleksibilitas, Mitech menyediakan beberapa konfigurasi Brinell Rockwell Vickers Hardness Tester. Ketiga model berikut sama-sama menggabungkan metode Brinell, Rockwell, dan Vickers, tetapi pendekatan sistem pembacaan dan pengoperasiannya berbeda.
Perbedaan tersebut justru penting ketika memilih alat. Pengguna yang membutuhkan sistem dasar dengan pengoperasian elektrik dapat mempertimbangkan MHBRV-187.5. Jika kebutuhan mengarah pada pembacaan digital dan antarmuka yang lebih intuitif, tersedia MHBRVS-187.5. Sedangkan untuk kebutuhan pengujian dengan sistem optical projection dan pengamatan optik yang lebih advanced, terdapat MHBRVU-187.5 II Advanced Optical Hardness Tester.
Pilihan Mitech Brinell, Rockwell & Vickers Hardness Tester
Mitech MHBRV-187.5 Electric Multifunctional Hardness Tester
Mitech MHBRV-187.5 merupakan electric multifunctional hardness tester yang menggabungkan pengujian Brinell, Rockwell, dan Vickers dalam satu mesin. Sistem penerapan gaya pengujian dilakukan secara otomatis untuk proses loading, holding, dan unloading, sementara pembacaan pada model ini menggunakan classic mechanical dial.

Konfigurasi tersebut membuat MHBRV-187.5 relevan untuk pengguna yang membutuhkan mesin hardness tester multifungsi tetapi tidak menjadikan digital display sebagai kebutuhan utama.
| Parameter | Spesifikasi MHBRV-187.5 |
|---|---|
| Metode Pengujian | Brinell, Rockwell, Vickers |
| Gaya Awal | 98.07 N / 10 kgf |
| Gaya Brinell | 306 N / 31.25 kgf; 613 N / 62.5 kgf; 1839 N / 187.5 kgf |
| Toleransi Gaya Brinell | ±1.0% |
| Gaya Rockwell | 588 N / 60 kgf; 980 N / 100 kgf; 1471 N / 150 kgf |
| Toleransi Gaya Rockwell | ±1.0% |
| Gaya Vickers | 294 N / 30 kgf; 980 N / 100 kgf |
| Toleransi Gaya Vickers | ±1.0% |
| Rentang Brinell | 8 HBW ~ 650 HBW |
| Rentang Rockwell | 20 HR ~ 100 HR |
| Rentang Vickers | 8 HV ~ 2900 HV |
| Skala Brinell | HBW2.5/31.25; HBW2.5/62.5; HBW2.5/187.5; HBW5/62.5 |
| Skala Rockwell | HRA; HRB; HRC; HRD; HRE; HRF; HRG; HRH; HRK |
| Skala Vickers | HV30; HV100 |
| Indenter Diamond | Diamond Rockwell Indenter; Diamond Vickers Indenter |
| Steel Ball | Ø1.5875 mm; Ø2.5 mm; Ø5 mm |
| Mode Penerapan Gaya | Automatic: loading, holding, unloading |
| Konversi Objective Lens | Manual |
| Microocular Magnification | 2.5X untuk observing; 5X untuk measuring |
| Eyepiece Magnification | 15X |
| Waktu Penahanan | 2 ~ 60 detik |
| Tinggi Sampel Maksimum | 200 mm untuk Brinell/Vickers; 260 mm untuk Rockwell |
| Jarak Maksimum Indenter ke Main Unit | 165 mm |
| Display | Classic mechanical dial |
| Tegangan | AC220 V / 50 Hz |
| Dimensi | 525 × 240 × 760 mm |
| Berat | Sekitar 80 kg |
Data spesifikasi MHBRV-187.5 yang terpublikasi menunjukkan rentang Brinell 8–650 HBW, Vickers 8–2900 HV, gaya Brinell/Rockwell/Vickers dengan toleransi ±1%, serta tinggi benda kerja hingga 200 mm untuk Brinell/Vickers dan 260 mm untuk Rockwell.
Mitech MHBRVS-187.5 Digital Brinell Rockwell & Vickers Hardness Tester
Mitech MHBRVS-187.5 membawa konsep yang sama ke konfigurasi digital. Model ini menggabungkan metode Brinell, Rockwell, dan Vickers dengan sistem pembacaan digital. Penerapan gaya, holding, dan unloading dilakukan secara otomatis sehingga proses pengujian dapat dibuat lebih konsisten dari sisi workflow.

Model ini menjadi pilihan yang relevan ketika operator membutuhkan tampilan hasil yang lebih mudah dibaca dibandingkan dial mekanis, terutama pada aktivitas pengujian berulang di laboratorium dan quality control.
| Parameter | Spesifikasi MHBRVS-187.5 |
|---|---|
| Metode Pengujian | Brinell, Rockwell, Vickers |
| Gaya Awal | 98.07 N / 10 kgf |
| Gaya Brinell | 306 N / 31.25 kgf; 613 N / 62.5 kgf; 1839 N / 187.5 kgf |
| Toleransi Gaya Brinell | ±1.0% |
| Gaya Rockwell | 588 N / 60 kgf; 980 N / 100 kgf; 1471 N / 150 kgf |
| Toleransi Gaya Rockwell | ±1.0% |
| Gaya Vickers | 294 N / 30 kgf; 980 N / 100 kgf |
| Toleransi Gaya Vickers | ±1.0% |
| Rentang Brinell | 8 HBW ~ 650 HBW |
| Rentang Rockwell | 20 HR ~ 100 HR |
| Rentang Vickers | 14 HV ~ 1000 HV |
| Skala Brinell | HBW2.5/31.25; HBW2.5/62.5; HBW2.5/187.5; HBW5/62.5 |
| Skala Rockwell | HRA; HRB; HRC; HRD; HRE; HRF; HRG; HRH; HRK |
| Skala Vickers | HV30; HV100 |
| Indenter Diamond | Diamond Rockwell Indenter; Diamond Vickers Indenter |
| Steel Ball | Ø1.5875 mm; Ø2.5 mm; Ø5 mm |
| Mode Penerapan Gaya | Automatic: loading, holding, unloading |
| Objective Lens | Manual operation |
| Micro-objective Magnification | 2.5X observing; 5X measuring |
| Eyepiece Magnification | 15X |
| Waktu Penahanan | 2 ~ 60 detik |
| Tinggi Sampel Maksimum | 200 mm Brinell/Vickers; 260 mm Rockwell |
| Jarak Maksimum Indenter ke Main Unit | 165 mm |
| Display | Digital display / touch display |
| Tegangan | AC220 V ±5%, 50–60 Hz |
| Dimensi | Sekitar 520 × 215 × 700 mm |
| Berat | Sekitar 80 kg |
Data yang terpublikasi untuk MHBRVS-187.5 mencantumkan Brinell 8–650 HBW, Rockwell 20–100 HR, Vickers 14–1000 HV, tiga kelompok gaya pengujian, automatic loading/holding/unloading, pembesaran objective 2.5X/5X dan eyepiece 15X.
Mitech MHBRVU-187.5 II Advanced Optical Hardness Tester
Mitech MHBRVU-187.5 II Advanced Optical Hardness Tester berada pada konfigurasi yang lebih menitikberatkan pada sistem optical projection dan pengamatan indentasi. Model ini tetap menggabungkan Brinell, Rockwell, dan Vickers, tetapi menggunakan sistem optical projection screen serta sistem optik dengan pembesaran untuk membantu proses pengamatan dan pengukuran.

Pada metode Brinell dan Vickers, kemampuan mengamati indentasi merupakan bagian penting dari proses pengukuran. Karena itu, konfigurasi optical pada MHBRVU-187.5 II menjadi relevan ketika pekerjaan membutuhkan pengamatan jejak secara lebih terkontrol dibandingkan sekadar pembacaan hardness scale.
| Parameter | Spesifikasi MHBRVU-187.5 II |
|---|---|
| Metode Pengujian | Brinell, Rockwell, Vickers |
| Gaya Awal | 98.07 N / 10 kgf |
| Gaya Brinell | 306 N / 31.25 kgf; 613 N / 62.5 kgf; 1839 N / 187.5 kgf |
| Toleransi Gaya Brinell | ±1.0% |
| Gaya Rockwell | 588 N / 60 kgf; 980 N / 100 kgf; 1471 N / 150 kgf |
| Toleransi Gaya Rockwell | ±1.0% |
| Gaya Vickers | 294 N / 30 kgf; 980 N / 100 kgf |
| Toleransi Gaya Vickers | ±1.0% |
| Rentang Brinell | 8 HBW ~ 650 HBW |
| Rentang Rockwell | 20 HR ~ 100 HR |
| Rentang Vickers | 14 HV ~ 1000 HV |
| Skala Brinell | HBW2.5/31.25; HBW2.5/62.5; HBW2.5/187.5; HBW5/62.5 |
| Skala Rockwell | HRA; HRB; HRC; HRD; HRE; HRF; HRG; HRH; HRK |
| Skala Vickers | HV30; HV100 |
| Diamond Indenter | Diamond Rockwell Indenter; Diamond Vickers Indenter |
| Steel Ball Indenter | Ø1.5875 mm; Ø2.5 mm; Ø5 mm |
| Minimum Drum Scale | 0.002 mm |
| Mode Penerapan Gaya | Semi-automatic: loading, holding, unloading |
| Objective Lens Conversion | Manual operation |
| Microocular Magnification | 2.5X observing; 5X measuring |
| Eyepiece Magnification | 15X |
| Waktu Penahanan | 2 ~ 60 detik |
| Display | High-end optical projection screen |
| Tinggi Sampel Maksimum | 220 mm Brinell/Vickers; 260 mm Rockwell |
| Jarak Maksimum Indenter ke Center Body | 200 mm |
| Tegangan | AC220 V / 50 Hz |
| Dimensi | 600 × 300 × 900 mm |
| Berat Total | Sekitar 130 kg |
Data MHBRVU-187.5 II yang terpublikasi mencantumkan optical projection screen, semi-automatic loading/holding/unloading, pembesaran 2.5X untuk observasi dan 5X untuk pengukuran, eyepiece 15X, minimum scale 0.002 mm, tinggi sampel hingga 220 mm untuk Brinell/Vickers dan 260 mm untuk Rockwell, serta dimensi 600 × 300 × 900 mm dengan berat sekitar 130 kg.
Perbandingan Tiga Mitech Brinell Rockwell Vickers Hardness Tester
| Parameter | MHBRV-187.5 | MHBRVS-187.5 | MHBRVU-187.5 II |
|---|---|---|---|
| Metode | Brinell / Rockwell / Vickers | Brinell / Rockwell / Vickers | Brinell / Rockwell / Vickers |
| Penerapan Gaya | Automatic | Automatic | Semi-automatic |
| Pembacaan | Classic mechanical dial | Digital display | High-end optical projection |
| Brinell | 8–650 HBW | 8–650 HBW | 8–650 HBW |
| Rockwell | 20–100 HR | 20–100 HR | 20–100 HR |
| Vickers | 8–2900 HV | 14–1000 HV | 14–1000 HV |
| Objective / Optik | Manual, 2.5X/5X, eyepiece 15X | Manual, 2.5X/5X, eyepiece 15X | Manual, 2.5X/5X, eyepiece 15X |
| Waktu Penahanan | 2–60 detik | 2–60 detik | 2–60 detik |
| Tinggi Sampel | 200/260 mm | 200/260 mm | 220/260 mm |
| Dimensi | 525 × 240 × 760 mm | 520 × 215 × 700 mm | 600 × 300 × 900 mm |
| Berat | ±80 kg | ±80 kg | ±130 kg |
| Karakter Utama | Elektrik multifungsi | Digital multifungsi | Advanced optical |
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa pemilihan model bukan semata-mata mengenai “mana yang bisa mengukur lebih banyak”, karena ketiganya sama-sama mencakup Brinell, Rockwell, dan Vickers. Faktor pembeda yang lebih penting adalah sistem pembacaan, tingkat kebutuhan pengamatan optik, workflow pengujian, rentang Vickers, kapasitas benda kerja, dan kebutuhan laboratorium.
Panduan Memilih Mitech Hardness Tester
Pilih MHBRV-187.5 Jika Membutuhkan Hardness Tester Multifungsi Elektrik
MHBRV-187.5 dapat dipertimbangkan ketika kebutuhan utama adalah satu mesin untuk Brinell, Rockwell, dan Vickers dengan sistem elektrik dan pembacaan mechanical dial. Konfigurasi ini sesuai untuk pengguna yang tidak menjadikan digital display sebagai kebutuhan utama tetapi membutuhkan fleksibilitas tiga metode dalam satu mesin.
Pilih MHBRVS-187.5 Jika Membutuhkan Pembacaan Digital
MHBRVS-187.5 lebih sesuai dipertimbangkan ketika operator mengutamakan tampilan hasil digital dan workflow pengujian yang lebih intuitif. Model ini tetap menyediakan tiga metode pengujian sehingga satu mesin dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan hardness testing.
Pilih MHBRVU-187.5 II Jika Membutuhkan Sistem Optical Projection
MHBRVU-187.5 II dapat dipertimbangkan ketika pekerjaan lebih menekankan pada pengamatan indentasi menggunakan sistem optik. Optical projection screen, pembesaran objective, eyepiece, serta minimum scale 0.002 mm membuat konfigurasi ini ditujukan untuk kebutuhan pengujian yang membutuhkan perhatian lebih pada proses pengamatan jejak indentasi.
Indenter dan Perlengkapan Pengujian: Mengapa Konfigurasinya Penting?
Dalam hardness tester Brinell, Rockwell, dan Vickers, bagian yang bersentuhan langsung dengan benda kerja bukan sekadar aksesori. Indenter menentukan bagaimana gaya diterapkan dan bagaimana jejak pengujian terbentuk.
- Diamond Rockwell indenter digunakan untuk pengujian Rockwell pada skala yang menggunakan diamond indenter.
- Diamond Vickers indenter digunakan untuk menghasilkan indentasi berbentuk piramida pada pengujian Vickers.
- Steel ball indenter dengan diameter tertentu digunakan pada metode Brinell.
- Objective lens digunakan untuk membantu pengamatan indentasi pada pengujian yang membutuhkan pembacaan optik.
- Eyepiece menjadi bagian dari sistem optik untuk melihat dan mengukur jejak indentasi.
- Test table/anvil digunakan untuk menopang benda kerja selama proses pemberian gaya.
Untuk konfigurasi tambahan, pengguna sebaiknya mencocokkan jenis indenter, objective, anvil, dan perlengkapan lainnya dengan metode pengujian yang dibutuhkan. Paket standar maupun konfigurasi opsional dapat berbeda menurut model dan pesanan, sehingga detail konfigurasi perlu dikonfirmasi pada saat quotation.
Alur Dasar Pengujian Brinell, Rockwell & Vickers
1. Persiapkan Benda Kerja
Pastikan permukaan benda kerja cukup bersih, stabil, dan sesuai dengan metode pengujian. Permukaan yang terlalu kasar, kotor, atau tidak rata dapat memengaruhi kualitas indentasi dan proses pembacaan.
2. Pilih Metode Pengujian
Tentukan apakah benda kerja akan diuji menggunakan Brinell, Rockwell, atau Vickers berdasarkan material, bentuk benda kerja, kisaran kekerasan, dan prosedur pengujian.
3. Pilih Indenter dan Skala
Pasang indenter yang sesuai. Untuk Brinell, pemilihan diameter bola dan gaya harus mengikuti skala yang digunakan. Untuk Rockwell, pilih diamond atau ball indenter dan skala Rockwell yang sesuai. Untuk Vickers, gunakan diamond Vickers indenter dengan gaya pengujian yang ditentukan.
4. Letakkan Benda Kerja pada Test Table
Posisikan benda kerja secara stabil sehingga area yang diuji berada tepat pada posisi pengujian. Hindari posisi yang menyebabkan benda kerja bergerak selama pemberian gaya.
5. Atur Waktu Penahanan
Pilih test force holding time sesuai metode dan standar pengujian yang digunakan. Ketiga model Mitech memiliki rentang waktu penahanan yang dipublikasikan sekitar 2–60 detik.
6. Terapkan Gaya Pengujian
Jalankan proses loading sesuai model yang digunakan. MHBRV-187.5 dan MHBRVS-187.5 menggunakan automatic loading, holding, dan unloading, sedangkan MHBRVU-187.5 II menggunakan sistem semi-automatic.
7. Baca Hasil Pengujian
Pada Rockwell, nilai kekerasan dapat diperoleh berdasarkan sistem pembacaan Rockwell. Pada Brinell dan Vickers, pengukuran jejak indentasi menjadi bagian penting dari proses penentuan nilai kekerasan. Pada model dengan sistem optik, pastikan fokus dan pencahayaan mendukung pengamatan indentasi secara jelas.
8. Catat dan Evaluasi Data
Jangan hanya mencatat angka kekerasan. Simpan informasi mengenai material, metode, skala, gaya pengujian, waktu penahanan, lokasi pengujian, dan identitas benda kerja. Data tersebut akan jauh lebih berguna untuk traceability dan analisis quality control.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Hardness Tester
Keakuratan hasil hardness testing tidak hanya bergantung pada mesin. Kondisi permukaan benda kerja, pemilihan metode, pemilihan skala, indenter, gaya pengujian, posisi benda kerja, serta prosedur operator juga memengaruhi hasil.
Karena itu, hardness tester sebaiknya digunakan bersama standard hardness block dan prosedur verifikasi yang sesuai. Kalibrasi dan verifikasi berkala juga perlu mengikuti standar, prosedur laboratorium, serta persyaratan quality management yang berlaku di perusahaan.
Standar Pengujian yang Berkaitan
Ketiga model Mitech ini dipasarkan untuk pengujian yang berkaitan dengan standar hardness testing seperti GB/T 230, GB/T 231, GB/T 4340, ISO 6508, ASTM E10, ASTM E18, ASTM E92, ASTM E384, dan ASTM E103, dengan detail kesesuaian bergantung pada metode dan konfigurasi instrumen yang digunakan. Data produk yang dipublikasikan untuk MHBRVS dan MHBRVU mencantumkan standar-standar tersebut sebagai referensi kesesuaian. :contentReference[oaicite:4]{index=4}
Untuk pekerjaan yang berkaitan dengan sertifikasi, audit, atau acceptance criteria tertentu, standar yang diwajibkan customer tetap harus diperiksa satu per satu. Jangan hanya mengandalkan pernyataan “sesuai ASTM” tanpa mencocokkan metode, skala, gaya, indenter, prosedur dan persyaratan verifikasinya.
Kesimpulan
Brinell, Rockwell, dan Vickers bukan sekadar tiga nama skala kekerasan, tetapi tiga pendekatan pengujian yang memiliki karakteristik berbeda. Karena itu, pemilihan hardness tester sebaiknya dimulai dari kebutuhan pengujian, bukan dari bentuk mesin atau harga alat.
Mitech menyediakan tiga konfigurasi yang dapat digunakan sebagai referensi berdasarkan kebutuhan tersebut. MHBRV-187.5 mengutamakan konfigurasi electric multifunctional dengan pembacaan mechanical dial. MHBRVS-187.5 menawarkan konfigurasi digital untuk kebutuhan pembacaan yang lebih intuitif. Sementara MHBRVU-187.5 II Advanced Optical Hardness Tester menitikberatkan pada sistem optical projection dan pengamatan indentasi.
Ketiganya dapat digunakan untuk kebutuhan pengujian Brinell, Rockwell, dan Vickers, tetapi detail rentang, sistem pembacaan, kapasitas benda kerja, serta karakteristik operasionalnya perlu dicocokkan dengan kebutuhan aplikasi. Dengan pendekatan tersebut, hardness tester bukan hanya menjadi alat untuk menghasilkan angka HB, HR, atau HV, tetapi menjadi bagian dari sistem quality control dan evaluasi material yang lebih terstruktur.
FAQ Hardness Tester Mitech
Apa itu Brinell hardness tester?
Brinell hardness tester adalah alat uji kekerasan yang menggunakan bola indenter untuk menekan permukaan material dan menentukan kekerasan berdasarkan ukuran diameter indentasi yang terbentuk.
Apa itu Rockwell hardness tester?
Rockwell hardness tester menentukan kekerasan berdasarkan kedalaman penetrasi indenter setelah penerapan gaya awal dan gaya pengujian. Hasil dinyatakan menggunakan skala Rockwell seperti HRA, HRB, HRC dan skala lainnya.
Apa itu Vickers hardness tester?
Vickers hardness tester menggunakan diamond pyramid indenter. Setelah indentasi terbentuk, jejak tersebut diamati menggunakan sistem optik untuk menentukan nilai kekerasan Vickers atau HV.
Apa perbedaan Brinell, Rockwell dan Vickers?
Brinell menggunakan bola indenter dan mengukur diameter jejak, Rockwell menggunakan kedalaman penetrasi, sedangkan Vickers menggunakan diamond pyramid dan mengukur dimensi jejak indentasi secara optik.
Apakah Mitech MHBRV-187.5 dapat mengukur Brinell, Rockwell dan Vickers?
Ya. MHBRV-187.5 merupakan electric multifunctional hardness tester yang dirancang untuk pengujian Brinell, Rockwell dan Vickers dalam satu instrumen.
Apa perbedaan MHBRV-187.5 dan MHBRVS-187.5?
Keduanya menggabungkan Brinell, Rockwell dan Vickers. Perbedaan utamanya terdapat pada sistem pembacaan dan konfigurasi instrumen. MHBRV-187.5 menggunakan classic mechanical dial, sedangkan MHBRVS-187.5 menggunakan sistem digital display.
Apa kelebihan MHBRVU-187.5 II Advanced Optical Hardness Tester?
MHBRVU-187.5 II menggunakan high-end optical projection screen dan sistem optik dengan pembesaran 2.5X untuk observasi, 5X untuk pengukuran, serta eyepiece 15X. Konfigurasi tersebut ditujukan untuk kebutuhan pengamatan indentasi pada pengujian hardness.
Berapa range Brinell Mitech MHBRV-187.5?
Rentang pengukuran Brinell MHBRV-187.5 yang dipublikasikan adalah 8 HBW hingga 650 HBW.
Berapa range Vickers Mitech MHBRV-187.5?
Rentang pengukuran Vickers MHBRV-187.5 yang dipublikasikan adalah 8 HV hingga 2900 HV.
Berapa range Vickers MHBRVS-187.5?
Rentang pengukuran Vickers MHBRVS-187.5 yang dipublikasikan adalah 14 HV hingga 1000 HV.
Apakah hardness tester Mitech cocok untuk pengujian material heat treatment?
Metode Rockwell pada hardness tester multifungsi Mitech dapat digunakan untuk pengujian berbagai material hasil heat treatment, dengan pemilihan skala dan prosedur yang harus disesuaikan dengan material serta standar pengujian.
Apakah hardness tester Mitech dapat digunakan untuk pengujian material non-ferrous?
Ya, metode Brinell, Rockwell atau Vickers dapat digunakan pada berbagai material non-ferrous selama material, skala, indenter, gaya pengujian, dan prosedurnya sesuai dengan standar yang berlaku.
Apakah Vickers cocok untuk benda kecil atau lapisan tipis?
Vickers dapat digunakan untuk berbagai aplikasi yang membutuhkan indentasi relatif kecil, termasuk small parts, thin plates, nitrided layers dan electroplating. Namun, kesesuaian aktual tetap bergantung pada ketebalan, kondisi permukaan dan persyaratan standar pengujian.
Apakah MHBRVU-187.5 II menggunakan probe?
Hardness tester jenis ini tidak menggunakan “probe” seperti thickness gauge atau Leeb hardness tester. Komponen pengujian yang lebih tepat disebut adalah indenter, objective lens, eyepiece dan test table/anvil.
Apakah tersedia indenter dan perlengkapan tambahan?
Konfigurasi hardness tester mencakup berbagai komponen seperti diamond Rockwell indenter, diamond Vickers indenter, steel ball indenter, objective lens dan perlengkapan penyangga benda kerja. Ketersediaan konfigurasi tambahan sebaiknya dikonfirmasi berdasarkan model dan quotation terbaru.
Bagaimana cara memilih hardness tester Mitech yang tepat?
Mulailah dari metode pengujian yang dibutuhkan, material, range kekerasan, skala, gaya pengujian, ukuran benda kerja, kebutuhan pembacaan digital atau optik, serta kebutuhan dokumentasi. Setelah itu barulah tentukan apakah MHBRV-187.5, MHBRVS-187.5 atau MHBRVU-187.5 II yang paling sesuai dengan spesifikasi pekerjaan.
Spesifikasi Singkat untuk Permintaan Penawaran
Jika digunakan untuk kebutuhan quotation, procurement, atau tender, informasi yang sebaiknya dicantumkan adalah metode Brinell/Rockwell/Vickers, measuring range, test force, skala, jenis indenter, test force holding time, optical system, maximum specimen height, throat depth, power supply, dimensi, berat, standar pengujian, serta konfigurasi standard dan optional. Dengan data tersebut, kebutuhan customer dapat dicocokkan dengan model hardness tester secara lebih akurat.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dari insinyur atau tenaga Ahli NDT bersertifikat. Selalu rujuk pada spesifikasi teknis produk dan standar industri yang berlaku untuk aplikasi spesifik Anda.





