Alat Pengukur Kilap Gloss Meter (Type Integral) Sudut 20°, 60° & 85° GM-2000 LANDTEK

Mengenal Jenis & Type Gloss Meter Landtek: Panduan Alat Ukur Kilap Terbaik untuk Industri Anda

Mengenal Jenis & Type Gloss Meter Landtek: Panduan Alat Ukur Kilap Terbaik untuk Industri Anda

Permukaan produk yang terlihat mengilap biasanya memberi kesan bersih, halus, berkualitas, dan memiliki finishing yang baik. Namun, dalam proses produksi, penilaian kilap tidak cukup hanya mengandalkan penglihatan. Dua permukaan yang terlihat hampir sama bagi mata manusia dapat menghasilkan nilai kilap yang berbeda ketika diukur menggunakan Gloss Meter.

Di sinilah Gloss Meter LANDTEK menjadi alat penting untuk quality control, pemeriksaan finishing, pengembangan produk, inspeksi bahan baku, hingga verifikasi hasil proses coating dan polishing. Instrumen ini mengubah karakteristik pantulan cahaya pada permukaan menjadi nilai numerik yang disebut Gloss Unit (GU), sehingga kualitas kilap dapat dibandingkan secara lebih objektif dan konsisten.

LANDTEK memiliki berbagai jenis dan tipe Gloss Meter, mulai dari model 60° single-angle, model multi-angle 20°/60°, 20°/60°/85°, hingga instrumen khusus seperti 20°/45°/75°, 45°, 75°, Eyelet Gloss Meter, serta Haze Gloss Meter. Karena setiap geometri memiliki fungsi pengukuran yang berbeda, pemilihan model sebaiknya disesuaikan dengan material dan karakter permukaan yang akan diuji.

Prinsip Kerja Gloss Meter

Gloss Meter bekerja berdasarkan prinsip refleksi cahaya secara spekular. Sumber cahaya diarahkan ke permukaan benda pada sudut tertentu, kemudian sensor menangkap intensitas cahaya yang dipantulkan pada arah pengukuran yang telah ditentukan.

Semakin besar pantulan spekular yang diterima sensor, semakin tinggi nilai gloss yang ditampilkan. Hasil pengukuran biasanya dinyatakan dalam Gloss Unit atau GU.

Karena karakter pantulan suatu material berbeda-beda, digunakan beberapa geometri pengukuran. ISO 2813 menetapkan tiga geometri utama untuk pengukuran gloss coating, yaitu 20°, 60°, dan 85°. ASTM D523 juga menggunakan tiga geometri tersebut untuk pengukuran specular gloss.

Mengapa Sudut Pengukuran Penting?

Pemilihan sudut bukan sekadar perbedaan spesifikasi alat. Sudut pengukuran menentukan seberapa sensitif instrumen dalam membedakan tingkat kilap pada material tertentu.

  • 20° umumnya digunakan untuk permukaan dengan tingkat kilap tinggi karena memberikan diferensiasi yang lebih baik pada permukaan high-gloss.
  • 60° merupakan geometri umum untuk pengukuran gloss dan banyak digunakan sebagai sudut serbaguna untuk permukaan dengan kilap menengah.
  • 85° digunakan untuk meningkatkan kemampuan membedakan permukaan dengan tingkat kilap rendah.
  • 45° dan 75° digunakan pada aplikasi tertentu, terutama material atau industri yang membutuhkan geometri khusus.

ISO menjelaskan bahwa 60° dapat digunakan secara luas, sedangkan 20° lebih sesuai untuk membedakan permukaan high-gloss dan 85° membantu membedakan permukaan low-gloss.

Compare Principle & Specifications Gloss Meter LANDTEK

Tabel berikut dapat digunakan sebagai referensi awal untuk membandingkan keluarga Gloss Meter LANDTEK berdasarkan prinsip pengukuran, sudut, rentang, serta karakter penggunaan.

No.ModelJenis / PrinsipSudut PengukuranRentangResolusiAkurasi / ErrorRepeatabilityArea PengukuranMemori
1GM-06Gloss Meter dengan external probe / split type60°0.1–200 GU0.1 GU±1.0 GU / error indikasi hingga ±1.2 GU pada dokumentasi tertentu±0.5 GU7 × 14 mm, elips254 grup
2GM-6Gloss Meter integral type60°0.1–200 GU0.1 GU±1.5 GU pada manual; beberapa katalog mencantumkan ±1.0 GU±0.5 GU7 × 14 mm, elips254 grup
3GM-26Multi-angle Gloss Meter20° / 60°0.1–200 GU0.1 GU±1.0 GU±0.5 GU7 × 14 mm, elips254 grup
4GM-268Multi-angle Gloss Meter integral20° / 60° / 85°0.1–200 GU0.1 GU±1.0 GU / ±1.2 GU error indikasi pada dokumentasi tertentu±0.5 GU7 × 14 mm, elips254 grup
5GM-4Integral Gloss Meter45°0.1–200 GU0.1 GU±1.0 GU±0.5 GU7 × 14 mm, elips254 grup
6GM-7Integral Gloss Meter75°0.1–200 GU0.1 GU±1.0 GU±0.5 GU7 × 14 mm, elips254 grup
7GM-247Multi-angle Integral Gloss Meter20° / 45° / 75°0.1–200 GU0.1 GU±1.0 GU±0.5 GU7 × 14 mm, elips254 grup
8GM-200Multi-angle Gloss Meter20° / 60° / 85°0.1–200 GU0.1 GU±1.0 GU±0.5 GU7 × 14 mm, elips56 grup pada katalog tertentu
9GM-2000High-range Multi-angle Gloss Meter20° / 60° / 85°0.1–2000 GU0.1 GU±1.0 GU±0.5 GU7 × 14 mm, elips56 grup pada katalog tertentu
10HGM-2000Haze / Fog Film Gloss Meter20° / 60° / 85°Gloss: 0–2000 GU0.1 GU / 0.1 HUGloss ±1.5; error indikasi <±1.2 GUGloss ±0.5 GU; Haze ±0.2 HU7 × 14 mm, elips56 grup
11SGM-6Eyelet / Small Aperture Gloss Meter60°0.1–200 GU0.1 GU±1.0 GU±0.5 GU7 × 14 mm, elips254 grup
12GM-206Gloss Meter external probe20° / 60°0.1–200 GU0.1 GU±1.0 GU±0.5 GU7 × 14 mm, elips254 grup
13Blackness MeterInstrumen pengukuran blackness / appearanceTergantung konfigurasi instrumenTidak dicantumkan secara konsisten pada sumber yang tersediaTergantung modelTergantung modelTergantung modelTergantung modelTergantung model

Catatan spesifikasi: terdapat perbedaan antara beberapa katalog lama, distributor, dan dokumentasi teknis untuk parameter seperti akurasi, jumlah memori, bentuk probe, serta konfigurasi catu daya. Karena itu, untuk kebutuhan pengadaan, tender, validasi laboratorium, atau penyusunan spesifikasi kontrak, datasheet/model revision yang mengikuti unit yang akan dibeli sebaiknya Konfirmasi kami dahulu.

Perbedaan GM-06 dan GM-6

GM-06 dan GM-6 sama-sama menggunakan geometri 60°, tetapi secara konstruksi keduanya memiliki konsep berbeda. GM-06 merupakan versi split type dengan external probe, sedangkan GM-6 merupakan versi integral yang lebih ringkas.

Dokumentasi LANDTEK menunjukkan GM-06 menggunakan probe eksternal, dengan unit utama sekitar 156 × 67 × 28 mm dan probe terpisah. GM-6 berada dalam keluarga instrumen integral dengan dimensi sekitar 140 × 45 × 75 mm dan berat sekitar 305 gram pada konfigurasi baterai tertentu.

Pilihan antara keduanya sebaiknya ditentukan berdasarkan bentuk benda yang diperiksa, akses ke area pengukuran, kebutuhan mobilitas, dan cara operator melakukan inspeksi.

GM-26 dan GM-206: Sama-sama 20°/60°, Lalu Apa Bedanya?

GM-26 dan GM-206 sama-sama ditujukan untuk pengukuran gloss pada 20° dan 60° dengan rentang sekitar 0.1–200 GU. Keduanya dapat digunakan untuk coating, cat, tinta, plastik, batu, keramik, kertas, dan material lainnya.

Perbedaan yang paling relevan dalam pemilihan bukan hanya angka spesifikasi, tetapi generasi produk, konfigurasi unit, konektivitas, paket aksesori, dan kebutuhan aplikasi. Karena itu, apabila pengguna membutuhkan 20°/60° untuk QC rutin, sebaiknya dibandingkan kembali datasheet unit yang ditawarkan supplier agar konfigurasi hardware dan software sesuai dengan kebutuhan.

GM-268: Pilihan Multi-Angle 20°/60°/85°

GM-268 merupakan salah satu model yang menarik karena menyediakan tiga geometri utama dalam satu instrumen, yaitu 20°, 60°, dan 85°. Konfigurasi ini sangat berguna ketika laboratorium atau bagian QC menangani material dengan tingkat gloss yang berbeda-beda.

Dengan satu alat, operator dapat memilih geometri yang sesuai tanpa harus memiliki tiga instrumen terpisah. Dokumentasi LANDTEK mencantumkan rentang 0.1–200 GU, resolusi 0.1 GU, repeatability ±0.5 GU, area pengukuran 7 × 14 mm, memori hingga 254 grup, serta komunikasi data melalui USB dan pilihan Bluetooth.

GM-200 vs GM-2000

Sekilas kedua model terlihat sangat mirip karena sama-sama menggunakan tiga sudut pengukuran, yaitu 20°/60°/85°. Perbedaan utamanya adalah kapasitas rentang pengukuran.

ParameterGM-200GM-2000
Sudut20° / 60° / 85°20° / 60° / 85°
Rentang gloss0.1–200 GU0.1–2000 GU
Resolusi0.1 GU0.1 GU
Repeatability±0.5 GU±0.5 GU
Area pengukuran7 × 14 mm7 × 14 mm
Karakter utamaMulti-angle untuk rentang gloss umumMulti-angle dengan rentang lebih tinggi

GM-200 tercatat memiliki rentang hingga 200 GU, sedangkan GM-2000 mencapai 2.000 GU. Karena itu, GM-2000 lebih menarik ketika aplikasi memerlukan rentang pengukuran yang jauh lebih tinggi.

HGM-2000: Bukan Sekadar Gloss Meter

Untuk aplikasi yang tidak cukup hanya mengetahui seberapa mengkilap sebuah permukaan, HGM-2000 memberikan pendekatan yang lebih lengkap karena selain Gloss, alat ini juga mengukur Haze atau Fog.

Haze pada permukaan high-gloss dapat terlihat seperti lapisan berkabut atau efek susu pada pantulan. Secara visual, permukaan mungkin tetap terlihat sangat mengkilap, tetapi kualitas pantulan gambarnya kurang jernih.

HGM-2000 memiliki tiga sudut gloss, yaitu 20°, 60°, dan 85°, dengan rentang gloss hingga 2.000 GU. Parameter haze menggunakan HU dan dilengkapi resolusi serta repeatability tersendiri.

Model ini menjadi lebih relevan untuk cat otomotif, coating high-gloss, plastik, film, permukaan polished, material coating, dan aplikasi yang memerlukan evaluasi tampilan permukaan secara lebih mendalam.

GM-4, GM-7 dan GM-247: Mengapa Menggunakan 45° dan 75°?

Tidak semua kebutuhan pengukuran gloss menggunakan konfigurasi ISO 20°/60°/85°. LANDTEK juga menyediakan keluarga instrumen dengan geometri 45° dan 75°.

GM-4 menggunakan sudut 45°, sedangkan GM-7 menggunakan 75°. Keduanya memiliki rentang sekitar 0.1–200 GU, resolusi 0.1 GU, repeatability ±0.5 GU, dan area pengukuran 7 × 14 mm.

Sementara itu, GM-247 menggabungkan ketiganya menjadi 20°/45°/75°. Dokumentasi teknis mencantumkan rentang 0.1–200 GU, resolusi 0.1 GU, repeatability ±0.5 GU, memori 254 grup, baterai lithium-ion rechargeable, serta opsi koneksi USB dan Bluetooth.

Artinya, GM-247 lebih tepat dipertimbangkan ketika metode internal perusahaan, material, atau standar pengujian yang digunakan memang membutuhkan kombinasi geometri tersebut.

Eyelet Gloss Meter SGM-6

SGM-6 dikategorikan sebagai Eyelet Gloss Meter. Prinsip pengukurannya tetap berbasis pantulan spekular, dengan geometri 60°, rentang 0.1–200 GU, resolusi 0.1 GU, repeatability ±0.5 GU, area 7 × 14 mm, serta memori hingga 254 grup.

Konsep eyelet atau aperture khusus menjadi pertimbangan ketika bentuk atau posisi area yang akan diperiksa membutuhkan akses pengukuran tertentu. Dalam aplikasi industri, hal ini dapat membantu ketika pengukuran dilakukan pada area yang tidak praktis menggunakan konfigurasi alat biasa.

Standar yang Berkaitan dengan Gloss Measurement

Pemilihan Gloss Meter sebaiknya tidak hanya berdasarkan rentang dan harga. Untuk penggunaan QC industri, salah satu pertanyaan terpenting adalah standar pengukuran apa yang digunakan?

StandarKeterangan
ISO 2813:2014Metode penentuan gloss coating menggunakan geometri 20°, 60°, dan 85°.
ASTM D523Metode pengujian specular gloss untuk geometri 20°, 60°, dan 85°.
ASTM D2457Pengukuran gloss pada film plastik dan plastik solid, termasuk geometri 60°, 20°, 45°, 85°, dan 75° untuk aplikasi tertentu.
DIN 67530Referensi standar yang umum ditemukan pada spesifikasi gloss measurement.
JIS Z8741Standar Jepang yang berkaitan dengan pengukuran gloss permukaan.

ASTM D2457 secara khusus mencantumkan 60° untuk film dengan gloss menengah, 20° untuk high-gloss, 45° untuk aplikasi intermediate/low-gloss, 85° untuk intermediate/low-gloss, dan 75° untuk plastic siding serta soffit.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bahwa angka hasil dari satu geometri tidak boleh begitu saja dianggap setara dengan angka dari geometri lain. ASTM juga menekankan bahwa nilai gloss dari satu geometri pada umumnya tidak dapat diprediksi langsung dari hasil pengukuran menggunakan geometri lainnya.

Cara Memilih Gloss Meter LANDTEK

Pemilihan model sebaiknya dimulai dari material dan metode pengujian, bukan dari nama produk.

KebutuhanModel yang Layak DipertimbangkanAlasan
QC gloss umum dengan satu sudutGM-6 / GM-0660° dan sederhana untuk inspeksi rutin
Butuh 20° dan 60°GM-26 / GM-206Lebih fleksibel untuk high dan medium gloss
Butuh 20°/60°/85°GM-268 / GM-200Mencakup tiga geometri utama
Rentang sangat tinggiGM-2000Rentang hingga 2.000 GU
Butuh pengukuran hazeHGM-2000Mengukur gloss sekaligus haze/fog
Metode membutuhkan 45°GM-4Geometri 45°
Metode membutuhkan 75°GM-7Geometri 75°
Butuh 20°/45°/75°GM-247Multi-angle dengan kombinasi tersebut
Pengukuran area dengan konfigurasi eyeletSGM-6Dirancang sebagai Eyelet Gloss Meter

Aplikasi Gloss Meter LANDTEK di Industri

  • Industri cat dan coating: memeriksa konsistensi finishing dan tingkat kilap coating.
  • Industri otomotif: mengevaluasi gloss cat bodi, coating, polishing, dan hasil detailing.
  • Industri plastik: memeriksa tampilan permukaan injection molding, film, dan produk plastik.
  • Industri percetakan: mengevaluasi gloss tinta dan hasil cetak.
  • Industri kertas: membandingkan karakter permukaan dan finishing.
  • Keramik dan batu: mengukur gloss pada keramik, ubin, granit, marmer, serta permukaan polished.
  • Industri logam: memeriksa permukaan logam polished atau coating tertentu.
  • Floor maintenance: mengevaluasi hasil polishing, waxing, dan perawatan lantai.
  • Quality Control: melakukan incoming inspection, process inspection, dan final inspection.

Dokumentasi LANDTEK untuk keluarga GM-6, GM-26 dan GM-268 mencantumkan penggunaan pada perawatan lantai, kontrol kualitas pembersihan permukaan, batu dan ubin, barang cetakan, cat dan tinta, permukaan logam polished, perlindungan/waxing cat, bodi kendaraan, molding plastik, serta material bangunan.

Gloss Meter Tidak Sama dengan Surface Roughness Tester

Kesalahan yang cukup umum adalah menganggap permukaan dengan gloss tinggi pasti memiliki nilai kekasaran yang rendah. Hubungan tersebut memang dapat terjadi pada kondisi tertentu, tetapi Gloss Meter dan Surface Roughness Tester mengukur parameter yang berbeda.

Gloss Meter mengevaluasi karakteristik pantulan cahaya, sedangkan Surface Roughness Tester mengukur profil atau parameter kekasaran permukaan. Karena itu, dua benda dapat memiliki nilai roughness tertentu tetapi memberikan respons gloss yang berbeda akibat material, warna, coating, refractive index, tekstur, dan kondisi permukaan.

ASTM juga menjelaskan bahwa gloss merupakan atribut permukaan yang kompleks dan tidak seluruh karakter visual permukaan dapat direpresentasikan hanya dengan satu angka gloss.

Kesimpulan

Gloss Meter LANDTEK menawarkan pilihan yang cukup luas untuk kebutuhan pengukuran kilap, mulai dari instrumen 60° sederhana sampai multi-angle 20°/60°/85°, model 20°/45°/75°, serta instrumen khusus untuk haze dan eyelet.

Jika kebutuhan Anda hanya melakukan inspeksi gloss umum pada material dengan karakter medium-gloss, model 60° seperti GM-6 atau GM-06 dapat menjadi titik awal yang praktis. Jika material memiliki tingkat gloss yang beragam, model GM-26 atau GM-206 dengan 20°/60° memberikan fleksibilitas lebih tinggi.

Untuk laboratorium atau QC yang menangani banyak jenis material, GM-268 atau GM-200 dengan 20°/60°/85° lebih fleksibel. Jika dibutuhkan rentang hingga 2.000 GU, GM-2000 menjadi pilihan yang lebih sesuai. Sementara itu, ketika masalah kualitas tidak hanya berupa tingkat kilap tetapi juga fenomena kabut pada permukaan high-gloss, HGM-2000 menawarkan parameter tambahan berupa haze.

Yang paling penting, pilih instrumen berdasarkan material, tingkat gloss, geometri yang dipersyaratkan, standar pengujian, rentang pengukuran, kebutuhan dokumentasi data, dan metode QC perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, Gloss Meter bukan sekadar alat untuk mengetahui permukaan “mengkilap atau tidak”, tetapi menjadi bagian dari sistem pengendalian kualitas yang lebih objektif dan terukur.

FAQ Gloss Meter LANDTEK

Apa itu Gloss Meter?

Gloss Meter adalah alat ukur yang digunakan untuk menentukan tingkat kilap atau specular gloss suatu permukaan berdasarkan intensitas cahaya yang dipantulkan. Nilai pengukuran umumnya dinyatakan dalam Gloss Unit atau GU.

Apa fungsi Gloss Meter dalam industri?

Gloss Meter digunakan untuk quality control cat, coating, tinta, plastik, kertas, keramik, batu, logam polished, produk otomotif, lantai, dan berbagai material lain yang memiliki karakter permukaan reflektif.

Apa arti sudut 20°, 60°, dan 85° pada Gloss Meter?

Angka tersebut menunjukkan geometri pengukuran pantulan cahaya. Sudut 20° umumnya digunakan untuk high-gloss, 60° merupakan geometri umum untuk gloss menengah, sedangkan 85° digunakan untuk membantu membedakan permukaan low-gloss.

Gloss Meter 60° digunakan untuk apa?

Gloss Meter 60° merupakan konfigurasi serbaguna untuk banyak aplikasi pengukuran gloss, terutama pada permukaan dengan tingkat kilap menengah. Geometri 60° juga merupakan salah satu geometri utama dalam ISO 2813 dan ASTM D523.

Apa perbedaan Gloss Meter GM-6 dan GM-268?

GM-6 menggunakan satu geometri 60°, sedangkan GM-268 menyediakan tiga geometri, yaitu 20°, 60°, dan 85°. GM-268 lebih fleksibel untuk pengujian material dengan tingkat gloss yang berbeda-beda.

Apa perbedaan GM-200 dan GM-2000?

Keduanya menggunakan geometri 20°/60°/85°, tetapi GM-200 memiliki rentang sekitar 0.1–200 GU, sedangkan GM-2000 memiliki rentang hingga 2.000 GU.

Kapan harus menggunakan Gloss Meter 20°?

Geometri 20° digunakan ketika permukaan memiliki gloss tinggi dan pengguna membutuhkan kemampuan diferensiasi yang lebih baik pada high-gloss surface.

Kapan harus menggunakan Gloss Meter 85°?

Geometri 85° digunakan untuk membantu membedakan permukaan dengan tingkat gloss rendah. Pemilihan tersebut sesuai dengan prinsip geometri gloss yang digunakan dalam standar pengukuran.

Apa itu Haze pada HGM-2000?

Haze merupakan fenomena penyebaran cahaya pada permukaan yang dapat membuat pantulan terlihat berkabut atau seperti memiliki lapisan susu. HGM-2000 mengukur gloss sekaligus parameter haze sehingga evaluasi permukaan high-gloss dapat dilakukan secara lebih komprehensif.

Apakah Gloss Meter bisa digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan?

Tidak secara langsung. Gloss Meter mengukur karakteristik pantulan cahaya, sedangkan Surface Roughness Tester digunakan untuk mengukur parameter kekasaran permukaan. Keduanya dapat digunakan bersama dalam QC karena memberikan informasi yang berbeda mengenai kondisi permukaan.

Apakah Gloss Meter LANDTEK mendukung USB atau Bluetooth?

Beberapa model LANDTEK mendukung USB dan sebagian menyediakan Bluetooth sebagai opsi. Fitur konektivitas harus diperiksa berdasarkan model dan konfigurasi unit yang akan dibeli.

Berapa nilai Gloss Unit yang ideal?

Tidak ada satu nilai GU yang ideal untuk semua produk. Nilai target harus ditentukan berdasarkan material, jenis finishing, spesifikasi produk, master sample, standar perusahaan, dan metode pengujian yang digunakan.

Standar apa yang digunakan untuk pengukuran Gloss Meter?

Standar yang umum digunakan antara lain ISO 2813, ASTM D523, ASTM D2457, DIN 67530, dan JIS Z8741, tergantung material dan metode pengujian. ISO 2813:2014 secara khusus mencakup geometri 20°, 60°, dan 85° untuk pengukuran gloss coating.

Rferensi Teknis

  • ISO 2813:2014 — Paints and varnishes — Determination of gloss value at 20°, 60° and 85°.
  • ASTM D523 — Standard Test Method for Specular Gloss.
  • ASTM D2457 — Standard Test Methods for Specular Gloss of Plastic Films and Solid Plastics.
  • Dokumentasi teknis LANDTEK Gloss Meter GM-6, GM-26 dan GM-268.
  • Dokumentasi teknis LANDTEK GM-4, GM-7 dan GM-247.

Dapatkan Jenis-Jenis Gloss Meter & Fungsi Semua Model – Distributor Landtek Indonesia di Penguji.com.
Kami menyediakan produk original, dukungan teknis, layanan konsultasi aplikasi, serta layanan purna jual untuk memenuhi kebutuhan industri di seluruh Indonesia.

“Bersama Pengguna untuk Pengguna.”

Perbandingan Vibration Meter Mitech MV800 vs MV800C: Pilihan Alat Ukur Getaran Terbaik

Perbandingan Vibration Meter Mitech MV 800 vs MV 800C: Pilihan Alat Ukur Getaran Terbaik Getaran pada mesin sering kali menjadi salah satu indikasi awal adanya perubahan kondisi mekanis. Motor, bearing, gearbox, pompa, kipas, mesin bubut, maupun peralatan rotary lainnya dapat menghasilkan pola getaran yang berbeda ketika terjadi ketidakseimbangan, kelonggaran, ketidakselarasan,

Read More »

Mengenal Coating Thickness Meter Mitech MCT200: Alat Ukur Ketebalan Lapisan Anti-Rusak (NDT)

Mengenal Coating Thickness Meter Mitech MCT200: Alat Ukur Ketebalan Lapisan Anti-Rusak (NDT) Ketebalan lapisan seperti cat, coating pelindung, plating, atau lapisan isolasi sering kali menjadi bagian penting dalam quality control. Lapisan yang terlalu tipis dapat mengurangi perlindungan terhadap korosi, sedangkan lapisan yang terlalu tebal dapat meningkatkan konsumsi material dan biaya

Read More »

Mengenal Mitech MET Series: Portable Eddy Current Flaw Detector untuk Deteksi Retakan & Cacat Logam

Mengenal Mitech MET Series: Portable Eddy Current Flaw Detector untuk Deteksi Retakan & Cacat Logam Pada proses manufaktur, fabrikasi, maintenance, dan inspeksi komponen logam, cacat kecil seperti retakan permukaan, retak fatigue, cacat pada pipa, bearing, poros, atau komponen hasil machining tidak selalu dapat terlihat secara visual. Ketika cacat tersebut lolos

Read More »

Rekomendasi Portable Magnetic Particle Flaw Detector Mitech: Alat NDT Deteksi Keretakan Besi Terbaik

Rekomendasi Portable Magnetic Particle Flaw Detector Mitech: Alat NDT Deteksi Keretakan Besi Terbaik Dalam proses inspeksi komponen logam, tidak semua kerusakan dapat diketahui hanya dengan melihat kondisi permukaan secara visual. Retak rambut, crack pada area las, fatigue crack, cacat akibat forging, quenching, atau indikasi diskontinuitas di dekat permukaan dapat berukuran

Read More »

Cara Mengukur Kekerasan Permukaan Sand Mould pada Proses Pengecoran Logam

Cara Mengukur Kekerasan Permukaan Sand Mould pada Proses Pengecoran Logam Dalam proses pengecoran logam menggunakan sand mould atau cetakan pasir, kualitas cetakan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberhasilan hasil cor. Cetakan yang terlalu lunak dapat mengalami perubahan bentuk, erosi, atau kerusakan ketika terkena aliran logam cair. Sebaliknya, cetakan yang

Read More »
Scroll to Top