Perbandingan Vibration Meter Mitech MV 800 vs MV 800C: Pilihan Alat Ukur Getaran Terbaik
Getaran pada mesin sering kali menjadi salah satu indikasi awal adanya perubahan kondisi mekanis. Motor, bearing, gearbox, pompa, kipas, mesin bubut, maupun peralatan rotary lainnya dapat menghasilkan pola getaran yang berbeda ketika terjadi ketidakseimbangan, kelonggaran, ketidakselarasan, masalah bearing, kerusakan gear, atau perubahan kondisi mekanis lainnya. Karena itu, pemeriksaan getaran tidak hanya dilakukan ketika mesin sudah mengalami kerusakan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari inspeksi rutin dan preventive maintenance.
Salah satu tantangan di lapangan adalah menentukan Vibration Meter yang sesuai dengan cara inspeksi yang dilakukan. Tidak semua teknisi membutuhkan vibration analyzer dengan analisis spektrum yang kompleks. Untuk quick check dan preventive check, alat yang dapat membaca acceleration, velocity, dan displacement secara langsung sering kali lebih praktis. MITECH menyediakan dua model portable yang banyak digunakan untuk kebutuhan tersebut, yaitu MV 800 Portable Vibration Meter dan MV 800C Portable Vibration Meter.
Keduanya memiliki kemampuan pengukuran tiga parameter getaran dengan rentang frekuensi 10 Hz hingga 10 kHz dan akurasi pengukuran ±5% dari nilai terukur. Keduanya juga dirancang untuk inspeksi mesin rotary secara langsung di lapangan. Namun, ketika memilih antara MV 800 dan MV 800C, konfigurasi transducer serta kebutuhan penggunaan probe perlu diperhatikan.
Ketika Getaran Mesin Mulai Berubah
Bayangkan sebuah motor produksi yang selama beberapa bulan beroperasi normal. Operator kemudian mulai merasakan suara mesin sedikit berbeda atau teknisi melihat adanya peningkatan getaran pada housing motor. Mesin masih dapat bekerja dan belum menunjukkan kerusakan yang jelas, sehingga menghentikan produksi hanya berdasarkan suara atau perasaan operator tentu bukan pendekatan yang ideal.
Di sinilah pengukuran getaran menjadi penting. Teknisi dapat melakukan pemeriksaan pada beberapa titik mesin dan mendapatkan nilai numerik berupa acceleration, velocity, dan displacement. Hasil tersebut kemudian dapat dibandingkan dengan data sebelumnya, kondisi operasi mesin, atau kriteria evaluasi yang digunakan perusahaan.
Pada pemeriksaan rutin, tujuan utamanya bukan selalu melakukan analisis kerusakan sampai tingkat akar masalah, tetapi mendapatkan data kondisi mesin yang objektif sehingga perubahan dapat diketahui lebih awal.
Getaran Terasa, Tetapi Tidak Ada Data Angka
Masalah yang sering terjadi dalam inspeksi lapangan adalah teknisi mengetahui bahwa mesin “bergetar lebih besar”, tetapi tidak memiliki data kuantitatif untuk mengetahui seberapa besar perubahan tersebut.
Pengamatan visual dan pendengaran dapat membantu sebagai indikasi awal, tetapi tidak cukup untuk dijadikan satu-satunya dasar evaluasi kondisi mesin. Getaran yang berasal dari ketidakseimbangan rotor, kelonggaran mounting, masalah bearing, gear atau kondisi mekanis lainnya dapat memiliki karakteristik berbeda.
Dengan vibration meter, perubahan tersebut dapat diterjemahkan menjadi nilai pengukuran. MITECH MV 800 dan MV 800C dapat digunakan untuk mengukur tiga parameter utama, yaitu acceleration dalam m/s², velocity dalam mm/s, dan displacement dalam mm.
Getaran Mesin Tidak Hanya Mempunyai Satu Karakter
Getaran mesin dapat muncul dari berbagai sumber. Ketidakseimbangan rotor, misalignment, bearing yang mulai mengalami masalah, dudukan yang longgar, kerusakan gear, maupun resonansi dapat memberikan respons getaran yang berbeda.
Karena itu, MITECH MV 800/MV 800C menyediakan pemilihan rentang frekuensi LOW dan HIGH. Manual MITECH menjelaskan bahwa pemeriksaan frekuensi rendah dan tinggi dapat membantu teknisi membedakan karakter getaran. Pada rentang 10 Hz–1 kHz, long probe dapat digunakan untuk respons frekuensi rendah, sedangkan short probe digunakan untuk frekuensi yang lebih tinggi hingga 10 kHz.
contoh interpretasi troubleshooting: apabila nilai low frequency lebih tinggi dibanding high frequency, indikasi getaran frekuensi rendah dapat berkaitan dengan kondisi seperti rotor imbalance, bearing bend, bearing tidak terpusat, atau base yang longgar. Sebaliknya, peningkatan signifikan pada komponen frekuensi tinggi dapat mengarah pada kondisi seperti deteriorasi rolling bearing atau kerusakan gigi gear. Interpretasi tersebut tetap perlu dikaitkan dengan kondisi mesin dan metode diagnosis yang digunakan, bukan dianggap sebagai diagnosis otomatis alat.
Getaran yang Tidak Dipantau Dapat Menjadi Masalah Maintenance
Ketika perubahan getaran tidak dicatat, teknisi kehilangan salah satu parameter penting untuk memantau perubahan kondisi mesin. Padahal, data getaran dapat digunakan sebagai bagian dari condition monitoring dan preventive maintenance.
Contohnya, sebuah mesin mungkin masih beroperasi normal hari ini. Namun apabila hasil pengukuran vibration meter menunjukkan kecenderungan peningkatan dibandingkan baseline sebelumnya, teknisi dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum kondisi berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Itulah alasan vibration meter portable seperti MITECH MV 800 dan MV 800C lebih tepat dilihat sebagai alat screening dan condition checking, bukan sebagai pengganti vibration analyzer yang melakukan spectrum analysis secara lengkap.
KEBUTUHAN DATA: Parameter Apa yang Harus Diukur?
Sebelum membeli vibration meter, teknisi sebaiknya menentukan data apa yang benar-benar dibutuhkan. Untuk inspeksi umum mesin rotary, tiga parameter berikut memiliki fungsi yang berbeda:
| Parameter | Satuan | Informasi yang Diperoleh |
|---|---|---|
| Acceleration | m/s² | Menunjukkan percepatan getaran dan berguna terutama ketika memperhatikan komponen getaran frekuensi lebih tinggi. |
| Velocity | mm/s | Sering digunakan sebagai parameter praktis untuk menilai tingkat getaran mesin secara umum. |
| Displacement | mm | Menunjukkan besar perpindahan akibat getaran. |
MITECH MV 800 dan MV 800C mampu membaca ketiga parameter tersebut. Manual MITECH menyebutkan bahwa hasil pengukuran dapat dibandingkan dengan ISO 2372 untuk membantu menilai kondisi operasi perangkat, sedangkan interpretasi akhir tetap harus mempertimbangkan jenis mesin, kondisi operasi, titik pengukuran, dan standar/prosedur yang digunakan.
Bagaimana MV 800 dan MV 800C Membaca Getaran?
Prinsip dasar kedua vibration meter menggunakan piezoelectric transducer. Pada MV800C, manual menjelaskan penggunaan kombinasi quartz crystal dan PZT piezoelectric effect. Getaran mekanis diterima oleh transducer akselerasi kemudian diubah menjadi sinyal listrik yang diproses oleh rangkaian elektronik sebelum ditampilkan sebagai acceleration, velocity, dan displacement pada layar.

Hal yang menarik untuk teknisi adalah metode pemasangan sensor. Manual MV800C menyediakan beberapa pilihan penggunaan probe. Short probe digunakan untuk mendapatkan respons yang lebih andal pada rentang frekuensi tinggi, sedangkan long probe 8 cm dapat digunakan ketika short probe sulit digunakan dan memberikan respons yang baik pada frekuensi rendah 10 Hz–1 kHz. Pada permukaan yang mempunyai koneksi baik dengan sensor, pengukuran juga dapat dilakukan tanpa probe tertentu, tetapi kondisi kontak sensor dengan workpiece sangat berpengaruh terhadap respons frekuensi.
Portable Vibration Meter untuk Quick Check Mesin
Untuk teknisi maintenance yang membutuhkan pemeriksaan cepat di lapangan, pendekatan yang praktis adalah membawa vibration meter portable ke titik pengukuran, menentukan parameter yang ingin dibaca, memilih rentang frekuensi yang sesuai, kemudian mencatat hasil pengukuran.

MITECH MV 800 dan MV 800C dirancang dengan konsep tersebut. Unitnya berukuran relatif ringkas, menggunakan display LCD 3-digit, sampling period 1 detik, serta memiliki baterai 6F22 9V dengan waktu penggunaan kontinu sekitar 30 jam. Rentang frekuensinya 10 Hz–10 kHz dengan akurasi pengukuran ±5% dari nilai terukur.
PERBANDINGAN MITECH MV 800 VS MV 800C
| Spesifikasi / Fitur | MITECH MV 800 | MITECH MV 800C |
|---|---|---|
| Jenis alat | Portable Vibration Meter | Portable Vibration Meter |
| Parameter pengukuran | Acceleration, Velocity, Displacement | Acceleration, Velocity, Displacement |
| Rentang acceleration | 0,1–199,9 m/s² | 0,1–199,9 m/s² |
| Rentang velocity | 0,1–19.939 mm/s | 0,1–19.939 mm/s |
| Rentang displacement | 0,001–1,999 mm | 0,001–1,999 mm |
| Rentang frekuensi | 10 Hz–10 kHz | 10 Hz–10 kHz |
| Akurasi pengukuran | ±5% measured value | ±5% measured value |
| Indication error | ±2 | ±2 |
| Sampling period | 1 detik | 1 detik |
| Display | 3-digit semi liquid crystal display | 3-digit semi liquid crystal display |
| Vibration pickup | Transducer akselerasi; konfigurasi sensor/probe terpisah pada data MV800 | Integrated ring acceleration transducer |
| Frequency selection | LOW / HIGH | LOW / HIGH |
| Output signal | AC 2 V peak pada full measurement di atas 10 kHz | AC 2 V peak pada full measurement di atas 10 kHz |
| Battery | 6F22 9V | 6F22 9V |
| Battery life | ±30 jam continuous use | ±30 jam continuous use |
| Dimensi | 185 × 68 × 30 mm | 185 × 68 × 30 mm |
| Fungsi tambahan | Signal output untuk earphone/oscillometer | Signal output untuk earphone/oscillometer |
Data MV800 yang tersedia menunjukkan penggunaan separated charge-amplifier dan built-in acceleration transducer, sedangkan MV800C tercantum menggunakan integrated ring acceleration transducer. Parameter pengukuran utama keduanya sangat berdekatan, sehingga pemilihan model sebaiknya tidak hanya berdasarkan angka range, tetapi juga berdasarkan konfigurasi sensor dan metode inspeksi yang dibutuhkan.
Perbedaan Penting MV 800 dan MV 800C yang Perlu Diperhatikan
1. Konfigurasi transducer
MV800 tercantum dengan konfigurasi separated charge-amplifier and built-in acceleration transducer, sedangkan MV800C menggunakan integrated ring acceleration transducer. Perbedaan konfigurasi ini lebih relevan bagi teknisi yang sering melakukan pengukuran dengan kondisi akses dan titik ukur yang berbeda.
2. Probe untuk kondisi pengukuran berbeda
Manual MV800C menjelaskan penggunaan short probe dan long probe. Short probe direkomendasikan ketika membutuhkan respons yang lebih andal pada rentang 10 Hz–10 kHz, sedangkan long probe 8 cm dapat digunakan ketika titik pengukuran sulit dijangkau menggunakan short probe dan terutama memberikan respons yang baik pada rentang 10 Hz–1 kHz.
3. Fungsi monitoring melalui signal output
Keduanya tidak hanya menampilkan angka pada display. Signal output dapat dihubungkan ke perangkat seperti oscillometer untuk membantu monitoring dan recording sinyal getaran. Dengan optional earphone, sinyal getaran juga dapat didengarkan seperti fungsi stethoscope elektronik.
4. LOW dan HIGH frequency
Pemilihan LOW/HIGH frequency membantu pemeriksaan karakter getaran. Ini menjadi fitur yang cukup berguna ketika vibration meter digunakan bukan hanya untuk mencatat angka, tetapi juga sebagai bagian dari pemeriksaan awal kondisi bearing, gear, motor, fan, atau mesin rotary lainnya.
Konfigurasi Probe dan Optional Accessories
Salah satu bagian yang penting tetapi sering terlewat ketika memilih vibration meter adalah konfigurasi aksesori. Pada konfigurasi MV800C yang tercantum dalam manual, short probe merupakan konfigurasi standar, sedangkan long probe, earphone, sheathe, dan cable signal line tercantum sebagai konfigurasi optional.

| Komponen | Status pada konfigurasi MV800C | Fungsi |
|---|---|---|
| Main unit | Standard | Unit utama untuk pemrosesan dan display hasil pengukuran. |
| Short probe | Standard | Probe untuk pengukuran dengan respons frekuensi yang lebih andal, terutama ketika pengukuran membutuhkan rentang hingga frekuensi tinggi. |
| Long probe 8 cm | Optional | Membantu pengukuran pada titik yang sulit dijangkau; responsnya baik pada frekuensi rendah 10 Hz–1 kHz. |
| Earphone | Optional | Mendengarkan sinyal getaran melalui output audio. |
| Sheathe | Optional | Pelindung/aksesori penyimpanan unit. |
| Cable signal line | Optional | Menghubungkan signal output dengan perangkat eksternal seperti oscillometer. |
Bagaimana Memilih MV 800 atau MV 800C?
Pertanyaan yang lebih tepat bukan sekadar “mana yang lebih bagus?”, tetapi model mana yang lebih sesuai dengan metode inspeksi Anda?
| Kebutuhan Pengguna | Pertimbangan Model |
|---|---|
| Quick check mesin rotary | MV800 maupun MV800C dapat digunakan. |
| Mengukur acceleration, velocity dan displacement | Keduanya mendukung tiga parameter tersebut. |
| Membutuhkan pengukuran 10 Hz–10 kHz | Keduanya memiliki rentang frekuensi 10 Hz–10 kHz. |
| Pengukuran pada titik yang sulit dijangkau | Perhatikan kebutuhan long probe. |
| Pengukuran frekuensi tinggi | Perhatikan penggunaan short probe dan teknik kontak sensor. |
| Ingin mendengarkan sinyal getaran | Gunakan optional earphone melalui signal output. |
| Ingin menghubungkan sinyal ke alat eksternal | Perhatikan optional signal cable dan perangkat monitoring yang kompatibel. |
| Inspeksi rutin banyak mesin | Fokus pada ergonomi, konfigurasi sensor, akses titik ukur dan prosedur pencatatan data. |
MITECH MV 800 Portable Vibration Meter
MITECH MV 800 merupakan portable vibration meter untuk pemeriksaan getaran mesin rotary. Alat ini dirancang untuk mengukur acceleration, velocity, dan displacement, serta memiliki rentang frekuensi 10 Hz–10 kHz. Data yang tersedia untuk MV800 juga menunjukkan penggunaan sensor akselerasi dan desain terpisah antara bagian sensor/transducer dan unit pengolahnya.

Model ini sesuai dipertimbangkan ketika kebutuhan utama adalah mendapatkan data getaran secara langsung di lapangan pada mesin seperti motor, bearing, gear, fan, mesin produksi dan peralatan rotary lainnya.
MITECH MV 800C Portable Vibration Meter
MITECH MV 800C menggunakan integrated ring acceleration transducer dan menyediakan pengukuran acceleration, velocity, serta displacement. Alat ini mempunyai rentang frekuensi 10 Hz–10 kHz, akurasi ±5% measured value, sampling period 1 detik, dan battery life sekitar 30 jam penggunaan kontinue.

MV800C juga menyediakan pemilihan frequency LOW/HIGH dan signal output. Dengan konfigurasi probe yang sesuai, alat dapat digunakan untuk pemeriksaan getaran pada berbagai titik mesin, termasuk kondisi ketika short probe sulit digunakan dan diperlukan long probe.
CARA PENGGUNAAN MITECH MV 800 / MV 800C
1. Pasang baterai
Gunakan baterai 6F22 9V sesuai konfigurasi alat. Pastikan kondisi baterai mencukupi sebelum melakukan inspeksi.
2. Tentukan titik pengukuran
Tentukan titik pengukuran pada housing mesin yang relevan, misalnya area bearing housing. Usahakan titik pengukuran konsisten sehingga hasil antarperiode dapat dibandingkan.
3. Pilih probe yang sesuai
Untuk frekuensi rendah 10 Hz–1 kHz, long probe dapat digunakan ketika short probe sulit diterapkan. Untuk frekuensi tinggi, short probe memberikan respons yang lebih sesuai. Manual MITECH juga menjelaskan bahwa kondisi kontak sensor dengan permukaan benda kerja berpengaruh terhadap respons frekuensi.
4. Tempatkan sensor dengan benar
Posisi sensor perlu dijaga agar kontak dengan permukaan pengukuran stabil. Manual menyebutkan bahwa tekanan pada probe sebaiknya berada sekitar 5–10 N dan posisi probe perlu diperhatikan agar tetap tegak terhadap permukaan pengukuran.
5. Pilih parameter
Gunakan tombol parameter untuk memilih Acceleration, Speed/Velocity, atau Displacement sesuai data yang ingin diperoleh.
6. Pilih rentang frekuensi
Gunakan frequency key untuk memilih LOW atau HIGH. Pemilihan ini penting ketika teknisi ingin melihat karakter getaran pada rentang frekuensi yang berbeda.
7. Lakukan pengukuran
Tekan measurement key dan pertahankan posisi sensor tetap stabil. Setelah nilai stabil, lepaskan tombol dan catat hasil pengukuran. Manual MV800C menyebutkan sampling period sekitar 1 detik dan prosedur pembacaan dilakukan setelah nilai stabil.
8. Bandingkan hasil
Jangan hanya melihat satu hasil pengukuran. Untuk preventive maintenance, lebih bermanfaat apabila hasil dicatat secara berkala pada titik yang sama sehingga perubahan kondisi dapat diketahui dari waktu ke waktu.
Tips Agar Hasil Pengukuran Vibration Meter Lebih Konsisten
- Gunakan titik pengukuran yang sama untuk setiap inspeksi.
- Pastikan permukaan kontak sensor bersih dan cukup baik.
- Gunakan probe yang sesuai dengan rentang frekuensi dan akses titik pengukuran.
- Jaga arah probe tetap konsisten.
- Hindari tekanan probe yang berubah-ubah secara ekstrem.
- Catat kondisi mesin saat pengukuran, termasuk kecepatan putaran dan kondisi operasi jika tersedia.
- Bandingkan hasil dengan baseline mesin, data historis, atau standar evaluasi yang digunakan perusahaan.
- Jangan menjadikan satu angka vibration meter sebagai satu-satunya dasar untuk menentukan kerusakan komponen.
MV 800 vs MV 800C: Mana yang Sesuai?
Jika kebutuhan Anda adalah portable vibration meter untuk quick check dan preventive inspection, baik MV800 maupun MV800C memiliki kemampuan dasar yang sangat mirip: mengukur acceleration, velocity dan displacement pada rentang 10 Hz–10 kHz dengan akurasi ±5% measured value.
Perhatian utama sebaiknya diarahkan pada konfigurasi transducer, probe, akses titik pengukuran, serta kebutuhan optional accessories. MV800 memiliki data konfigurasi sensor/transducer yang terpisah, sedangkan MV800C menggunakan integrated ring acceleration transducer. Untuk pengguna yang sering menghadapi variasi posisi pengukuran, keberadaan long probe dan pemahaman penggunaan short probe menjadi faktor yang lebih penting daripada sekadar membandingkan angka measurement range.
Dengan demikian, pemilihan vibration meter sebaiknya dimulai dari jenis mesin, titik pengukuran, rentang frekuensi, parameter yang diperlukan, metode pencatatan, dan kebutuhan aksesori. Dari sana baru ditentukan apakah konfigurasi MV800 atau MV800C lebih sesuai dengan prosedur inspeksi yang digunakan.
FAQ Vibration Meter MITECH MV 800 dan MV 800C
1. Apa fungsi MITECH MV 800 dan MV 800C?
MITECH MV800 dan MV800C merupakan portable vibration meter yang digunakan untuk mengukur getaran mesin rotary. Parameter yang dapat diukur meliputi acceleration, velocity, dan displacement.
2. Apa perbedaan MV800 dan MV800C?
Perbedaan yang perlu diperhatikan terutama berada pada konfigurasi transducer/sensor. Data MV800 mencantumkan separated charge-amplifier dan built-in acceleration transducer, sedangkan MV800C menggunakan integrated ring acceleration transducer. Parameter utama dan rentang pengukuran keduanya sangat mirip.
3. Apakah MV800 dan MV800C bisa mengukur acceleration?
Ya. Rentang acceleration yang tercantum adalah 0,1–199,9 m/s² dengan peak value berdasarkan nilai efektif × √2.
4. Apakah MITECH MV800 bisa mengukur velocity?
Ya. Rentang velocity yang tercantum adalah 0,1–19.939 mm/s.
5. Apakah MITECH MV800C bisa mengukur displacement?
Ya. Rentang displacement adalah 0,001–1,999 mm dengan keterangan peak-to-peak berdasarkan nilai efektif × 2√2.
6. Berapa rentang frekuensi MV800 dan MV800C?
Kedua model memiliki rentang frekuensi 10 Hz–10 kHz. Sistem menyediakan pilihan LOW dan HIGH frequency untuk membantu pemeriksaan karakter getaran.
7. Berapa akurasi MITECH MV800C?
Akurasi pengukuran yang tercantum dalam manual adalah ±5% dari nilai terukur, dengan indication error ±2.
8. Apakah MV800C mempunyai long probe?
Long probe tercantum sebagai optional configuration pada manual MV800C. Probe sepanjang sekitar 8 cm digunakan ketika short probe sulit digunakan dan memberikan respons yang baik pada frekuensi rendah 10 Hz–1 kHz.
9. Apa fungsi short probe pada vibration meter?
Short probe digunakan untuk mendapatkan respons pengukuran yang lebih andal, terutama ketika pengukuran melibatkan frekuensi tinggi. Manual MITECH menyebutkan short probe diperlukan untuk rentang 10 Hz–10 kHz dan lebih reliable dibanding penggunaan long probe pada frekuensi tinggi.
10. Apakah MV800/MV800C dapat digunakan untuk memeriksa bearing?
Ya. MITECH menyebutkan penggunaan vibration meter ini untuk quick check dan preventive check pada bearing, gear, motor, fan, lathe, dan berbagai mesin rotary lainnya. Namun, hasil pengukuran harus diinterpretasikan bersama kondisi mesin dan prosedur diagnosis yang sesuai.
11. Apakah MV800 dan MV800C termasuk vibration analyzer?
Keduanya lebih tepat dikategorikan sebagai portable vibration meter untuk pengukuran dan screening kondisi getaran. Keduanya tidak menggantikan vibration analyzer yang membutuhkan analisis spectrum dan diagnosis frekuensi secara lebih mendalam.
12. Apakah vibration meter dapat digunakan untuk predictive maintenance?
Ya, vibration meter dapat menjadi salah satu alat untuk condition monitoring dan preventive/predictive maintenance. Penggunaannya menjadi lebih efektif apabila hasil pengukuran dicatat secara berkala dan dibandingkan dengan baseline atau data historis mesin.
13. Apakah hasil vibration meter dapat dibandingkan dengan ISO 2372?
Manual MITECH menyatakan bahwa nilai pengukuran dapat dibandingkan dengan ISO 2372 untuk membantu menilai kondisi operasi perangkat. Dalam penerapannya, klasifikasi mesin, kondisi operasi, titik pengukuran, dan standar yang digunakan perlu diperhatikan.
14. Apakah MV800C dapat mengeluarkan sinyal getaran?
Ya. MV800C mempunyai signal output. Manual menyebutkan bahwa output tersebut dapat dihubungkan ke oscillometer untuk monitoring/recording dan ke earphone untuk mendengarkan sinyal getaran. Earphone dan signal cable tercantum sebagai konfigurasi optional.
15. Di mana membeli MITECH MV800 dan MV800C di Indonesia?
Untuk kebutuhan pengadaan alat ukur getaran MITECH, spesifikasi, kelengkapan probe, optional accessories, harga, dan kebutuhan aplikasi dapat dikonsultasikan terlebih dahulu agar konfigurasi alat sesuai dengan metode inspeksi yang akan dilakukan.
Kesimpulan
MITECH MV800 dan MV800C sama-sama dirancang sebagai portable vibration meter untuk membantu teknisi mendapatkan data getaran mesin secara cepat. Keduanya mampu mengukur acceleration, velocity, dan displacement dengan rentang frekuensi 10 Hz–10 kHz dan akurasi ±5% measured value.
Yang perlu diperhatikan ketika memilih bukan hanya angka range pengukuran, tetapi juga konfigurasi transducer, jenis probe, akses titik pengukuran, frekuensi yang ingin diperiksa, serta kebutuhan optional accessories. MV800 menggunakan konfigurasi sensor/transducer yang berbeda dari MV800C, sementara MV800C mendokumentasikan penggunaan integrated ring acceleration transducer serta pilihan short probe dan long probe untuk kondisi pengukuran yang berbeda.
Jika kebutuhan Anda adalah pemeriksaan rutin motor, bearing, gearbox, fan, pompa, mesin produksi, atau mesin rotary lainnya, vibration meter seperti MV800 atau MV800C dapat menjadi instrumen praktis untuk memperoleh data awal kondisi getaran sebelum dilakukan pemeriksaan lanjutan.
Butuh bantuan menentukan MV800 atau MV800C berdasarkan jenis mesin, titik pengukuran, rentang frekuensi, dan kebutuhan probe? Hubungi tim Penguji.com untuk konsultasi spesifikasi dan konfigurasi alat yang sesuai dengan aplikasi Anda.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dari insinyur atau tenaga Ahli NDT bersertifikat. Selalu rujuk pada spesifikasi teknis produk dan standar industri yang berlaku untuk aplikasi spesifik Anda.





