Polarimeter Otomatis Dual Range LED WSG-2D & WSG-3D Alat Ukur Rotasi Optik Lab
Saat sebuah bahan memiliki kemampuan memutar bidang polarisasi cahaya, perubahan tersebut dapat memberikan informasi penting mengenai karakteristik optiknya. Pengukuran seperti ini membutuhkan instrumen yang mampu membaca sudut rotasi secara presisi, terutama ketika hasil pengujian digunakan sebagai bagian dari pemeriksaan laboratorium, kontrol kualitas, maupun analisis bahan yang mengandung senyawa optis aktif.
Polarimeter Otomatis Dual Range LED WSG-2D & WSG-3D dirancang untuk kebutuhan tersebut. Instrumen ini digunakan untuk mengukur rotasi optik dengan dua sistem pembacaan, yaitu sudut rotasi dalam satuan derajat (°) dan skala gula °Z. Dengan rentang hingga ±120°Z, alat ini juga dapat digunakan untuk pengukuran yang berkaitan dengan sampel gula.
Kedua model menggunakan sumber cahaya LED dengan light filter, mempunyai output data RS232, serta menggunakan sistem pengukuran otomatis. Perbedaan utama WSG-2D dan WSG-3D terdapat pada resolusi pembacaan, akurasi, repeatability, serta kemampuan menangani transparansi sampel.
Apa Itu Polarimeter?
Polarimeter adalah instrumen laboratorium yang digunakan untuk mengukur besarnya rotasi bidang cahaya terpolarisasi ketika melewati suatu bahan. Fenomena ini disebut rotasi optik dan umumnya terjadi pada material yang memiliki sifat optis aktif.
Hasil pengukuran biasanya dinyatakan dalam satuan derajat (°). Untuk aplikasi tertentu, terutama yang berkaitan dengan industri gula, hasil dapat dinyatakan menggunakan skala derajat Z (°Z).
Karena nilai rotasi dapat menjadi parameter analisis suatu bahan, polarimeter banyak digunakan pada pekerjaan laboratorium yang membutuhkan pengukuran optik secara konsisten. Ketelitian instrumen menjadi penting ketika perubahan nilai yang diamati relatif kecil.
WSG-2D dan WSG-3D sebagai Dual Range Automatic Polarimeter
WSG-2D dan WSG-3D memiliki dual measuring range, yaitu ±45° untuk pengukuran rotasi optik dan ±120°Z untuk pengukuran pada skala gula.
Konsep dual range ini membuat instrumen dapat digunakan untuk lebih dari satu kebutuhan pengukuran tanpa harus menggunakan alat yang berbeda untuk setiap skala. Pengguna dapat menyesuaikan pembacaan dengan karakteristik pengujian yang dilakukan.
| Parameter | WSG-2D | WSG-3D |
|---|---|---|
| Rentang Rotasi Optik | ±45° | ±45° |
| Rentang Skala Gula | ±120°Z | ±120°Z |
| Minimum Scale | ±0.005° ; ±0.01°Z | ±0.001° ; ±0.01°Z |
| Akurasi Rotasi Optik | ±0.01° + Measure Value × 0.05% | ±0.01° + Measure Value × 0.03% |
| Akurasi Skala Gula | ±0.03°Z + Measure Value × 0.05% | ±0.03°Z + Measure Value × 0.03% |
| Repeatability | ≤0.007° ; ≤0.02°Z | ≤0.002° ; ≤0.02°Z |
| Transparansi Sampel | ≥10% | ≥1% |
Memahami Rentang Pengukuran ±45° dan ±120°Z
Salah satu spesifikasi penting pada polarimeter adalah measuring range. WSG-2D dan WSG-3D mempunyai rentang rotasi optik sebesar ±45°. Tanda plus dan minus menunjukkan bahwa instrumen dapat membaca rotasi pada dua arah.
Selain itu, tersedia rentang ±120°Z yang ditujukan untuk pembacaan pada skala gula. Dengan demikian, pengguna tidak hanya memperoleh hasil pengukuran dalam satuan sudut optik, tetapi juga dapat melakukan pengukuran yang menggunakan skala gula sesuai kebutuhan aplikasi.
Minimum Scale WSG-2D dan WSG-3D
Perbedaan yang cukup penting antara kedua model terlihat pada minimum scale. WSG-2D memiliki minimum scale sebesar ±0.005°, sedangkan WSG-3D mencapai ±0.001°.
Minimum scale menunjukkan skala terkecil yang dapat ditampilkan atau dibaca oleh instrumen. Semakin kecil nilai skala tersebut, semakin halus pembacaan sudut yang dapat dilakukan.
Untuk skala gula, kedua model mempunyai minimum scale ±0.01°Z.
Dengan spesifikasi tersebut, WSG-3D lebih ditujukan pada kebutuhan yang memerlukan pembacaan rotasi optik dengan resolusi lebih tinggi dibandingkan WSG-2D.
Akurasi Polarimeter WSG-2D & WSG-3D
Akurasi merupakan salah satu parameter utama ketika memilih polarimeter laboratorium. Pada WSG-2D, akurasi pengukuran rotasi optik tercantum sebesar ±0.01° + Measure Value × 0.05%.
WSG-3D mempunyai spesifikasi ±0.01° + Measure Value × 0.03%. Untuk pengukuran skala gula, WSG-2D memiliki akurasi ±0.03°Z + Measure Value × 0.05%, sedangkan WSG-3D sebesar ±0.03°Z + Measure Value × 0.03%.
Format spesifikasi tersebut menunjukkan bahwa batas kesalahan terdiri dari komponen nilai tetap dan komponen yang bergantung pada nilai pengukuran. Karena itu, evaluasi akurasi sebaiknya dilakukan berdasarkan nilai aktual yang sedang diukur, bukan hanya melihat angka toleransi tetapnya.
Repeatability untuk Konsistensi Hasil Pengukuran
Selain akurasi, repeatability juga perlu diperhatikan. Parameter ini menggambarkan seberapa konsisten hasil pengukuran ketika pengukuran dilakukan berulang pada kondisi yang sama.
WSG-2D mempunyai repeatability hingga ≤0.007° untuk rotasi optik dan ≤0.02°Z untuk skala gula. Sementara itu, WSG-3D mempunyai repeatability hingga ≤0.002° untuk rotasi optik dan ≤0.02°Z untuk skala gula.
Perbedaan ini menjadi salah satu pertimbangan ketika instrumen digunakan untuk pengujian yang membutuhkan hasil berulang dengan variasi sekecil mungkin.
Transparansi Sampel: WSG-2D vs WSG-3D
Karakteristik sampel juga memengaruhi kesesuaian sebuah polarimeter. Salah satu spesifikasi yang perlu diperhatikan adalah sample transparency.
WSG-2D mempunyai persyaratan transparansi sampel minimum ≥10%, sedangkan WSG-3D tercantum mampu menangani sampel dengan transparansi minimum ≥1%.
Secara praktis, spesifikasi tersebut menjadi pertimbangan ketika sampel yang akan diuji tidak memiliki tingkat kejernihan yang tinggi. WSG-3D menawarkan batas transparansi minimum yang lebih rendah, sehingga spesifikasinya lebih sesuai untuk kebutuhan pengukuran pada sampel dengan tingkat transparansi yang lebih rendah, selama karakteristik sampel masih berada dalam kondisi pengukuran yang ditentukan.
Sumber Cahaya LED dengan Light Filter
WSG-2D dan WSG-3D menggunakan LED + Light Filter sebagai sistem sumber cahaya. Penggunaan LED memberikan sumber pencahayaan yang dirancang untuk kebutuhan instrumen secara konsisten.
Sistem filter cahaya menjadi bagian penting dari sistem optik karena cahaya yang digunakan harus sesuai dengan prinsip pengukuran polarimetri. Spesifikasi sumber cahaya juga perlu diperhatikan ketika alat digunakan secara rutin di laboratorium.
Produsen mencantumkan umur sumber cahaya minimum 20.000 jam. Angka tersebut memberikan gambaran mengenai masa penggunaan sumber cahaya sebelum membutuhkan perhatian atau penggantian berdasarkan kondisi operasional alat.
Output Data RS232
Untuk kebutuhan dokumentasi atau integrasi dengan perangkat lain, kedua model menyediakan RS232 data output.
Koneksi RS232 memungkinkan data pengukuran dikirimkan ke perangkat eksternal yang kompatibel. Fitur ini dapat membantu ketika hasil pengukuran perlu dicatat, dipindahkan, atau diproses lebih lanjut menggunakan sistem dokumentasi laboratorium.
Dalam lingkungan kerja yang melakukan banyak pengujian, kemampuan output data dapat membantu mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual, terutama apabila sistem komputer atau perangkat penerima telah disiapkan untuk komunikasi melalui RS232.
Spesifikasi Umum WSG-2D dan WSG-3D
| Spesifikasi | Keterangan |
|---|---|
| Model | WSG-2D / WSG-3D |
| Measuring Range | ±45° ; ±120°Z (For Sugar) |
| Light Source | LED + Light Filter |
| Light Life | Minimum 20.000 jam |
| Power Supply | AC 220 ±22V, 50Hz ±1Hz, 100W; AC 110V / 60Hz |
| Data Output | RS232 |
| Net Weight | 28 kg |
| Dimensions | 72 × 44 × 35 cm |
Perbedaan WSG-2D dan WSG-3D
Jika kedua model dibandingkan berdasarkan spesifikasi yang tersedia, keduanya memiliki rentang pengukuran yang sama, yaitu ±45° dan ±120°Z. Perbedaan utama terdapat pada kemampuan pembacaan rotasi optik dan karakteristik sampel.
| Parameter | WSG-2D | WSG-3D |
|---|---|---|
| Minimum Scale Rotasi | ±0.005° | ±0.001° |
| Minimum Scale °Z | ±0.01°Z | ±0.01°Z |
| Akurasi Rotasi | ±0.01° + Measure Value × 0.05% | ±0.01° + Measure Value × 0.03% |
| Akurasi °Z | ±0.03°Z + Measure Value × 0.05% | ±0.03°Z + Measure Value × 0.03% |
| Repeatability Rotasi | ≤0.007° | ≤0.002° |
| Repeatability °Z | ≤0.02°Z | ≤0.02°Z |
| Sample Transparency | ≥10% | ≥1% |
Bagaimana Memilih WSG-2D atau WSG-3D?
Pemilihan model sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan pengujian, bukan hanya berdasarkan nama model. Jika pekerjaan laboratorium membutuhkan pengukuran rotasi optik dengan spesifikasi minimum scale ±0.005° dan sampel mempunyai transparansi minimum 10%, WSG-2D dapat menjadi salah satu pilihan berdasarkan spesifikasi tersebut.
Sementara itu, apabila kebutuhan pengujian mengarah pada resolusi yang lebih tinggi, WSG-3D mempunyai minimum scale rotasi hingga ±0.001°, repeatability hingga ≤0.002°, serta spesifikasi transparansi sampel minimum ≥1%.
Untuk pengujian skala gula, kedua model sama-sama mempunyai rentang hingga ±120°Z dan minimum scale ±0.01°Z. Karena itu, pemilihan antara kedua model perlu mempertimbangkan terutama kebutuhan resolusi rotasi, repeatability, dan karakteristik transparansi sampel.
Keunggulan Teknis Polarimeter WSG-2D & WSG-3D
- Dual measuring range untuk rotasi optik dan skala gula.
- Rentang pengukuran hingga ±45° dan ±120°Z.
- Menggunakan sumber cahaya LED dengan light filter.
- Umur sumber cahaya minimum 20.000 jam.
- WSG-3D memiliki minimum scale rotasi hingga ±0.001°.
- WSG-3D memiliki repeatability rotasi hingga ≤0.002°.
- WSG-3D mendukung spesifikasi transparansi sampel minimum ≥1%.
- Tersedia data output RS232 untuk kebutuhan komunikasi data.
- Dapat digunakan untuk kebutuhan pengukuran rotasi optik di laboratorium.
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menggunakan Polarimeter
Hasil pengukuran polarimeter tidak hanya dipengaruhi oleh spesifikasi instrumen. Kondisi sampel, kebersihan wadah atau tabung sampel, persiapan sampel, temperatur, serta prosedur pengukuran juga perlu dikendalikan sesuai metode pengujian yang digunakan.
Sampel yang tidak homogen atau memiliki karakteristik optik yang tidak sesuai dapat menyebabkan hasil pengukuran tidak merepresentasikan kondisi sebenarnya. Oleh sebab itu, spesifikasi sample transparency perlu diperiksa sebelum menentukan model.
Untuk penggunaan laboratorium yang membutuhkan ketertelusuran hasil, prosedur kalibrasi dan verifikasi juga sebaiknya mengikuti metode internal laboratorium atau standar yang berlaku pada aplikasi tersebut.
Kesimpulan
Polarimeter Otomatis Dual Range LED WSG-2D & WSG-3D merupakan instrumen untuk pengukuran rotasi optik dengan dua rentang pembacaan, yaitu ±45° dan ±120°Z untuk skala gula. Keduanya menggunakan sumber cahaya LED dengan light filter, memiliki output RS232, serta dirancang untuk pengukuran otomatis.
WSG-2D menawarkan minimum scale rotasi sebesar ±0.005°, sedangkan WSG-3D mencapai ±0.001°. Pada repeatability rotasi, WSG-2D memiliki nilai hingga ≤0.007°, sementara WSG-3D mencapai ≤0.002°. WSG-3D juga mempunyai spesifikasi transparansi sampel minimum ≥1%, dibandingkan WSG-2D sebesar ≥10%.
Dengan demikian, pemilihan antara WSG-2D dan WSG-3D sebaiknya didasarkan pada kebutuhan resolusi, konsistensi pengukuran, karakteristik sampel, serta metode pengujian yang digunakan. Untuk kebutuhan yang memerlukan pembacaan rotasi lebih detail, spesifikasi WSG-3D memberikan kemampuan pengukuran yang lebih tinggi pada parameter tersebut.
FAQ Polarimeter WSG-2D & WSG-3D
Apa fungsi Polarimeter WSG-2D dan WSG-3D?
WSG-2D dan WSG-3D digunakan untuk mengukur rotasi optik suatu sampel. Instrumen juga menyediakan rentang pengukuran hingga ±120°Z yang ditujukan untuk pengukuran pada skala gula.
Apa yang dimaksud dengan dual range pada polarimeter WSG-2D dan WSG-3D?
Dual range berarti instrumen memiliki dua rentang pembacaan, yaitu ±45° untuk rotasi optik dan ±120°Z untuk skala gula.
Apa perbedaan WSG-2D dan WSG-3D?
Perbedaan utama terdapat pada minimum scale, akurasi, repeatability, dan transparansi sampel. WSG-3D mempunyai minimum scale rotasi hingga ±0.001° dan repeatability hingga ≤0.002°, sedangkan WSG-2D memiliki minimum scale ±0.005° dan repeatability hingga ≤0.007°.
Berapa rentang pengukuran Polarimeter WSG-2D?
WSG-2D mempunyai rentang pengukuran ±45° untuk rotasi optik dan ±120°Z untuk skala gula.
Berapa rentang pengukuran Polarimeter WSG-3D?
WSG-3D mempunyai rentang pengukuran ±45° untuk rotasi optik dan ±120°Z untuk skala gula.
Berapa minimum scale WSG-3D?
WSG-3D mempunyai minimum scale sebesar ±0.001° untuk rotasi optik dan ±0.01°Z untuk skala gula.
Apakah WSG-2D dan WSG-3D dapat digunakan untuk pengukuran gula?
Ya. Kedua model mempunyai rentang pengukuran hingga ±120°Z yang diperuntukkan untuk pengukuran pada skala gula.
Berapa repeatability Polarimeter WSG-2D?
Repeatability WSG-2D adalah hingga ≤0.007° untuk rotasi optik dan ≤0.02°Z untuk skala gula.
Berapa repeatability Polarimeter WSG-3D?
Repeatability WSG-3D adalah hingga ≤0.002° untuk rotasi optik dan ≤0.02°Z untuk skala gula.
Apa sumber cahaya yang digunakan WSG-2D dan WSG-3D?
Kedua model menggunakan sumber cahaya LED + Light Filter dengan umur sumber cahaya minimum yang tercantum sebesar 20.000 jam.
Apakah Polarimeter WSG-2D dan WSG-3D memiliki output data?
Ya. Kedua model dilengkapi RS232 data output untuk komunikasi data dengan perangkat eksternal yang kompatibel.
Berapa ukuran Polarimeter WSG-2D dan WSG-3D?
Ukuran instrumen adalah sekitar 72 × 44 × 35 cm dengan berat bersih sekitar 28 kg.
Berapa kebutuhan power Polarimeter WSG-2D dan WSG-3D?
Spesifikasi daya yang tercantum adalah AC 220 ±22V, 50Hz ±1Hz, 100W dan tersedia spesifikasi AC 110V / 60Hz.
Beli Produk Polarimeter Otomatis Dual Range LED WSG-2D & WSG-3D Alat Ukur Rotasi Optik Lab di penguji.com untuk dapatkan support teknis di Indonesia. Langkah awal untuk bersama visi kami.
” Bersama Pengguna untuk pengguna”.









