Alat Tester Kaca Film Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter UV IR VLT

Info penawaran harga dan pemesanan hubungi:

Alat Tester Kaca Film Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter UV IR VLT

Memilih kaca film tidak cukup hanya dengan melihat warna, tingkat gelap, atau tampilan saat dipasang pada kaca. Yang lebih penting adalah mengetahui seberapa banyak cahaya tampak, ultraviolet, dan infrared yang benar-benar dapat melewati material tersebut. Data pengukuran inilah yang membantu menunjukkan karakteristik performa sebuah kaca film secara lebih objektif.

Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter dirancang untuk kebutuhan tersebut. Alat ini merupakan tester kaca film dengan kemampuan pengukuran spektrum transmisi yang mencakup tujuh parameter, yaitu UV rejection 365nm, IR rejection 940nm, IR rejection 1400nm, Full IR rejection, visible light transmittance 380–760nm, TSER, dan SHGC.

Dengan kombinasi parameter tersebut, LS182 tidak hanya digunakan untuk melihat tingkat kegelapan kaca film. Pengguna juga dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan material dalam meneruskan cahaya tampak, menahan ultraviolet, serta menahan radiasi infrared dan energi matahari.

Mengapa Pengukuran Kaca Film Tidak Cukup Hanya Mengandalkan VLT?

Istilah VLT atau Visible Light Transmittance sering menjadi parameter yang paling mudah ditemukan pada spesifikasi kaca film. VLT menunjukkan persentase cahaya tampak yang dapat melewati material pada rentang panjang gelombang tertentu. Pada LS182, pengukuran visible light berada pada rentang 380–760nm dan mengikuti CIE photopic luminosity function.

Namun, VLT bukan satu-satunya parameter yang menentukan karakteristik kaca film. Dua kaca film dapat memiliki tingkat transmisi cahaya tampak yang serupa, tetapi memberikan hasil yang berbeda ketika diuji terhadap ultraviolet dan infrared.

Karena itu, pengujian yang lebih lengkap perlu melihat beberapa bagian spektrum. UV rejection memberikan informasi mengenai kemampuan material menolak ultraviolet, sedangkan IR rejection menunjukkan kemampuan material menahan radiasi infrared pada panjang gelombang pengujian tertentu.

LS182 memperluas pengukuran tersebut dengan menyediakan pengujian pada 365nm UV, 940nm IR, 1400nm IR, Full IR, TSER dan SHGC. Hasilnya dapat digunakan sebagai data teknis untuk pemeriksaan produk, demonstrasi performa, quality inspection maupun kebutuhan produksi.

Prinsip Kerja Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter

LS182 bekerja dengan memanfaatkan sumber cahaya ultraviolet, visible light, dan infrared untuk memberikan radiasi pada material transparan yang sedang diuji. Sensor kemudian mendeteksi intensitas cahaya sebelum melewati material dan intensitas cahaya yang berhasil melewati material.

Perbandingan antara intensitas cahaya yang diterima sebelum dan sesudah melewati material digunakan untuk menentukan nilai transmisi. Hasil pengukuran kemudian ditampilkan dalam bentuk persentase pada layar instrumen.

Secara sederhana, transmittance menunjukkan persentase energi atau cahaya yang berhasil melewati material. Sebaliknya, rejection rate menunjukkan persentase yang tidak diteruskan oleh material.

Hubungan keduanya dapat dinyatakan sebagai:

Rejection Rate = 100% − Transmittance

Konsep ini penting ketika membaca spesifikasi kaca film. Pada visible light, produsen biasanya menggunakan nilai transmittance atau VLT. Sementara untuk ultraviolet dan infrared, parameter yang umum digunakan adalah rejection rate.

Tujuh Parameter Pengukuran dalam Satu Instrumen

Salah satu karakteristik utama LS182 adalah kemampuannya mengukur tujuh parameter yang berkaitan dengan performa material transparan dan kaca film.

ParameterFungsi Pengukuran
UV Rejection 365nmMengukur tingkat penolakan radiasi ultraviolet pada panjang gelombang 365nm.
IR Rejection 940nmMengukur tingkat penolakan radiasi infrared pada panjang gelombang 940nm.
IR Rejection 1400nmMengukur tingkat penolakan radiasi infrared pada panjang gelombang 1400nm.
Full IR RejectionMenampilkan tingkat penolakan infrared pada pengukuran Full IR sesuai metode instrumen.
Visible Light TransmittanceMengukur transmisi cahaya tampak pada rentang 380–760nm.
TSERMenunjukkan parameter Total Solar Energy Rejected yang berkaitan dengan energi matahari yang ditolak material.
SHGCMenunjukkan Solar Heat Gain Coefficient yang berkaitan dengan total solar transmittance.

VLT 380–760nm untuk Menilai Transmisi Cahaya Tampak

VLT atau Visible Light Transmittance merupakan salah satu parameter penting pada kaca film. Nilai ini menggambarkan seberapa besar cahaya tampak yang dapat melewati material.

LS182 menggunakan rentang 380–760nm untuk pengukuran visible light dan mengacu pada CIE photopic luminosity function. Dengan demikian, pengukuran tidak sekadar melihat satu panjang gelombang tertentu, tetapi berkaitan dengan rentang cahaya tampak yang digunakan dalam karakterisasi material.

Dalam praktiknya, data VLT dapat digunakan ketika melakukan pemeriksaan tingkat transmisi kaca film, membandingkan beberapa material, melakukan quality control, maupun memberikan demonstrasi performa kepada pelanggan.

Pengukuran UV Rejection pada 365nm

Ultraviolet memiliki panjang gelombang lebih pendek dibandingkan cahaya tampak. Pada LS182, pengukuran UV dilakukan pada peak wavelength 365nm.

Hasilnya ditampilkan sebagai UV rejection rate. Semakin tinggi nilai rejection yang terukur, semakin kecil bagian radiasi pada kondisi pengujian tersebut yang diteruskan melalui material.

Parameter ini dapat menjadi salah satu data teknis ketika menguji kaca film kendaraan, kaca bangunan, laminated glass dan material transparan lainnya.

Pengujian IR 940nm, 1400nm dan Full IR

Infrared menjadi parameter penting ketika performa kaca film dikaitkan dengan radiasi matahari dan pengendalian panas. LS182 menyediakan pengukuran infrared pada 940nm dan 1400nm, sekaligus menyediakan parameter Full IR rejection.

Pengukuran pada panjang gelombang yang berbeda memberikan sudut pandang yang lebih luas dibandingkan hanya menggunakan satu titik pengukuran infrared. Hal ini membuat LS182 lebih sesuai untuk kebutuhan karakterisasi dan perbandingan material yang membutuhkan data UV, visible light dan IR secara bersamaan.

TSER dan SHGC pada Pengujian Kaca Film

LS182 juga memiliki kemampuan pengujian TSER dan SHGC, sehingga fungsi alat tidak berhenti pada pengukuran VLT, UV dan IR.

TSER merupakan singkatan dari Total Solar Energy Rejected, yaitu parameter yang digunakan untuk menggambarkan bagian energi matahari yang ditolak oleh sistem material sesuai metode pengukurannya.

Sementara itu, SHGC atau Solar Heat Gain Coefficient berkaitan dengan jumlah energi matahari yang masuk melalui material. Pada informasi produk LS182, SHGC juga dijelaskan sebagai total solar transmittance atau total transmisi energi matahari.

Data SHGC dapat digunakan sebagai parameter teknis dalam pembahasan performa solar control pada material kaca. Nilai ini juga dapat digunakan untuk perhitungan parameter terkait seperti SC atau Shading Coefficient, sesuai hubungan dan metode perhitungan yang digunakan.

Parallel Optical Path untuk Material dengan Ketebalan Lebih Besar

Salah satu bagian penting dari desain LS182 adalah parallel optical path. Desain jalur optik paralel memungkinkan instrumen digunakan untuk menguji berbagai material dengan ketebalan lebih besar dibandingkan tester yang hanya dirancang untuk sampel tipis.

LS182 juga memiliki test slot berukuran 47 × 91mm. Kombinasi antara jalur optik paralel dan area pengujian tersebut membuat instrumen dapat digunakan untuk berbagai bentuk material transparan, termasuk kaca film dan laminated glass.

Karakteristik ini menjadi penting pada proses demonstrasi produk maupun quality inspection, karena pengguna tidak selalu berhadapan dengan sampel film yang sangat tipis. Pada beberapa aplikasi, material yang diuji dapat berupa kaca atau konstruksi material transparan dengan ketebalan yang lebih besar.

Layar LCD Berwarna untuk Pembacaan yang Lebih Mudah

Pengukuran teknis akan lebih praktis apabila hasilnya dapat dibaca dengan cepat. LS182 dilengkapi large color LCD display yang menampilkan hasil pengukuran secara langsung.

Informasi pengukuran dapat ditampilkan dalam bentuk angka persentase maupun tampilan grafis sesuai antarmuka instrumen. Hal ini membantu pengguna ketika melakukan demonstrasi performa kaca film atau membandingkan hasil beberapa material secara langsung.

Real-Time Dynamic Self-Calibration

LS182 memiliki fungsi real-time dynamic self-calibration. Setelah instrumen dinyalakan, sistem melakukan kalibrasi secara otomatis sehingga pengguna tidak perlu melakukan proses kalibrasi manual setiap kali memulai pengukuran.

Fitur ini membantu membuat alur penggunaan lebih praktis, khususnya ketika alat digunakan berulang kali untuk pemeriksaan beberapa sampel secara berurutan.

USB Type-C dan Power Bank

Untuk sumber daya, LS182 menggunakan 5V DC / 1A melalui konektor Type-C. Penggunaan Type-C membuat sumber daya lebih fleksibel karena alat dapat dihubungkan ke adaptor maupun sumber daya portabel yang kompatibel.

Dalam kondisi tertentu, instrumen juga dapat dihubungkan ke mobile power bank, sehingga pengguna tidak selalu bergantung pada sumber listrik tetap ketika melakukan demonstrasi atau pemeriksaan di lokasi.

Support Pillar untuk Posisi Pengukuran yang Lebih Nyaman

LS182 dilengkapi support pillar yang dapat digunakan untuk memiringkan posisi instrumen. Fitur sederhana ini cukup membantu ketika alat diletakkan di meja dan pengguna perlu membaca layar dengan posisi yang lebih nyaman.

Dengan dimensi sekitar 216 × 134 × 29mm dan berat sekitar 590 gram, LS182 masih cukup praktis untuk dipindahkan antara area pemeriksaan, ruang produksi, showroom, maupun lokasi demonstrasi.

Spesifikasi Teknis Linshang LS182

ParameterSpesifikasi
Peak Wavelength UV365 nm
Peak Wavelength IR940 nm, 1400 nm, Full IR, TSER & SHGC
Visible Light380–760 nm (sesuai CIE Photopic Luminosity Function)
Resolution0.1%
Measurement Accuracy±2% untuk material transparan, tidak berwarna dan seragam
Test Card Slot47 × 91 mm (W × H)
WeightSekitar 590 g
Dimension216 × 134 × 29 mm (L × H × W)
Power Supply5V DC / 1A (USB Type-C)

Aplikasi Linshang LS182

Karena memiliki beberapa parameter pengujian dalam satu instrumen, LS182 dapat digunakan pada berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan material transparan dan solar control.

  • Pengujian kaca film kendaraan
  • Pengujian solar film
  • Pemeriksaan laminated glass
  • Quality inspection material transparan
  • Pemeriksaan produk kaca film dalam proses produksi
  • Demonstrasi performa kaca film
  • Perbandingan karakteristik beberapa jenis solar film
  • Pemeriksaan material transparan dengan ketebalan lebih besar
  • Pengujian pada kegiatan inspeksi dan quality control

Cara Membaca Hasil Pengukuran Kaca Film

Ketika menggunakan LS182, penting untuk membedakan antara transmittance dan rejection. Untuk VLT, angka yang ditampilkan merupakan persentase cahaya tampak yang diteruskan material. Sementara pada UV dan IR, hasil dapat ditampilkan sebagai persentase penolakan.

Contohnya, apabila suatu material memiliki transmission sebesar 10% pada kondisi pengujian tertentu, secara matematis rejection rate-nya adalah 90%. Sebaliknya, transmission 80% berarti rejection rate sebesar 20%.

Namun, angka tersebut harus dibaca berdasarkan parameter dan panjang gelombang pengujian. Nilai IR rejection 940nm, misalnya, tidak sebaiknya disamakan secara langsung dengan IR rejection 1400nm, karena keduanya merepresentasikan kondisi panjang gelombang yang berbeda.

Isi Paket Linshang LS182

No.ItemJumlah
1LS182 Spectrum Transmission Meter1 pcs
2DC 5V Adapter1 pcs
3User Manual1 pcs
4Certificate / Warranty Card1 pcs
5Support Pillar1 pcs
6Packing Box 34 × 29 × 9 cm (L × W × H)1 pcs

Perbedaan LS182 dengan Tester Kaca Film Sederhana

Perbedaan utama LS182 terletak pada jumlah dan jenis parameter yang dapat diperoleh dalam satu alat. Tester kaca film sederhana umumnya berfokus pada beberapa parameter dasar, sedangkan LS182 dirancang untuk memberikan informasi yang lebih luas, termasuk UV, visible light, beberapa titik infrared, Full IR, TSER dan SHGC.

LS182 juga menggunakan layar LCD warna berukuran besar, parallel optical path, automatic self-calibration dan koneksi USB Type-C. Kombinasi tersebut membuat instrumen lebih sesuai untuk pengguna yang membutuhkan data pengujian lebih lengkap daripada sekadar pemeriksaan tingkat gelap atau VLT.

FAQ Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter

1. Apa fungsi Linshang LS182?

Linshang LS182 adalah spectrum transmission meter yang digunakan untuk menguji karakteristik transmisi dan rejection pada material transparan, khususnya kaca film dan solar film. Alat ini mengukur tujuh parameter, yaitu UV 365nm, IR 940nm, IR 1400nm, Full IR, visible light 380–760nm, TSER dan SHGC.

2. Apakah LS182 dapat mengukur VLT kaca film?

Ya. LS182 dapat mengukur Visible Light Transmittance atau VLT pada rentang 380–760nm. Sistem pengukuran visible light menggunakan acuan CIE photopic luminosity function.

3. Berapa panjang gelombang UV yang digunakan LS182?

LS182 menggunakan UV peak wavelength 365nm untuk pengukuran ultraviolet rejection.

4. Apakah LS182 dapat mengukur infrared?

Ya. LS182 menyediakan pengukuran IR pada 940nm, 1400nm dan Full IR. Selain itu, instrumen juga menyediakan parameter TSER dan SHGC.

5. Apa perbedaan transmittance dan rejection rate?

Transmittance menunjukkan persentase cahaya atau radiasi yang diteruskan oleh material, sedangkan rejection rate menunjukkan persentase yang ditolak. Hubungannya adalah Rejection Rate = 100% − Transmittance.

6. Apa itu TSER pada kaca film?

TSER atau Total Solar Energy Rejected merupakan parameter yang berkaitan dengan total energi matahari yang ditolak oleh material sesuai metode pengujiannya. Parameter ini membantu memberikan gambaran performa solar control material.

7. Apa itu SHGC pada kaca film?

SHGC atau Solar Heat Gain Coefficient merupakan parameter yang berkaitan dengan jumlah energi matahari yang masuk melalui material. Pada LS182, SHGC termasuk salah satu dari tujuh parameter pengukuran.

8. Apakah LS182 bisa digunakan untuk kaca yang tebal?

LS182 menggunakan parallel optical path yang dirancang untuk memungkinkan pengujian material dengan ketebalan lebih besar. Instrumen juga memiliki test slot berukuran 47 × 91mm dan dapat digunakan untuk aplikasi seperti laminated glass dan berbagai material transparan.

9. Berapa akurasi pengukuran LS182?

Akurasi pengukuran yang tercantum adalah ±2% untuk material yang transparan, tidak berwarna dan seragam.

10. Berapa resolusi LS182?

LS182 memiliki resolusi pengukuran sebesar 0.1%.

11. Apakah LS182 menggunakan baterai?

Spesifikasi LS182 mencantumkan sumber daya 5V DC / 1A melalui USB Type-C. Instrumen juga dapat dihubungkan dengan sumber daya portabel yang kompatibel seperti power bank.

12. Apakah LS182 cocok untuk quality control kaca film?

LS182 dapat digunakan untuk kebutuhan quality inspection dan pemeriksaan performa material transparan. Data UV, visible light, IR, TSER dan SHGC dapat digunakan sebagai parameter teknis dalam proses pemeriksaan dan perbandingan material.

Kesimpulan

Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter merupakan alat tester kaca film yang dirancang untuk memberikan data pengujian lebih lengkap dibandingkan alat yang hanya mengukur satu atau beberapa parameter transmisi. Dalam satu instrumen, pengguna dapat memperoleh pengukuran UV rejection 365nm, IR rejection 940nm, IR rejection 1400nm, Full IR rejection, VLT 380–760nm, TSER dan SHGC.

Dukungan parallel optical path membuatnya dapat digunakan untuk berbagai material transparan dengan ketebalan lebih besar, sementara layar LCD warna, automatic dynamic self-calibration dan koneksi USB Type-C membuat pengoperasiannya lebih praktis.

Untuk kebutuhan pemeriksaan kaca film, solar film, laminated glass, demonstrasi produk maupun quality control, pemilihan alat ukur sebaiknya disesuaikan dengan parameter yang memang ingin diketahui. Jika kebutuhan pengujian mencakup VLT, UV, beberapa rentang IR, TSER dan SHGC sekaligus, LS182 menyediakan ketujuh parameter tersebut dalam satu perangkat.


Jual Alat Tester Kaca Film Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter UV IR VLT di penguji.com untuk dapatkan support teknis di Indonesia. Langkah awal untuk bersama visi kami

” Bersama Pengguna untuk pengguna”.

Weight1,2 kg
Dimensions21,6 × 13,4 × 2,9 cm

Spesifikasi

ParameterSpesifikasi
Peak Wavelength UV365 nm
Peak Wavelength IR940 nm, 1400 nm, Full IR, TSER & SHGC
Visible Light380–760 nm (sesuai CIE Photopic Luminosity Function)
Resolution0.1%
Measurement Accuracy±2% (untuk material transparan, tidak berwarna dan seragam)
Test Card Slot47 × 91 mm (W × H)
Weight±590 g
Dimension216 × 134 × 29 mm (L × H × W)
Power Supply5V DC / 1A (USB Type-C)

Alat Tester Kaca Film Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter UV IR VLT

Alat Tester Kaca Film Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter UV IR VLT

Memilih kaca film tidak cukup hanya dengan melihat warna, tingkat gelap, atau tampilan saat dipasang pada kaca. Yang lebih penting adalah mengetahui seberapa banyak cahaya tampak, ultraviolet, dan infrared yang benar-benar dapat melewati material tersebut. Data pengukuran inilah yang membantu menunjukkan karakteristik performa sebuah kaca film secara lebih objektif.

Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter dirancang untuk kebutuhan tersebut. Alat ini merupakan tester kaca film dengan kemampuan pengukuran spektrum transmisi yang mencakup tujuh parameter, yaitu UV rejection 365nm, IR rejection 940nm, IR rejection 1400nm, Full IR rejection, visible light transmittance 380–760nm, TSER, dan SHGC.

Dengan kombinasi parameter tersebut, LS182 tidak hanya digunakan untuk melihat tingkat kegelapan kaca film. Pengguna juga dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kemampuan material dalam meneruskan cahaya tampak, menahan ultraviolet, serta menahan radiasi infrared dan energi matahari.

Mengapa Pengukuran Kaca Film Tidak Cukup Hanya Mengandalkan VLT?

Istilah VLT atau Visible Light Transmittance sering menjadi parameter yang paling mudah ditemukan pada spesifikasi kaca film. VLT menunjukkan persentase cahaya tampak yang dapat melewati material pada rentang panjang gelombang tertentu. Pada LS182, pengukuran visible light berada pada rentang 380–760nm dan mengikuti CIE photopic luminosity function.

Namun, VLT bukan satu-satunya parameter yang menentukan karakteristik kaca film. Dua kaca film dapat memiliki tingkat transmisi cahaya tampak yang serupa, tetapi memberikan hasil yang berbeda ketika diuji terhadap ultraviolet dan infrared.

Karena itu, pengujian yang lebih lengkap perlu melihat beberapa bagian spektrum. UV rejection memberikan informasi mengenai kemampuan material menolak ultraviolet, sedangkan IR rejection menunjukkan kemampuan material menahan radiasi infrared pada panjang gelombang pengujian tertentu.

LS182 memperluas pengukuran tersebut dengan menyediakan pengujian pada 365nm UV, 940nm IR, 1400nm IR, Full IR, TSER dan SHGC. Hasilnya dapat digunakan sebagai data teknis untuk pemeriksaan produk, demonstrasi performa, quality inspection maupun kebutuhan produksi.

Prinsip Kerja Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter

LS182 bekerja dengan memanfaatkan sumber cahaya ultraviolet, visible light, dan infrared untuk memberikan radiasi pada material transparan yang sedang diuji. Sensor kemudian mendeteksi intensitas cahaya sebelum melewati material dan intensitas cahaya yang berhasil melewati material.

Perbandingan antara intensitas cahaya yang diterima sebelum dan sesudah melewati material digunakan untuk menentukan nilai transmisi. Hasil pengukuran kemudian ditampilkan dalam bentuk persentase pada layar instrumen.

Secara sederhana, transmittance menunjukkan persentase energi atau cahaya yang berhasil melewati material. Sebaliknya, rejection rate menunjukkan persentase yang tidak diteruskan oleh material.

Hubungan keduanya dapat dinyatakan sebagai:

Rejection Rate = 100% − Transmittance

Konsep ini penting ketika membaca spesifikasi kaca film. Pada visible light, produsen biasanya menggunakan nilai transmittance atau VLT. Sementara untuk ultraviolet dan infrared, parameter yang umum digunakan adalah rejection rate.

Tujuh Parameter Pengukuran dalam Satu Instrumen

Salah satu karakteristik utama LS182 adalah kemampuannya mengukur tujuh parameter yang berkaitan dengan performa material transparan dan kaca film.

ParameterFungsi Pengukuran
UV Rejection 365nmMengukur tingkat penolakan radiasi ultraviolet pada panjang gelombang 365nm.
IR Rejection 940nmMengukur tingkat penolakan radiasi infrared pada panjang gelombang 940nm.
IR Rejection 1400nmMengukur tingkat penolakan radiasi infrared pada panjang gelombang 1400nm.
Full IR RejectionMenampilkan tingkat penolakan infrared pada pengukuran Full IR sesuai metode instrumen.
Visible Light TransmittanceMengukur transmisi cahaya tampak pada rentang 380–760nm.
TSERMenunjukkan parameter Total Solar Energy Rejected yang berkaitan dengan energi matahari yang ditolak material.
SHGCMenunjukkan Solar Heat Gain Coefficient yang berkaitan dengan total solar transmittance.

VLT 380–760nm untuk Menilai Transmisi Cahaya Tampak

VLT atau Visible Light Transmittance merupakan salah satu parameter penting pada kaca film. Nilai ini menggambarkan seberapa besar cahaya tampak yang dapat melewati material.

LS182 menggunakan rentang 380–760nm untuk pengukuran visible light dan mengacu pada CIE photopic luminosity function. Dengan demikian, pengukuran tidak sekadar melihat satu panjang gelombang tertentu, tetapi berkaitan dengan rentang cahaya tampak yang digunakan dalam karakterisasi material.

Dalam praktiknya, data VLT dapat digunakan ketika melakukan pemeriksaan tingkat transmisi kaca film, membandingkan beberapa material, melakukan quality control, maupun memberikan demonstrasi performa kepada pelanggan.

Pengukuran UV Rejection pada 365nm

Ultraviolet memiliki panjang gelombang lebih pendek dibandingkan cahaya tampak. Pada LS182, pengukuran UV dilakukan pada peak wavelength 365nm.

Hasilnya ditampilkan sebagai UV rejection rate. Semakin tinggi nilai rejection yang terukur, semakin kecil bagian radiasi pada kondisi pengujian tersebut yang diteruskan melalui material.

Parameter ini dapat menjadi salah satu data teknis ketika menguji kaca film kendaraan, kaca bangunan, laminated glass dan material transparan lainnya.

Pengujian IR 940nm, 1400nm dan Full IR

Infrared menjadi parameter penting ketika performa kaca film dikaitkan dengan radiasi matahari dan pengendalian panas. LS182 menyediakan pengukuran infrared pada 940nm dan 1400nm, sekaligus menyediakan parameter Full IR rejection.

Pengukuran pada panjang gelombang yang berbeda memberikan sudut pandang yang lebih luas dibandingkan hanya menggunakan satu titik pengukuran infrared. Hal ini membuat LS182 lebih sesuai untuk kebutuhan karakterisasi dan perbandingan material yang membutuhkan data UV, visible light dan IR secara bersamaan.

TSER dan SHGC pada Pengujian Kaca Film

LS182 juga memiliki kemampuan pengujian TSER dan SHGC, sehingga fungsi alat tidak berhenti pada pengukuran VLT, UV dan IR.

TSER merupakan singkatan dari Total Solar Energy Rejected, yaitu parameter yang digunakan untuk menggambarkan bagian energi matahari yang ditolak oleh sistem material sesuai metode pengukurannya.

Sementara itu, SHGC atau Solar Heat Gain Coefficient berkaitan dengan jumlah energi matahari yang masuk melalui material. Pada informasi produk LS182, SHGC juga dijelaskan sebagai total solar transmittance atau total transmisi energi matahari.

Data SHGC dapat digunakan sebagai parameter teknis dalam pembahasan performa solar control pada material kaca. Nilai ini juga dapat digunakan untuk perhitungan parameter terkait seperti SC atau Shading Coefficient, sesuai hubungan dan metode perhitungan yang digunakan.

Parallel Optical Path untuk Material dengan Ketebalan Lebih Besar

Salah satu bagian penting dari desain LS182 adalah parallel optical path. Desain jalur optik paralel memungkinkan instrumen digunakan untuk menguji berbagai material dengan ketebalan lebih besar dibandingkan tester yang hanya dirancang untuk sampel tipis.

LS182 juga memiliki test slot berukuran 47 × 91mm. Kombinasi antara jalur optik paralel dan area pengujian tersebut membuat instrumen dapat digunakan untuk berbagai bentuk material transparan, termasuk kaca film dan laminated glass.

Karakteristik ini menjadi penting pada proses demonstrasi produk maupun quality inspection, karena pengguna tidak selalu berhadapan dengan sampel film yang sangat tipis. Pada beberapa aplikasi, material yang diuji dapat berupa kaca atau konstruksi material transparan dengan ketebalan yang lebih besar.

Layar LCD Berwarna untuk Pembacaan yang Lebih Mudah

Pengukuran teknis akan lebih praktis apabila hasilnya dapat dibaca dengan cepat. LS182 dilengkapi large color LCD display yang menampilkan hasil pengukuran secara langsung.

Informasi pengukuran dapat ditampilkan dalam bentuk angka persentase maupun tampilan grafis sesuai antarmuka instrumen. Hal ini membantu pengguna ketika melakukan demonstrasi performa kaca film atau membandingkan hasil beberapa material secara langsung.

Real-Time Dynamic Self-Calibration

LS182 memiliki fungsi real-time dynamic self-calibration. Setelah instrumen dinyalakan, sistem melakukan kalibrasi secara otomatis sehingga pengguna tidak perlu melakukan proses kalibrasi manual setiap kali memulai pengukuran.

Fitur ini membantu membuat alur penggunaan lebih praktis, khususnya ketika alat digunakan berulang kali untuk pemeriksaan beberapa sampel secara berurutan.

USB Type-C dan Power Bank

Untuk sumber daya, LS182 menggunakan 5V DC / 1A melalui konektor Type-C. Penggunaan Type-C membuat sumber daya lebih fleksibel karena alat dapat dihubungkan ke adaptor maupun sumber daya portabel yang kompatibel.

Dalam kondisi tertentu, instrumen juga dapat dihubungkan ke mobile power bank, sehingga pengguna tidak selalu bergantung pada sumber listrik tetap ketika melakukan demonstrasi atau pemeriksaan di lokasi.

Support Pillar untuk Posisi Pengukuran yang Lebih Nyaman

LS182 dilengkapi support pillar yang dapat digunakan untuk memiringkan posisi instrumen. Fitur sederhana ini cukup membantu ketika alat diletakkan di meja dan pengguna perlu membaca layar dengan posisi yang lebih nyaman.

Dengan dimensi sekitar 216 × 134 × 29mm dan berat sekitar 590 gram, LS182 masih cukup praktis untuk dipindahkan antara area pemeriksaan, ruang produksi, showroom, maupun lokasi demonstrasi.

Spesifikasi Teknis Linshang LS182

ParameterSpesifikasi
Peak Wavelength UV365 nm
Peak Wavelength IR940 nm, 1400 nm, Full IR, TSER & SHGC
Visible Light380–760 nm (sesuai CIE Photopic Luminosity Function)
Resolution0.1%
Measurement Accuracy±2% untuk material transparan, tidak berwarna dan seragam
Test Card Slot47 × 91 mm (W × H)
WeightSekitar 590 g
Dimension216 × 134 × 29 mm (L × H × W)
Power Supply5V DC / 1A (USB Type-C)

Aplikasi Linshang LS182

Karena memiliki beberapa parameter pengujian dalam satu instrumen, LS182 dapat digunakan pada berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan material transparan dan solar control.

  • Pengujian kaca film kendaraan
  • Pengujian solar film
  • Pemeriksaan laminated glass
  • Quality inspection material transparan
  • Pemeriksaan produk kaca film dalam proses produksi
  • Demonstrasi performa kaca film
  • Perbandingan karakteristik beberapa jenis solar film
  • Pemeriksaan material transparan dengan ketebalan lebih besar
  • Pengujian pada kegiatan inspeksi dan quality control

Cara Membaca Hasil Pengukuran Kaca Film

Ketika menggunakan LS182, penting untuk membedakan antara transmittance dan rejection. Untuk VLT, angka yang ditampilkan merupakan persentase cahaya tampak yang diteruskan material. Sementara pada UV dan IR, hasil dapat ditampilkan sebagai persentase penolakan.

Contohnya, apabila suatu material memiliki transmission sebesar 10% pada kondisi pengujian tertentu, secara matematis rejection rate-nya adalah 90%. Sebaliknya, transmission 80% berarti rejection rate sebesar 20%.

Namun, angka tersebut harus dibaca berdasarkan parameter dan panjang gelombang pengujian. Nilai IR rejection 940nm, misalnya, tidak sebaiknya disamakan secara langsung dengan IR rejection 1400nm, karena keduanya merepresentasikan kondisi panjang gelombang yang berbeda.

Isi Paket Linshang LS182

No.ItemJumlah
1LS182 Spectrum Transmission Meter1 pcs
2DC 5V Adapter1 pcs
3User Manual1 pcs
4Certificate / Warranty Card1 pcs
5Support Pillar1 pcs
6Packing Box 34 × 29 × 9 cm (L × W × H)1 pcs

Perbedaan LS182 dengan Tester Kaca Film Sederhana

Perbedaan utama LS182 terletak pada jumlah dan jenis parameter yang dapat diperoleh dalam satu alat. Tester kaca film sederhana umumnya berfokus pada beberapa parameter dasar, sedangkan LS182 dirancang untuk memberikan informasi yang lebih luas, termasuk UV, visible light, beberapa titik infrared, Full IR, TSER dan SHGC.

LS182 juga menggunakan layar LCD warna berukuran besar, parallel optical path, automatic self-calibration dan koneksi USB Type-C. Kombinasi tersebut membuat instrumen lebih sesuai untuk pengguna yang membutuhkan data pengujian lebih lengkap daripada sekadar pemeriksaan tingkat gelap atau VLT.

FAQ Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter

1. Apa fungsi Linshang LS182?

Linshang LS182 adalah spectrum transmission meter yang digunakan untuk menguji karakteristik transmisi dan rejection pada material transparan, khususnya kaca film dan solar film. Alat ini mengukur tujuh parameter, yaitu UV 365nm, IR 940nm, IR 1400nm, Full IR, visible light 380–760nm, TSER dan SHGC.

2. Apakah LS182 dapat mengukur VLT kaca film?

Ya. LS182 dapat mengukur Visible Light Transmittance atau VLT pada rentang 380–760nm. Sistem pengukuran visible light menggunakan acuan CIE photopic luminosity function.

3. Berapa panjang gelombang UV yang digunakan LS182?

LS182 menggunakan UV peak wavelength 365nm untuk pengukuran ultraviolet rejection.

4. Apakah LS182 dapat mengukur infrared?

Ya. LS182 menyediakan pengukuran IR pada 940nm, 1400nm dan Full IR. Selain itu, instrumen juga menyediakan parameter TSER dan SHGC.

5. Apa perbedaan transmittance dan rejection rate?

Transmittance menunjukkan persentase cahaya atau radiasi yang diteruskan oleh material, sedangkan rejection rate menunjukkan persentase yang ditolak. Hubungannya adalah Rejection Rate = 100% − Transmittance.

6. Apa itu TSER pada kaca film?

TSER atau Total Solar Energy Rejected merupakan parameter yang berkaitan dengan total energi matahari yang ditolak oleh material sesuai metode pengujiannya. Parameter ini membantu memberikan gambaran performa solar control material.

7. Apa itu SHGC pada kaca film?

SHGC atau Solar Heat Gain Coefficient merupakan parameter yang berkaitan dengan jumlah energi matahari yang masuk melalui material. Pada LS182, SHGC termasuk salah satu dari tujuh parameter pengukuran.

8. Apakah LS182 bisa digunakan untuk kaca yang tebal?

LS182 menggunakan parallel optical path yang dirancang untuk memungkinkan pengujian material dengan ketebalan lebih besar. Instrumen juga memiliki test slot berukuran 47 × 91mm dan dapat digunakan untuk aplikasi seperti laminated glass dan berbagai material transparan.

9. Berapa akurasi pengukuran LS182?

Akurasi pengukuran yang tercantum adalah ±2% untuk material yang transparan, tidak berwarna dan seragam.

10. Berapa resolusi LS182?

LS182 memiliki resolusi pengukuran sebesar 0.1%.

11. Apakah LS182 menggunakan baterai?

Spesifikasi LS182 mencantumkan sumber daya 5V DC / 1A melalui USB Type-C. Instrumen juga dapat dihubungkan dengan sumber daya portabel yang kompatibel seperti power bank.

12. Apakah LS182 cocok untuk quality control kaca film?

LS182 dapat digunakan untuk kebutuhan quality inspection dan pemeriksaan performa material transparan. Data UV, visible light, IR, TSER dan SHGC dapat digunakan sebagai parameter teknis dalam proses pemeriksaan dan perbandingan material.

Kesimpulan

Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter merupakan alat tester kaca film yang dirancang untuk memberikan data pengujian lebih lengkap dibandingkan alat yang hanya mengukur satu atau beberapa parameter transmisi. Dalam satu instrumen, pengguna dapat memperoleh pengukuran UV rejection 365nm, IR rejection 940nm, IR rejection 1400nm, Full IR rejection, VLT 380–760nm, TSER dan SHGC.

Dukungan parallel optical path membuatnya dapat digunakan untuk berbagai material transparan dengan ketebalan lebih besar, sementara layar LCD warna, automatic dynamic self-calibration dan koneksi USB Type-C membuat pengoperasiannya lebih praktis.

Untuk kebutuhan pemeriksaan kaca film, solar film, laminated glass, demonstrasi produk maupun quality control, pemilihan alat ukur sebaiknya disesuaikan dengan parameter yang memang ingin diketahui. Jika kebutuhan pengujian mencakup VLT, UV, beberapa rentang IR, TSER dan SHGC sekaligus, LS182 menyediakan ketujuh parameter tersebut dalam satu perangkat.


Jual Alat Tester Kaca Film Linshang LS182 Spectrum Transmission Meter UV IR VLT di penguji.com untuk dapatkan support teknis di Indonesia. Langkah awal untuk bersama visi kami

” Bersama Pengguna untuk pengguna”.

Weight1,2 kg
Dimensions21,6 × 13,4 × 2,9 cm

Spesifikasi

ParameterSpesifikasi
Peak Wavelength UV365 nm
Peak Wavelength IR940 nm, 1400 nm, Full IR, TSER & SHGC
Visible Light380–760 nm (sesuai CIE Photopic Luminosity Function)
Resolution0.1%
Measurement Accuracy±2% (untuk material transparan, tidak berwarna dan seragam)
Test Card Slot47 × 91 mm (W × H)
Weight±590 g
Dimension216 × 134 × 29 mm (L × H × W)
Power Supply5V DC / 1A (USB Type-C)

Artikel Terbaru Penguji

Scroll to Top