Mengenal Mitech MTH-7D DC Spark Leak Detector: Alat Deteksi Cacat & Titik Kebocoran Coating
Pada pekerjaan coating inspection, lapisan pelindung yang terlihat rata dan tertutup belum tentu benar-benar bebas dari cacat. Pinhole berukuran kecil, retakan, bubble, bagian coating yang terlalu tipis, maupun titik yang tidak menutup sempurna dapat menjadi jalur bagi lingkungan luar untuk mencapai permukaan logam di bawahnya. Karena itu, pemeriksaan kualitas coating tidak cukup hanya mengandalkan pengamatan visual atau pengukuran ketebalan lapisan.
Salah satu metode yang digunakan untuk menemukan cacat kontinuitas pada lapisan isolasi atau anti-korosi adalah DC spark leak detection, yang juga dikenal sebagai holiday testing. Metode ini memanfaatkan tegangan pulsa tinggi untuk menemukan titik pada coating yang memungkinkan terjadinya discharge menuju substrat konduktif. Mitech MTH-7D dirancang untuk kebutuhan tersebut dengan rentang coating 0,05–10 mm dan tegangan output yang dapat diatur dari 0,2 hingga 30 kV dengan toleransi ±5%.
Ketika Coating Terlihat Bagus, Tetapi Masih Memiliki Titik Cacat
Bayangkan sebuah pipa baja telah selesai dilapisi material anti-korosi sebelum digunakan di lapangan. Secara visual, permukaannya tampak tertutup dengan baik. Tidak terlihat adanya lubang besar atau bagian logam yang terbuka.
Masalahnya, cacat pada coating tidak selalu dapat dilihat dengan mata. Sebuah pinhole yang sangat kecil dapat menjadi titik masuk bagi air, udara, bahan kimia, atau media korosif. Pada konstruksi yang bekerja dalam jangka panjang, satu titik cacat dapat berkembang menjadi area korosi dan pada akhirnya memengaruhi keandalan perlindungan permukaan.
Kondisi serupa dapat terjadi pada pipeline, tangki, pipa metal casting, cable sheathing, hull, maupun peralatan yang menggunakan glass lining, glass reinforced coating, epoxy coal tar pitch, rubber lining, enamel, atau lapisan anti-korosi lainnya.
Ketebalan Coating Tidak Menjamin Tidak Ada Kebocoran
Pengukuran ketebalan coating menjawab pertanyaan “seberapa tebal lapisannya?”, tetapi belum tentu menjawab pertanyaan “apakah lapisan tersebut benar-benar kontinu dan bebas dari pinhole atau holiday?”
Sebuah coating dapat mempunyai ketebalan yang sesuai spesifikasi, tetapi tetap memiliki cacat lokal. Misalnya, coating mengalami retak, terdapat bubble, terdapat bagian yang terlalu tipis, atau terjadi area yang tidak menutup sempurna pada permukaan logam.
Untuk kondisi tersebut diperlukan metode inspeksi yang dapat mendeteksi ketidakutuhan atau discontinuity coating, bukan hanya mengukur ketebalannya.
Mengapa Pinhole dan Cacat Coating Bisa Terjadi?
Cacat coating dapat muncul pada berbagai tahap pekerjaan. Beberapa penyebab yang umum antara lain persiapan permukaan yang kurang baik, kontaminasi pada permukaan logam, aplikasi coating yang tidak merata, trapped air yang membentuk bubble, proses curing yang tidak sempurna, kerusakan mekanis setelah coating, serta kondisi lingkungan selama proses aplikasi.
Pada coating berlapis, area dengan ketebalan sangat rendah juga dapat menjadi titik lemah. Selain itu, proses transportasi, pemasangan, pengelasan, handling, atau penggunaan peralatan setelah coating dapat menyebabkan kerusakan lokal yang tidak selalu mudah ditemukan melalui inspeksi visual.
Cacat Kecil Dapat Menjadi Jalur Awal Korosi
Fungsi utama coating anti-korosi adalah memisahkan permukaan logam dari lingkungan yang dapat menyebabkan korosi. Apabila terdapat pinhole atau discontinuity, fungsi penghalang tersebut menjadi tidak sempurna pada titik tersebut.
Akibatnya, air, oksigen, ion, bahan kimia, atau media agresif dapat mencapai substrat logam. Dalam penggunaan jangka panjang, kondisi ini dapat menyebabkan korosi lokal dan memperbesar area kerusakan coating.
Untuk aplikasi seperti pipeline, tank, chemical equipment, cable, ship hull, dan konstruksi logam lainnya, mengetahui lokasi cacat sejak tahap inspeksi memberikan data yang lebih berguna dibandingkan baru menemukan kerusakan setelah peralatan digunakan.

Apa yang Perlu Diketahui Saat Memeriksa Coating?
Sebelum menentukan alat uji, beberapa informasi teknis perlu diperhatikan. Yang pertama adalah jenis coating dan material substrat. Yang kedua adalah ketebalan lapisan. Hal ini penting karena pemilihan tegangan pengujian harus disesuaikan dengan kondisi coating yang diperiksa.
Selain itu, inspector perlu mengetahui area yang akan diperiksa, bentuk permukaan, kondisi lapangan, serta jenis probe yang sesuai. Pada pekerjaan lapangan, sumber daya juga menjadi pertimbangan karena inspeksi dapat dilakukan pada area yang jauh dari sumber listrik AC.
MTH-7D memiliki applicable scope 0,05–10 mm dan output voltage yang dapat diatur pada rentang 0,2–30 kV ±5%. Instrumen menggunakan catu daya 12 V DC sehingga dirancang untuk mendukung pekerjaan inspeksi di lapangan.
Bagaimana DC Spark Leak Detector Menemukan Cacat?
Prinsip kerja MTH-7D adalah memberikan pulsa tegangan tinggi melalui sistem probe pada permukaan coating yang diperiksa. Substrat logam di bawah coating digunakan sebagai bagian dari jalur pengujian melalui koneksi grounding.
Ketika coating dalam kondisi baik dan mampu mengisolasi permukaan logam, tidak terjadi discharge pada area tersebut. Namun apabila terdapat pinhole, crack, bubble, bagian coating yang terlalu tipis, atau discontinuity yang memungkinkan tegangan menembus menuju substrat konduktif, akan terjadi discharge.
Discharge tersebut menghasilkan percikan yang dapat terlihat dan sistem instrumen memberikan indikasi alarm. Dengan demikian, inspector dapat mengetahui lokasi cacat secara langsung pada permukaan yang sedang diperiksa. Prinsip ini memungkinkan pemeriksaan kontinuitas coating tanpa harus merusak keseluruhan lapisan.
Berbeda dengan coating thickness gauge yang berfokus pada nilai ketebalan, spark leak detector berfokus pada integritas atau kontinuitas lapisan. Keduanya dapat memberikan informasi yang berbeda dan dapat saling melengkapi dalam proses quality control coating.
Pemeriksaan Holiday Coating dengan Tegangan yang Dapat Disesuaikan
Untuk inspeksi coating dengan ketebalan hingga 10 mm, MTH-7D menyediakan pengaturan output voltage dari 0,2 kV hingga 30 kV. Tegangan dapat disesuaikan menggunakan kontrol pada instrumen sehingga inspector dapat memilih level pengujian sesuai kebutuhan pemeriksaan coating.
MTH-7D juga menggunakan LCD display untuk menampilkan output tegangan tinggi dalam satuan kV. Hal ini membantu operator memantau kondisi tegangan selama proses inspeksi. Sumber daya 12 V DC dengan battery pack berkapasitas besar juga membuat instrumen lebih sesuai untuk pekerjaan lapangan yang tidak selalu tersedia sumber listrik 220 V.
Mitech MTH-7D DC Spark Leak Detector
Mitech MTH-7D DC Spark Leak Detector adalah alat uji untuk mendeteksi kebocoran, pinhole, crack, bubble, dan discontinuity pada coating atau lapisan isolasi tertentu di atas substrat konduktif. Instrumen ini termasuk kategori DC Spark Leak Detector atau Holiday Detector.

MTH-7D dirancang untuk aplikasi coating dengan rentang ketebalan 0,05–10 mm. Output high voltage dapat diatur dari 0,2–30 kV ±5%. Instrumen memiliki LCD untuk menampilkan output high voltage dan menggunakan supply 12 V DC.
Tabel Spesifikasi Mitech MTH-7D
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Brand | Mitech |
| Model | MTH-7D |
| Jenis Instrumen | DC Spark Leak Detector / Holiday Detector |
| Metode | High Voltage Pulse Spark Detection |
| Applicable Coating Thickness | 0,05–10 mm |
| Output Voltage | 0,2–30 kV ±5% |
| Power Supply | 12 V DC |
| Power Consumption | Sekitar 6 W |
| Display | LCD, menampilkan output high voltage (kV) |
| Working Time | Sekitar 10 jam |
| Host Dimensions | 220 × 130 × 88 mm |
| Main Unit Weight | Sekitar 1,7 kg |
| Package Dimensions | 50 × 40 × 20 cm |
| Total Package Weight | Sekitar 6 kg |
Data spesifikasi di atas konsisten dengan beberapa publikasi produk MTH-7D yang mencantumkan applicable scope 0,05–10 mm, output voltage 0,2–30 kV ±5%, supply 12 V, konsumsi daya sekitar 6 W, dimensi host 220 × 130 × 88 mm, bobot unit sekitar 1,7 kg, dan waktu kerja sekitar 10 jam.
Probe dan Konfigurasi MTH-7D
Salah satu hal penting ketika memilih spark leak detector bukan hanya melihat rentang tegangan, tetapi juga memperhatikan jenis probe. MTH-7D disebut memiliki dua jenis probe yang digunakan untuk menyesuaikan kondisi atau lingkungan deteksi yang berbeda.

| Komponen | Fungsi / Kegunaan |
|---|---|
| High Voltage Probe | Probe tegangan tinggi untuk memberikan pulsa pengujian pada permukaan coating. |
| Brush Probe | Probe berbentuk brush untuk membantu pemeriksaan area permukaan coating yang lebih luas atau mengikuti bentuk permukaan tertentu. |
| Ground Line | Menghubungkan sistem pengujian dengan substrat konduktif/metal sebagai jalur referensi pengujian. |
| LCD Display | Menampilkan output high voltage dalam satuan kV. |
| Headset | Membantu operator mendengarkan indikasi alarm terutama ketika kondisi lapangan cukup bising. |
| Battery / 12 V DC Supply | Mendukung penggunaan instrumen untuk pekerjaan inspeksi lapangan tanpa ketergantungan langsung pada supply 220 V. |
Konfigurasi yang dipublikasikan untuk MTH-7D mencantumkan instrument host, high voltage probe, dua brush probe, manual, certificate of conformity, charger, headset, ground line, fuse, cable, dan instrument case.
Aplikasi Mitech MTH-7D di Lapangan
MTH-7D dapat digunakan untuk pemeriksaan kualitas berbagai lapisan isolasi atau anti-korosi pada permukaan logam. Referensi produk menyebutkan penggunaannya pada oil and gas pipeline, cable, enamel, metal casting pipe, hull, serta berbagai aplikasi coating seperti glass lining, glass steel, epoxy coal tar pitch, dan rubber lining.
| Aplikasi | Tujuan Pengujian |
|---|---|
| Pipeline | Mendeteksi pinhole atau discontinuity pada coating anti-korosi. |
| Storage Tank | Memeriksa kontinuitas protective coating pada permukaan metal. |
| Metal Casting Pipe | Memeriksa cacat lokal pada lapisan pelindung. |
| Glass Lining | Mendeteksi titik cacat atau kebocoran pada lapisan isolasi. |
| Rubber Lining | Memeriksa integritas lapisan rubber pada substrat konduktif. |
| Epoxy / Coal Tar Coating | Mendeteksi discontinuity pada lapisan pelindung. |
| Cable Sheathing | Membantu menemukan titik cacat pada lapisan isolasi tertentu. |
| Ship Hull | Memeriksa kualitas coating pelindung pada struktur logam. |
CARA PENGGUNAAN Mitech MTH-7D
Penggunaan spark leak detector membutuhkan perhatian terhadap kondisi coating, grounding, pemilihan probe, serta pengaturan tegangan. Secara umum, proses pemeriksaan dapat dilakukan melalui tahapan berikut:
- Periksa kondisi instrumen. Pastikan unit, kabel, probe, ground line, dan battery dalam kondisi baik sebelum digunakan.
- Pastikan permukaan yang diuji sesuai. Area coating harus diperiksa terlebih dahulu dan bebas dari kondisi yang dapat mengganggu proses pengujian.
- Hubungkan ground line. Hubungkan ground line dengan bagian substrat logam atau titik grounding yang sesuai sehingga rangkaian pengujian terbentuk.
- Pilih probe. Gunakan high voltage probe atau brush probe sesuai bentuk permukaan dan kondisi inspeksi.
- Nyalakan instrumen. Setelah koneksi diperiksa, hidupkan MTH-7D.
- Atur tegangan pengujian. Sesuaikan output voltage dengan kebutuhan coating yang diperiksa. MTH-7D memiliki rentang output 0,2–30 kV ±5%.
- Mulai scanning. Gerakkan probe secara terkontrol pada permukaan coating yang akan diperiksa.
- Amati indikasi. Apabila ditemukan discontinuity yang memungkinkan discharge, akan muncul percikan dan indikasi alarm.
- Tandai lokasi cacat. Tandai posisi pinhole, crack, bubble atau titik discontinuity agar dapat dilakukan perbaikan coating.
- Lakukan pemeriksaan ulang. Setelah perbaikan dilakukan, area tersebut dapat diperiksa kembali untuk memastikan coating sudah kembali kontinu.
Hal Penting Saat Memilih Tegangan Pengujian
Output voltage tidak sebaiknya dipilih hanya berdasarkan prinsip “semakin tinggi semakin baik”. Tegangan harus disesuaikan dengan jenis, ketebalan, dan kondisi coating yang diuji serta prosedur inspeksi yang digunakan.
Tujuan pengujian adalah memperoleh indikasi discontinuity tanpa melakukan pengujian secara sembarangan yang dapat menimbulkan kondisi tidak sesuai terhadap material coating. Karena itu, parameter pengujian sebaiknya mengikuti prosedur inspeksi, spesifikasi coating, standar proyek, dan rekomendasi teknis yang berlaku.
Perbedaan Coating Thickness Gauge dan Spark Leak Detector
| Parameter | Coating Thickness Gauge | DC Spark Leak Detector |
|---|---|---|
| Fokus Pengukuran | Ketebalan coating | Kontinuitas / discontinuity coating |
| Hasil Utama | Nilai ketebalan | Indikasi adanya cacat atau kebocoran |
| Pinhole Detection | Tidak menjadi fungsi utama | Ya |
| Crack / Discontinuity | Tidak menjadi fungsi utama | Dapat dideteksi apabila menyebabkan jalur discharge |
| Metode | Bergantung pada material dan tipe coating gauge | High-voltage pulse / spark detection |
| Informasi yang Diperoleh | Seberapa tebal lapisan | Apakah terdapat titik discontinuity |
Karena mengukur parameter yang berbeda, kedua metode tersebut tidak harus dianggap sebagai pengganti satu sama lain. Pada proses quality control coating, data ketebalan dan data kontinuitas dapat digunakan untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi lapisan.
Kapan Mitech MTH-7D Dibutuhkan?
MTH-7D relevan ketika kebutuhan inspeksi bukan hanya memastikan coating memiliki ketebalan tertentu, tetapi juga memastikan lapisan tersebut tidak memiliki jalur kebocoran atau discontinuity yang dapat mengurangi fungsi perlindungan.
Dengan rentang applicable coating 0,05–10 mm, output voltage 0,2–30 kV, LCD display, battery-powered operation, serta pilihan probe untuk kondisi inspeksi berbeda, MTH-7D dapat digunakan sebagai instrumen inspeksi coating pada pekerjaan workshop maupun field inspection. :contentReference[oaicite:10]{index=10}
Kesimpulan
Mitech MTH-7D DC Spark Leak Detector bukan alat untuk mengukur ketebalan coating, melainkan instrumen untuk membantu menemukan pinhole, crack, bubble, dan discontinuity yang menyebabkan lapisan pelindung tidak lagi sepenuhnya mengisolasi substrat konduktif.
Prinsip high-voltage pulse memungkinkan lokasi cacat diketahui melalui discharge dan alarm ketika terdapat jalur kebocoran pada coating. Dengan applicable coating range 0,05–10 mm dan output voltage 0,2–30 kV ±5%, MTH-7D dapat digunakan untuk berbagai pekerjaan pemeriksaan protective coating dan lining.
Bagi pekerjaan inspeksi pipeline, tank, metal casting pipe, glass lining, rubber lining, epoxy coating, cable, hull, dan struktur logam lainnya, pemilihan spark leak detector perlu mempertimbangkan ketebalan coating, material substrat, bentuk permukaan, metode inspeksi, kebutuhan probe, serta tegangan pengujian yang sesuai.
FAQ Mitech MTH-7D DC Spark Leak Detector
Apa itu Mitech MTH-7D?
Mitech MTH-7D adalah DC Spark Leak Detector atau Holiday Detector yang digunakan untuk menemukan pinhole, crack, bubble, dan discontinuity pada coating atau lapisan isolasi tertentu di atas substrat konduktif.
Apa fungsi DC Spark Leak Detector?
Fungsi utamanya adalah mendeteksi titik cacat atau discontinuity pada coating yang memungkinkan terjadinya discharge menuju substrat konduktif. Indikasi dapat berupa percikan dan alarm.
Apa itu holiday testing pada coating?
Holiday testing adalah metode pemeriksaan untuk menemukan bagian coating yang tidak kontinu, seperti pinhole atau area terbuka, pada lapisan pelindung di atas substrat konduktif.
Berapa ketebalan coating yang dapat diuji MTH-7D?
MTH-7D memiliki applicable coating range 0,05–10 mm.
Berapa tegangan output Mitech MTH-7D?
Output voltage MTH-7D dapat diatur pada rentang 0,2–30 kV dengan toleransi ±5%.
Apakah MTH-7D menggunakan baterai?
Ya. MTH-7D menggunakan sistem power supply 12 V DC dan dirancang untuk penggunaan lapangan. Referensi produk mencantumkan waktu kerja sekitar 10 jam.
Apakah MTH-7D dapat digunakan untuk pipeline?
Ya. Pipeline termasuk salah satu aplikasi yang disebutkan untuk MTH-7D, khususnya untuk pemeriksaan kualitas coating anti-korosi pada permukaan logam.
Apakah MTH-7D dapat mendeteksi pinhole pada coating?
Ya. Pinhole merupakan salah satu jenis discontinuity yang dapat dideteksi apabila kondisi cacat memungkinkan terjadinya discharge selama pengujian.
Apakah MTH-7D dapat digunakan untuk rubber lining?
Ya. MTH-7D disebut dapat digunakan untuk pengujian coating seperti rubber lining, glass lining, glass steel, dan epoxy coal tar pitch, dengan tetap memperhatikan ketebalan serta kondisi material yang diuji.
Apa perbedaan MTH-7D dengan coating thickness gauge?
Coating thickness gauge digunakan untuk memperoleh nilai ketebalan lapisan, sedangkan MTH-7D digunakan untuk menemukan discontinuity atau titik kebocoran pada coating. Jadi keduanya mengukur aspek yang berbeda.
Apakah MTH-7D memiliki probe yang berbeda?
Ya. MTH-7D memiliki dua jenis probe untuk kondisi deteksi yang berbeda. Konfigurasi produk yang dipublikasikan mencantumkan high voltage probe dan brush probe.
Mengapa grounding penting saat menggunakan MTH-7D?
Grounding diperlukan untuk membentuk jalur pengujian antara sistem high voltage dan substrat konduktif. Koneksi grounding yang sesuai merupakan bagian penting dari proses pengujian spark leak.
Apakah MTH-7D cocok untuk inspeksi di lapangan?
Ya. Desain battery-powered 12 V DC dan konstruksi yang relatif ringkas membuat MTH-7D ditujukan untuk pekerjaan field inspection. Dimensi unit sekitar 220 × 130 × 88 mm dengan bobot unit sekitar 1,7 kg.
Bagaimana cara memilih spark leak detector untuk coating?
Pertimbangkan ketebalan coating, jenis material coating, material substrat, bentuk permukaan, rentang tegangan yang dibutuhkan, jenis probe, metode inspeksi, serta standar atau prosedur pengujian yang digunakan dalam pekerjaan.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dari insinyur atau tenaga Ahli NDT bersertifikat. Selalu rujuk pada spesifikasi teknis produk dan standar industri yang berlaku untuk aplikasi spesifik Anda.





