Mengenal Coating Thickness Meter Mitech MCT200: Alat Ukur Ketebalan Lapisan Anti-Rusak (NDT)
Ketebalan lapisan seperti cat, coating pelindung, plating, atau lapisan isolasi sering kali menjadi bagian penting dalam quality control. Lapisan yang terlalu tipis dapat mengurangi perlindungan terhadap korosi, sedangkan lapisan yang terlalu tebal dapat meningkatkan konsumsi material dan biaya proses.
Persoalannya, ketebalan coating tidak selalu dapat diketahui hanya dengan melihat kondisi permukaan. Pengukuran secara langsung menggunakan metode yang merusak benda kerja juga tidak selalu dapat diterapkan, terutama ketika benda yang diperiksa merupakan produk jadi, struktur yang sedang digunakan, komponen bernilai tinggi, atau permukaan yang harus tetap dipertahankan.
Untuk kebutuhan tersebut, Mitech MCT200 Coating Thickness Gauge dirancang sebagai alat ukur ketebalan lapisan secara non-destructive testing (NDT). Dengan prinsip magnetic induction dan eddy current, MCT200 dapat digunakan dengan berbagai probe untuk menyesuaikan jenis substrat dan rentang ketebalan coating yang diperiksa.
Ketebalan Coating Harus Diketahui Tanpa Merusak Permukaan
Bayangkan sebuah komponen baja telah melalui proses pengecatan atau pelapisan anti-korosi. Secara visual permukaannya terlihat rata dan sempurna. Namun, belum tentu ketebalan lapisan di seluruh area tersebut sesuai dengan spesifikasi proses.
Kondisi yang sama dapat terjadi pada struktur baja, komponen otomotif, hasil fabrikasi, tangki, peralatan industri, maupun produk metal yang mendapatkan lapisan pelindung. Operator membutuhkan data aktual mengenai ketebalan coating, bukan hanya penilaian visual.
Karena itu, pemeriksaan coating membutuhkan alat yang dapat memberikan angka ketebalan secara cepat tanpa harus mengikis, memotong, atau merusak lapisan yang sedang diperiksa.
Lapisan Terlihat Baik Belum Tentu Memiliki Ketebalan yang Sesuai
Pemeriksaan visual hanya memberikan informasi mengenai kondisi permukaan. Metode tersebut tidak dapat menunjukkan secara langsung apakah coating memiliki ketebalan yang sesuai dengan target proses.
Pada pekerjaan quality control, inspector biasanya membutuhkan data ketebalan pada beberapa titik pengukuran. Data tersebut kemudian dibandingkan dengan spesifikasi teknis, standar internal, atau persyaratan proyek.
Tanpa alat ukur yang sesuai, pemeriksaan dapat berubah menjadi sekadar perkiraan. Hal ini menjadi semakin sulit ketika material yang diperiksa memiliki jenis substrat berbeda, coating relatif tipis, atau bentuk permukaan tidak sepenuhnya datar.
Substrat dan Jenis Coating Mempengaruhi Metode Pengukuran
Salah satu hal yang sering terlewat ketika memilih coating thickness gauge adalah bahwa alat tidak hanya membaca coating, tetapi juga merespons karakteristik material dasar atau substrat di bawah coating.
Pada substrat logam magnetik seperti besi atau baja, pengukuran dapat menggunakan prinsip magnetic induction. Sementara itu, pada substrat logam non-magnetik, prinsip eddy current digunakan untuk mengukur lapisan non-konduktif.
Oleh sebab itu, pemilihan probe menjadi bagian penting dari proses pengukuran. Mitech menyediakan beberapa tipe probe untuk MCT200, yaitu F400, F1, F10, N1 dan CN02, sehingga konfigurasi dapat disesuaikan dengan kebutuhan aplikasi.
Salah Mengukur Coating Dapat Menyebabkan Masalah QC dan Biaya
Ketebalan coating bukan hanya angka pada layar alat ukur. Data tersebut dapat digunakan untuk mengevaluasi konsistensi proses pelapisan dan membantu memastikan material pelapis digunakan sesuai kebutuhan.
Jika lapisan terlalu tipis, perlindungan terhadap lingkungan kerja dapat menjadi tidak sesuai dengan target desain. Sebaliknya, coating yang terlalu tebal dapat menunjukkan penggunaan material yang berlebihan dan berpotensi meningkatkan biaya proses.
Pada pekerjaan inspeksi, hasil pengukuran juga dapat digunakan sebagai dokumentasi QC, pemeriksaan penerimaan hasil coating, maupun evaluasi kondisi lapisan pada benda kerja.
Apa yang Harus Diketahui dari Coating?
Sebelum melakukan pengukuran, inspector sebaiknya menentukan beberapa informasi dasar:
- Jenis material substrat yang berada di bawah coating.
- Jenis lapisan atau coating yang akan diperiksa.
- Perkiraan ketebalan coating.
- Apakah permukaan datar atau memiliki radius/kelengkungan.
- Ukuran area pengukuran.
- Target akurasi pengukuran.
- Apakah pengukuran dilakukan pada satu titik atau banyak titik.
- Apakah hasil pengukuran perlu disimpan dan dipindahkan ke komputer.
Dari kebutuhan tersebut, pemilihan probe menjadi tahap yang tidak boleh diabaikan. MCT200 memiliki lima tipe probe yang dapat dipilih sesuai aplikasi. Probe F10, misalnya, digunakan ketika diperlukan rentang pengukuran coating yang jauh lebih tebal hingga 10 mm.
Magnetic Induction dan Eddy Current
1. Magnetic Induction
Metode magnetic induction digunakan untuk pengukuran lapisan non-magnetik pada substrat logam magnetik. Dalam praktiknya, metode ini sesuai untuk aplikasi seperti pengukuran coating pada material berbasis besi atau baja.
Pada MCT200, kelompok probe F digunakan untuk aplikasi berbasis magnetic induction. Pilihan probe memungkinkan pengguna menyesuaikan rentang pengukuran dengan ketebalan lapisan yang diperiksa.
2. Eddy Current
Eddy current digunakan untuk pengukuran lapisan non-konduktif pada substrat logam non-magnetik. Contoh aplikasinya dapat ditemukan pada coating di atas material non-ferrous seperti aluminium dan material sejenis. MCT200 menggunakan probe tipe N untuk aplikasi tersebut. Dengan demikian, satu platform alat dapat digunakan pada jenis substrat yang berbeda selama probe yang sesuai dipilih.
PILIHAN PROBE MITECH MCT200
Salah satu bagian penting dari MCT200 adalah pilihan probe. Karena rentang pengukuran dan karakteristik aplikasi mengikuti probe, konfigurasi sebaiknya ditentukan berdasarkan benda kerja yang benar-benar akan diperiksa.
| Probe | Prinsip | Rentang | Resolusi | Kegunaan Utama |
|---|---|---|---|---|
| F400 | Magnetic Induction | 0–400 µm | 0,1 µm | Coating pada substrat ferrous dengan rentang hingga 400 µm |
| F1 | Magnetic Induction | 0–1.250 µm | 0,1 µm | Pengukuran coating pada besi/baja dengan rentang umum hingga 1.250 µm |
| F10 | Magnetic Induction | 0–10.000 µm | 10 µm | Coating yang membutuhkan rentang pengukuran lebih tebal hingga 10 mm |
| N1 | Eddy Current | 0–1.250 µm | 0,1 µm | Coating non-konduktif pada substrat non-ferrous |
| CN02 | Eddy Current | Sesuai konfigurasi/aplikasi probe | Sesuai aplikasi | Aplikasi khusus pada material non-ferrous tertentu |
Data teknis probe menunjukkan bahwa F400, F1 dan F10 terutama digunakan untuk substrat ferrous dengan prinsip magnetic induction, sedangkan N1 dan CN02 digunakan untuk aplikasi non-ferrous berbasis eddy current. F10 memiliki kemampuan pengukuran hingga 10.000 µm atau 10 mm.
Mitech MCT200 Coating Thickness Gauge
Ketika kebutuhan inspeksi sudah jelas, Mitech MCT200 menjadi relevan karena satu unit dapat dikonfigurasikan dengan berbagai probe untuk menghadapi variasi substrat dan ketebalan coating.

MCT200 menggunakan dua prinsip pengukuran, yaitu magnetic induction dan eddy current. Sistem ini memungkinkan pengukuran coating non-magnetik pada substrat logam magnetik maupun coating non-konduktif pada substrat logam non-magnetik dengan menggunakan probe yang sesuai.
Selain pilihan probe, MCT200 menyediakan mode pengukuran single dan continuous. Mode single dapat digunakan untuk pemeriksaan titik, sedangkan mode continuous lebih sesuai ketika operator perlu melakukan pemeriksaan secara berkelanjutan pada sejumlah titik.
Spesifikasi Mitech MCT200 Coating Thickness Gauge
| Parameter | Spesifikasi Mitech MCT200 |
|---|---|
| Model | MCT200 |
| Jenis Instrumen | Coating Thickness Gauge / Coating Thickness Meter |
| Prinsip Pengukuran | Magnetic Induction & Eddy Current |
| Rentang Pengukuran | 0–1.250 µm, tergantung probe; maksimum 10 mm dengan probe F10 |
| Resolusi | 0,1 µm pada low range; probe F10 memiliki resolusi 10 µm |
| Akurasi | ±(3%H + 1) µm, tergantung probe dan kondisi pengukuran |
| Display | LCD 4 digit dengan EL backlight |
| Mode Pengukuran | Single dan Continuous |
| Unit | Metric (µm) dan Imperial (mil) |
| Memori | Hingga 20 file, masing-masing hingga 50 nilai pengukuran |
| Komunikasi | USB 1.1 |
| Software | Data processing software tersedia sebagai opsi |
| Power Supply | 2 × baterai alkaline AA 1,5 V |
| Waktu Operasi | Sekitar 200 jam dengan EL backlight tidak aktif |
| Suhu Kerja | -10°C hingga +50°C |
| Kelembaban Relatif | ≤90% |
| Dimensi | 125 × 67 × 31 mm |
| Berat Unit | 340 gram |
| Material Casing | Aluminium compact case |
Spesifikasi utama MCT200 mencakup rentang dasar hingga 1.250 µm tergantung probe, resolusi 0,1 µm, akurasi yang dinyatakan sebesar ±(3%H+1) µm untuk konfigurasi tertentu, memori pengukuran, USB 1.1, serta waktu operasi tipikal hingga 200 jam dengan backlight tidak aktif.
Konfigurasi Mitech MCT200
Konfigurasi MCT200 perlu diperhatikan ketika melakukan pemesanan karena probe merupakan komponen yang menentukan jenis aplikasi pengukuran. Konfigurasi standar yang tercantum pada referensi produk mencakup unit utama, satu probe F1 atau N1, calibration foils, zero plate, carrying case, manual, dan baterai AA. Probe jenis lain serta DataPro software dan USB cable tersedia sebagai konfigurasi opsional.

| Komponen | Status | Keterangan |
|---|---|---|
| Main Unit MCT200 | Standard | Unit utama pengukur ketebalan coating |
| Probe F1 atau N1 | Standard | Tergantung konfigurasi yang dipilih |
| Calibration Foils | Standard | Digunakan dalam proses kalibrasi pengukuran |
| Zero Plate | Standard | Substrat referensi sesuai jenis probe |
| Carrying Case | Standard | Penyimpanan dan transportasi instrumen |
| Operation Manual | Standard | Panduan penggunaan instrumen |
| AA Battery | Standard | 2 buah baterai alkaline AA |
| Probe F400 / F10 / probe lainnya | Optional | Dipilih berdasarkan kebutuhan pengukuran |
| DataPro Software | Optional | Pengolahan dan manajemen data melalui komputer |
| USB Cable | Optional | Komunikasi instrumen dengan PC |
CARA PENGGUNAAN Mitech MCT200

1. Tentukan jenis substrat
Sebelum menyalakan alat, tentukan terlebih dahulu apakah benda kerja termasuk substrat ferrous atau non-ferrous. Informasi ini menentukan prinsip pengukuran dan tipe probe yang digunakan.
2. Pilih probe yang sesuai
Pilih F400, F1 atau F10 untuk aplikasi magnetic induction pada substrat ferrous sesuai rentang coating. Gunakan N1 atau probe lain yang sesuai untuk aplikasi non-ferrous berbasis eddy current.
3. Bersihkan titik pengukuran
Permukaan probe dan titik pengukuran harus bebas dari debu, minyak, serpihan logam, maupun kontaminan lain. Kondisi permukaan dapat mempengaruhi kestabilan pembacaan.
4. Lakukan kalibrasi
MCT200 menyediakan metode kalibrasi untuk menyesuaikan sistem dengan probe dan kondisi pengukuran. Zero calibration dapat digunakan untuk menetapkan titik nol, sedangkan calibration foil digunakan ketika diperlukan penyesuaian terhadap ketebalan referensi. Untuk pengukuran yang membutuhkan ketelitian lebih baik, gunakan calibration foil yang ketebalannya mendekati perkiraan coating yang akan diukur. Proses kalibrasi harus dilakukan sesuai tipe probe dan prosedur instrumen.
5. Tempelkan probe secara tegak lurus
Tempatkan probe pada permukaan benda kerja secara stabil. Hindari gerakan menyamping ketika probe menyentuh permukaan karena posisi probe dan kondisi area pengukuran dapat mempengaruhi hasil.
6. Baca nilai ketebalan coating
Setelah pembacaan stabil, nilai ketebalan akan ditampilkan pada LCD. Pengguna dapat memilih satuan µm atau mil sesuai kebutuhan dokumentasi.
7. Lakukan pengukuran pada beberapa titik
Untuk pemeriksaan QC, jangan hanya mengandalkan satu titik. Lakukan pengukuran pada beberapa lokasi yang mewakili area benda kerja. Mode continuous dapat digunakan ketika inspeksi membutuhkan pengambilan data secara berkelanjutan.
8. Simpan dan dokumentasikan hasil
Hasil pengukuran dapat disimpan pada memori internal. MCT200 memiliki kapasitas hingga 20 file dengan hingga 50 nilai pada setiap file. Untuk kebutuhan pengolahan data melalui komputer, komunikasi USB dan software tersedia sebagai opsi.
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Menggunakan Coating Thickness Gauge
Coating thickness gauge bukan sekadar alat yang ditempelkan pada permukaan lalu angka dianggap otomatis benar. Kondisi benda kerja, tipe probe, kalibrasi, bentuk permukaan, ketebalan substrat, dan karakteristik coating perlu diperhatikan.
Khusus pada permukaan melengkung, area yang terlalu kecil, atau substrat yang tipis, batas kemampuan probe harus diperhatikan. Karena itu, pemilihan probe berdasarkan spesifikasi benda kerja jauh lebih penting daripada hanya melihat angka rentang maksimum alat.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah lingkungan pengukuran. Referensi MCT200 mencantumkan suhu kerja -10°C hingga +50°C dan kelembaban relatif maksimal 90%. Lingkungan dengan getaran kuat, medan magnet kuat, media korosif, atau debu berat sebaiknya dihindari ketika melakukan pengukuran.
Contoh Aplikasi Mitech MCT200
- Quality control proses pengecatan.
- Inspeksi ketebalan coating pada fabrikasi logam.
- Pemeriksaan lapisan anti-korosi pada struktur baja.
- Pengukuran coating pada komponen otomotif.
- Inspeksi lapisan pelindung pada produk manufaktur.
- Pemeriksaan coating pada material ferrous dan non-ferrous.
- Incoming inspection dan final inspection.
- Maintenance dan pemeriksaan kondisi lapisan secara berkala.
Bagaimana Memilih Probe MCT200?
Pemilihan probe sebaiknya dimulai dari material substrat dan ketebalan coating, bukan dari harga atau angka range maksimum semata.

| Kebutuhan | Probe yang Perlu Dipertimbangkan | Alasan |
|---|---|---|
| Coating tipis pada besi/baja | F400 / F1 | Magnetic induction dengan resolusi hingga 0,1 µm |
| Coating umum pada besi/baja | F1 | Rentang hingga 1.250 µm |
| Coating sangat tebal | F10 | Rentang hingga 10.000 µm atau 10 mm |
| Coating non-konduktif pada substrat non-ferrous | N1 | Menggunakan prinsip eddy current |
| Aplikasi khusus | CN02 / probe sesuai aplikasi | Perlu disesuaikan dengan material dan bentuk benda kerja |
Kesimpulan
Pengukuran ketebalan coating menjadi penting ketika kualitas lapisan tidak cukup dinilai hanya secara visual. Inspector membutuhkan data kuantitatif untuk mengetahui apakah lapisan berada pada ketebalan yang diharapkan, sekaligus mengurangi kebutuhan pengujian yang merusak permukaan.
Mitech MCT200 Coating Thickness Gauge menjawab kebutuhan tersebut dengan pendekatan NDT menggunakan magnetic induction dan eddy current. Nilai tambah utamanya bukan hanya pada unit utama, tetapi pada fleksibilitas pilihan probe seperti F400, F1, F10, N1 dan CN02.
Dengan pemilihan probe yang tepat, MCT200 dapat digunakan mulai dari pengukuran coating pada substrat ferrous hingga aplikasi non-ferrous, termasuk kebutuhan coating tebal hingga 10 mm menggunakan probe F10.
Jadi, ketika kebutuhan Anda adalah mengetahui berapa tebal coating sebenarnya tanpa merusak permukaan benda kerja, langkah pertama bukan sekadar mencari coating thickness meter dengan range terbesar. Tentukan terlebih dahulu material substrat, jenis coating, perkiraan ketebalan, bentuk permukaan, dan kebutuhan akurasi. Dari informasi tersebut barulah konfigurasi probe MCT200 dapat ditentukan secara tepat.
FAQ Mitech MCT200 Coating Thickness Gauge
1. Apa itu Mitech MCT200?
Mitech MCT200 adalah coating thickness gauge digital untuk mengukur ketebalan lapisan atau coating secara non-destructive pada substrat logam dengan menggunakan prinsip magnetic induction dan eddy current.
2. Apa fungsi coating thickness meter?
Coating thickness meter digunakan untuk mengetahui ketebalan lapisan seperti cat, coating pelindung, plating, atau lapisan non-konduktif pada substrat logam tanpa harus merusak permukaan benda kerja.
3. Apakah Mitech MCT200 bisa mengukur ketebalan cat?
Ya. Dengan probe yang sesuai, MCT200 dapat digunakan untuk mengukur lapisan non-magnetik pada substrat logam magnetik seperti besi atau baja.
4. Apakah MCT200 bisa mengukur coating pada aluminium?
MCT200 dapat digunakan untuk aplikasi pada substrat non-ferrous dengan menggunakan probe berbasis eddy current yang sesuai, seperti N1. Pemilihan probe tetap harus disesuaikan dengan jenis material dan coating yang diperiksa.
5. Berapa range pengukuran Mitech MCT200?
Range bergantung pada probe yang digunakan. Secara umum MCT200 memiliki rentang hingga 1.250 µm, sedangkan probe F10 dapat digunakan untuk pengukuran hingga 10.000 µm atau 10 mm.
6. Berapa akurasi Mitech MCT200?
Spesifikasi dasar mencantumkan akurasi ±(3%H+1) µm, tetapi hasil aktual bergantung pada tipe probe, metode kalibrasi, material, kondisi permukaan, dan kondisi pengukuran.
7. Apa perbedaan probe F400, F1 dan F10?
Ketiganya menggunakan prinsip magnetic induction untuk substrat ferrous, tetapi memiliki rentang dan karakteristik pengukuran yang berbeda. F400 memiliki range hingga 400 µm, F1 hingga 1.250 µm, sedangkan F10 memiliki range hingga 10 mm dengan resolusi 10 µm.
8. Apa fungsi probe N1 pada MCT200?
Probe N1 digunakan untuk aplikasi non-ferrous dengan prinsip eddy current, terutama ketika coating non-konduktif berada di atas substrat logam non-magnetik.
9. Apakah MCT200 termasuk alat NDT?
Ya. Pengukuran coating dilakukan tanpa perlu memotong, mengikis, atau merusak lapisan benda kerja, sehingga prinsip penggunaannya termasuk pengujian non-destruktif.
10. Apakah MCT200 memiliki memori?
Ya. MCT200 memiliki memori hingga 20 file dengan hingga 50 nilai pengukuran pada setiap file berdasarkan spesifikasi yang tersedia.
11. Apakah data MCT200 dapat dipindahkan ke komputer?
MCT200 memiliki port USB 1.1. Software pengolahan data dan USB cable tersedia sebagai konfigurasi opsional untuk kebutuhan pengolahan data melalui PC.
12. Bagaimana cara memilih MCT200 dengan probe yang tepat?
Tentukan terlebih dahulu apakah substrat bersifat ferrous atau non-ferrous, kemudian tentukan perkiraan ketebalan coating, bentuk permukaan, ukuran area pengukuran, dan kebutuhan akurasi. Dari data tersebut dapat ditentukan apakah F400, F1, F10, N1 atau probe lainnya yang sesuai.
Rekomendasi Sebelum Membeli Mitech MCT200
Jangan menentukan konfigurasi hanya berdasarkan tulisan “range hingga 10 mm”. Angka tersebut berlaku untuk probe F10 dan bukan berarti semua probe MCT200 mempunyai range yang sama. Jika kebutuhan Anda adalah pengukuran coating pada besi atau baja, informasikan perkiraan ketebalan coating yang akan diperiksa. Jika aplikasinya pada aluminium atau substrat non-ferrous lainnya, informasikan material tersebut. Informasi ini penting untuk menentukan probe yang tepat.
Untuk kebutuhan proyek, QC, fabrikasi, maintenance, maupun inspeksi lapangan, konfigurasi Mitech MCT200 dapat disesuaikan dengan objek yang akan diuji sehingga instrumen yang digunakan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengukuran.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dari insinyur atau tenaga Ahli NDT bersertifikat. Selalu rujuk pada spesifikasi teknis produk dan standar industri yang berlaku untuk aplikasi spesifik Anda.





