Panduan Transmission Meter Linshang: Uji VLT, UV, & Penolak Panas IR dengan LS110H, LS110A, dan LS101
Memilih kaca film tidak cukup hanya berdasarkan tingkat kegelapan atau tampilan visual. Dua kaca film yang terlihat sama-sama gelap dapat memiliki karakteristik transmisi cahaya, penolakan UV, dan penolakan infrared (IR) yang berbeda. Karena itu, pengujian menggunakan window tint transmission meter diperlukan ketika hasil yang dibutuhkan harus berupa data.
Masalahnya, jenis transmission meter di pasaran tidak semuanya bekerja dengan konfigurasi yang sama. Ada alat yang dirancang untuk sampel film atau kaca yang dapat dilepas, sementara tipe lainnya dibuat untuk memeriksa kaca yang sudah terpasang pada kendaraan atau bangunan.
Linshang menyediakan beberapa konfigurasi untuk kebutuhan tersebut. Pada artikel ini fokus pembahasan adalah tiga model yang memiliki karakter penggunaan berbeda, yaitu Linshang LS110H Split Transmission Meter, Linshang LS110A Split Transmission Meter, dan Linshang LS101 Desktop Film Transmission Meter.
Ketika Kaca Film Harus Dibuktikan dengan Data
Bayangkan sebuah toko kaca film memasang film pada kaca depan kendaraan. Secara visual, kaca terlihat cukup terang dan sesuai dengan spesifikasi produk. Namun pelanggan ingin mengetahui:
- Berapa nilai VLT (Visible Light Transmittance) sebenarnya?
- Seberapa besar radiasi UV yang ditolak?
- Seberapa besar infrared yang ditolak oleh film?
- Apakah hasil pengukuran sesuai dengan spesifikasi kaca film yang ditawarkan?
Hal yang sama terjadi pada produsen kaca film, distributor, bengkel pemasangan kaca film, dealer kendaraan, kontraktor kaca bangunan, hingga bagian quality control.
Tanpa pengukuran, penilaian biasanya hanya berdasarkan warna, tingkat kegelapan, atau klaim spesifikasi dari label produk. Padahal performa optik sebuah film tidak selalu dapat diketahui hanya dengan melihatnya.
Kaca Terlihat Sama, tetapi Nilai Transmisinya Bisa Berbeda
VLT, UV rejection, dan IR rejection merupakan parameter yang berbeda. VLT menunjukkan seberapa besar cahaya tampak yang dapat melewati kaca atau film. Semakin rendah nilai VLT, semakin sedikit cahaya tampak yang diteruskan dan secara umum kaca terlihat semakin gelap.
Sementara itu, UV rejection menunjukkan kemampuan material menahan radiasi ultraviolet, sedangkan IR rejection digunakan untuk melihat kemampuan material menahan infrared pada panjang gelombang pengujian tertentu.Karena ketiga parameter tersebut tidak sama, kaca film dengan VLT tertentu belum tentu memiliki performa IR rejection yang sama dengan produk lain.
Jenis Film dan Panjang Gelombang Pengujian Berpengaruh
Salah satu hal yang sering terlewat ketika memilih transmission meter adalah panjang gelombang sumber cahaya IR.
Linshang LS110A menggunakan sumber IR dengan peak wavelength 940 nm, sedangkan LS110H menggunakan peak wavelength 1400 nm. Keduanya bukan sekadar dua angka berbeda pada spesifikasi, tetapi digunakan untuk karakteristik material yang berbeda.
Menurut referensi Linshang, film yang bekerja dengan prinsip penyerapan panas umumnya lebih baik dievaluasi pada 940 nm, sedangkan film yang mengandalkan refleksi seperti metallic film lebih sesuai diuji pada 1400 nm.
Dengan demikian, pertanyaan “Mana yang lebih akurat, 940 nm atau 1400 nm?” sebenarnya kurang tepat. Yang lebih penting adalah apakah panjang gelombang alat sesuai dengan karakteristik film yang ingin dievaluasi.
Salah Memilih Alat Bisa Membuat Data Tidak Sesuai Tujuan Pengujian
Kesalahan memilih alat dapat terjadi ketika pengguna hanya melihat spesifikasi “bisa mengukur IR” tanpa memperhatikan panjang gelombangnya. Contohnya, pengguna membutuhkan pemeriksaan film yang karakteristiknya lebih cocok dievaluasi pada 1400 nm, tetapi memilih alat dengan sumber IR 940 nm hanya karena angka IR rejection pada brosur terlihat tinggi.
Akibatnya, data pengukuran dapat benar secara instrumen tetapi kurang representatif untuk tujuan evaluasi material tersebut. Masalah lain muncul pada metode pengukuran. Jika yang diperiksa adalah kaca depan kendaraan yang sudah terpasang, penggunaan alat desktop dengan test slot tidak selalu praktis. Sebaliknya, jika laboratorium melakukan pengujian sampel film secara berulang, alat desktop dapat lebih praktis daripada membawa meter split ke setiap sampel.
Apa Saja yang Perlu Diukur?
Sebelum membeli transmission meter, tentukan terlebih dahulu parameter yang benar-benar dibutuhkan.
| Parameter | Fungsi | Contoh kebutuhan |
|---|---|---|
| VLT | Mengukur transmisi cahaya tampak | Kaca film kendaraan, kaca bangunan, kontrol tingkat kecerahan |
| UV Rejection | Mengevaluasi kemampuan material menolak UV | Perlindungan interior kendaraan, kaca bangunan, solar film |
| IR Rejection | Mengevaluasi penolakan infrared pada panjang gelombang tertentu | Evaluasi kemampuan film menahan radiasi IR |
Ketiga parameter tersebut dapat diukur secara bersamaan pada LS110A, LS110H, dan LS101. Perbedaannya terutama terletak pada konfigurasi alat, panjang gelombang IR, serta cara sampel ditempatkan ketika pengukuran dilakukan.
Bagaimana Transmission Meter Membaca Kaca Film?
1. VLT atau Visible Light Transmittance
VLT merupakan persentase cahaya tampak yang diteruskan oleh material. Linshang menggunakan rentang visible light 380–760 nm yang mengikuti fungsi fotopik CIE. Artinya pengukuran visible transmission tidak hanya menggunakan satu panjang gelombang sempit, tetapi dirancang mengikuti respons fotopik penglihatan manusia.
Secara sederhana:
VLT tinggi = lebih banyak cahaya tampak diteruskan.
VLT rendah = lebih sedikit cahaya tampak diteruskan.
2. UV Rejection
UV rejection menunjukkan persentase radiasi ultraviolet yang ditolak oleh material. Ketiga model menggunakan UV peak wavelength 365 nm. Parameter ini berguna untuk mengevaluasi kemampuan kaca film atau material transparan dalam menghambat radiasi UV pada panjang gelombang pengujian tersebut.
3. IR Rejection
IR rejection merupakan parameter yang perlu diperhatikan lebih serius ketika membandingkan kaca film. LS110A menggunakan 940 nm, sedangkan LS110H menggunakan 1400 nm. LS101 juga menggunakan 940 nm.
Oleh sebab itu, angka IR rejection sebaiknya tidak dibandingkan begitu saja antara alat dengan panjang gelombang berbeda. Hasil pengujian pada 940 nm dan 1400 nm merupakan pengukuran pada kondisi spektral yang berbeda.
Perbandingan Linshang LS110H vs LS110A vs LS101
| Spesifikasi | LS110A | LS110H | LS101 |
|---|---|---|---|
| Jenis | Split Transmission Meter | Split Transmission Meter | Desktop Transmission Meter |
| VLT | Ya | Ya | Ya |
| UV Rejection | Ya | Ya | Ya |
| UV Peak | 365 nm | 365 nm | 365 nm |
| IR Rejection | Ya | Ya | Ya |
| IR Peak | 940 nm | 1400 nm | 940 nm |
| Visible Light | 380–760 nm | 380–760 nm | 380–760 nm |
| Resolution | 0.1% pada 0–10%; 1% pada 10–100% | 0.1% pada 0–10%; 1% pada 10–100% | 0.1% |
| Accuracy | ±2%* | ±2%* | ±2%* |
| Desain optik | Parallel light path | Parallel light path | Parallel light path |
| Metode pemasangan sampel | Main + auxiliary unit | Main + auxiliary unit | Test slot |
| Untuk kaca terpasang | Sangat sesuai | Sangat sesuai | Lebih cocok untuk sampel |
| Untuk front windshield | Ya | Ya | Kurang praktis |
| Ukuran | 130 × 70 × 84 mm | 130 × 70 × 84 mm | 175 × 120 × 30 mm |
| Bobot | 630 g | 630 g | 360 g |
| Power | Rechargeable lithium battery | Rechargeable lithium battery | 4 × AA atau 5V AC/DC |
*Akurasi ±2% yang tercantum Linshang berlaku untuk material transparan, tidak berwarna, dan seragam.
Pilih Transmission Meter Berdasarkan Cara Pengujian
Daripada memilih berdasarkan harga atau jumlah parameter saja, lebih aman memilih berdasarkan jenis material, lokasi pengujian, dan karakter film.
Linshang LS110A — Untuk Film dengan Fokus IR 940 nm
LS110A merupakan split transmission meter yang menggunakan IR peak 940 nm. Alat ini mengukur VLT, UV rejection, dan IR rejection secara bersamaan.

Konfigurasi dua bagian membuat LS110A sangat praktis untuk menguji kaca yang sudah terpasang. Main unit dan auxiliary unit ditempatkan pada sisi berlawanan dari material yang diuji. Sistem laser alignment membantu menyelaraskan kedua bagian alat.
LS110A dapat menjadi pilihan ketika kebutuhan pengujian terutama berkaitan dengan automotive window film, front windshield, architectural glass dan material yang karakteristik IR-nya ingin dievaluasi pada 940 nm.
Linshang LS110H — Untuk Evaluasi IR 1400 nm
LS110H mempunyai konfigurasi split yang serupa dengan LS110A, tetapi menggunakan IR peak wavelength 1400 nm.

Model ini cocok dipertimbangkan ketika pengguna ingin mengevaluasi film dengan karakteristik reflektif, termasuk metallic film, pada panjang gelombang 1400 nm. Linshang menjelaskan bahwa metallic film yang menggunakan prinsip refleksi panas umumnya menunjukkan blocking effect yang lebih baik pada 1400 nm.
LS110H juga mengukur VLT, UV rejection, dan IR rejection secara bersamaan, sehingga satu kali pengujian dapat memberikan tiga parameter utama performa optik film.
Linshang LS101 — Untuk Pengujian Sampel Secara Desktop
Berbeda dengan LS110A dan LS110H, LS101 menggunakan konstruksi desktop dengan test slot 20 × 70 mm.
Sampel dimasukkan ke dalam slot kemudian hasil VLT, UV rejection, dan IR rejection dapat dibaca pada layar. LS101 menggunakan parallel light path sehingga dapat digunakan untuk pengujian solar film, architectural film, laminated glass, dan material dengan ketebalan lebih besar.

Untuk laboratorium, QC, produsen kaca film, distributor atau tempat kerja yang lebih sering menguji sampel potongan film/kaca, desain desktop seperti LS101 dapat lebih praktis daripada membawa alat split ke setiap titik pemeriksaan.
Panduan Cepat Memilih Model
| Kebutuhan | Model yang Dipertimbangkan | Alasan |
|---|---|---|
| Menguji kaca depan kendaraan yang sudah terpasang | LS110A / LS110H | Split design untuk pengujian material yang sudah terpasang |
| Membutuhkan IR 940 nm | LS110A / LS101 | Menggunakan IR peak 940 nm |
| Membutuhkan IR 1400 nm | LS110H | Menggunakan IR peak 1400 nm |
| Pengujian film dan sampel di meja kerja | LS101 | Memiliki test slot dan konstruksi desktop |
| Pengujian lapangan | LS110A / LS110H | Split design dan rechargeable battery |
| QC kaca film dengan pengujian berulang | LS101 | Pengoperasian cepat dengan test slot |
| Evaluasi film metallic/reflective | LS110H | IR peak 1400 nm |
| Evaluasi heat-absorbing film | LS110A / LS101 | IR peak 940 nm |
CARA PENGGUNAAN LS110A dan LS110H
1. Nyalakan alat
Pastikan main unit dan auxiliary unit memiliki daya yang cukup. Kedua model menggunakan baterai lithium rechargeable.
2. Tempatkan kedua bagian alat pada material
Untuk kaca yang sudah terpasang, main unit dan auxiliary unit ditempatkan pada sisi berlawanan kaca.
3. Gunakan laser alignment
Posisikan kedua bagian alat agar jalur pengukuran sejajar. Fitur laser alignment membantu menentukan posisi yang tepat sehingga proses pengukuran lebih konsisten.
4. Tunggu hasil pengukuran
Instrumen akan menampilkan parameter transmisi cahaya tampak, UV rejection, dan IR rejection secara bersamaan.
5. Gunakan fungsi data lock jika diperlukan
Data dapat dikunci pada layar sehingga hasil tetap dapat dibaca setelah material atau alat dipindahkan. Fitur ini berguna ketika operator perlu mencatat hasil pengujian secara manual.
CARA PENGGUNAAN LS101
1. Nyalakan LS101
LS101 dapat menggunakan empat baterai AA atau sumber daya 5V melalui USB Type-C.
2. Pastikan kondisi awal alat
LS101 memiliki fungsi dynamic calibration. Setelah alat dinyalakan, nilai transmisi dikalibrasi otomatis ke 100%, sedangkan UV dan IR rejection dikalibrasi ke 0%.
3. Masukkan sampel ke test slot
Tempatkan film atau material yang ingin diuji pada test slot berukuran 20 × 70 mm.
4. Baca hasil VLT, UV rejection dan IR rejection
Hasil pengukuran ditampilkan pada LCD. LS101 juga menyediakan fungsi HOLD untuk mempertahankan data pada layar setelah sampel dilepas.
Mengapa Parallel Light Path Penting?
Pada pengukuran material transparan, geometri jalur cahaya berpengaruh terhadap cara cahaya melewati sampel.
LS101, LS110A, dan LS110H menggunakan parallel light path. Pada LS110A dan LS110H, Linshang menyebut desain tersebut memungkinkan pengujian kaca dengan ketebalan lebih besar. Ketebalan sampel dapat mencapai lebih dari 20 mm, meskipun pada material di atas 20 mm unit tidak lagi cukup kuat untuk otomatis menempel secara magnetis dan operator perlu memegang alat saat pengujian.
Hal ini menjadi salah satu alasan mengapa konfigurasi alat perlu disesuaikan dengan jenis sampel, bukan hanya dengan parameter yang ingin diukur.
Perbedaan Film Metallic dan Heat-Absorbing
Pemilihan LS110A atau LS110H menjadi lebih mudah jika prinsip kerja film dipahami.
Heat-Absorbing Film
Heat-absorbing film menggunakan material penyerap untuk menyerap sebagian energi infrared. Karena prinsip utamanya adalah absorpsi, evaluasi pada 940 nm dapat menjadi pertimbangan yang relevan.
Metallic Film
Metallic film menggunakan lapisan metal yang bekerja lebih banyak melalui mekanisme refleksi infrared. Untuk jenis ini, 1400 nm menjadi salah satu panjang gelombang yang direkomendasikan Linshang untuk evaluasi karakter blocking infrared.
Perlu diperhatikan bahwa nilai IR rejection bukan berarti ukuran langsung dari “seberapa dingin” sebuah ruangan atau kendaraan. IR rejection pada alat merupakan hasil pengukuran berdasarkan panjang gelombang sumber yang digunakan. Untuk penilaian performa termal secara keseluruhan, parameter seperti TSER atau SHGC dapat dibutuhkan tergantung tujuan pengujian.
Solusi untuk QC, Toko Kaca Film, dan Pemeriksaan Lapangan
Dalam praktiknya, kebutuhan pengguna dapat dibagi menjadi dua kelompok besar.
Pertama, pengujian sampel. Jika film atau kaca dapat dipotong dan dibawa ke meja pengujian, LS101 menawarkan format desktop yang sederhana. Operator cukup memasukkan material ke test slot dan membaca hasil pada LCD.
Kedua, pengujian material yang sudah terpasang. Jika kaca film sudah menempel pada kaca kendaraan atau bangunan, LS110A dan LS110H lebih praktis karena main unit dan auxiliary unit dapat ditempatkan pada dua sisi kaca.
Dengan pendekatan tersebut, pemilihan alat tidak lagi hanya berdasarkan “alat mana yang mempunyai VLT, UV dan IR”, tetapi berdasarkan bagaimana pengujian benar-benar dilakukan di lapangan.
Rekomendasi Pemilihan LS110A, LS110H, dan LS101
- Pilih Linshang LS110A apabila kebutuhan utama adalah pengujian kaca film yang sudah terpasang dan pengguna membutuhkan pengukuran VLT, UV rejection serta IR rejection pada 940 nm.
- Pilih Linshang LS110H apabila kebutuhan utamanya sama-sama pengujian kaca terpasang, tetapi karakter film yang diuji lebih sesuai dievaluasi pada 1400 nm, khususnya untuk film dengan prinsip refleksi seperti metallic film.
- Pilih Linshang LS101 apabila pengujian lebih banyak dilakukan pada sampel film atau kaca di meja kerja/laboratorium dan pengguna membutuhkan VLT, UV rejection serta IR rejection pada 940 nm dalam format desktop.
FAQ Transmission Meter dan Window Tint Meter
1. Apa itu transmission meter?
Transmission meter adalah alat ukur yang digunakan untuk mengetahui karakteristik transmisi optik suatu material, seperti kaca dan kaca film. Pada seri Linshang yang dibahas di artikel ini, parameter yang dapat diperiksa meliputi VLT, UV rejection dan IR rejection.
2. Apa itu VLT pada kaca film?
VLT atau Visible Light Transmittance adalah persentase cahaya tampak yang diteruskan melalui kaca atau film. Semakin rendah nilai VLT, semakin sedikit cahaya tampak yang diteruskan.
3. Apa fungsi UV rejection pada kaca film?
UV rejection menunjukkan kemampuan material menghambat radiasi ultraviolet pada kondisi pengujian. LS110A, LS110H dan LS101 menggunakan UV peak wavelength 365 nm.
4. Apa perbedaan LS110A dan LS110H?
Perbedaan utama terdapat pada sumber IR. LS110A menggunakan 940 nm, sedangkan LS110H menggunakan 1400 nm. Keduanya sama-sama merupakan split transmission meter dan dapat mengukur VLT, UV rejection dan IR rejection.
5. Mana yang lebih baik, LS110A atau LS110H?
Tidak ada satu model yang selalu lebih baik. Pemilihannya bergantung pada jenis film dan panjang gelombang IR yang ingin digunakan. Untuk film yang lebih sesuai dievaluasi pada 940 nm, pilih LS110A. Untuk evaluasi 1400 nm, terutama film metallic/reflektif, LS110H lebih sesuai.
6. Apakah LS101 bisa mengukur VLT, UV dan IR sekaligus?
Ya. LS101 dapat mengukur UV rejection, IR rejection dan visible light transmittance secara bersamaan. Model ini menggunakan UV 365 nm, visible light 380–760 nm dan IR 940 nm.
7. Apa perbedaan LS101 dengan LS110A?
LS101 merupakan model desktop dengan test slot, sedangkan LS110A menggunakan desain split dengan main unit dan auxiliary unit. Keduanya menggunakan IR 940 nm, tetapi metode pemasangan sampelnya berbeda.
8. Apakah LS110A dan LS110H bisa digunakan untuk kaca depan mobil?
Ya. Kedua model menggunakan split design yang memang ditujukan antara lain untuk pengujian front windshield, kaca kendaraan, kaca bangunan dan material berukuran lebih besar.
9. Apakah transmission meter dapat mengukur kaca film yang sudah terpasang?
Ya. Untuk kondisi tersebut, model split seperti LS110A dan LS110H lebih praktis karena kedua bagian alat ditempatkan pada sisi berlawanan dari kaca yang diuji.
10. Apakah LS101 bisa mengukur kaca yang tebal?
LS101 menggunakan parallel light path yang memungkinkan pengujian material dengan ketebalan lebih besar dibandingkan desain yang hanya menggunakan point light source. Linshang secara khusus menyebut penggunaan LS101 untuk solar film, architectural film, laminated glass dan material dengan ketebalan lebih besar.
11. Berapa akurasi Linshang LS110A, LS110H dan LS101?
Ketiganya memiliki spesifikasi akurasi ±2% untuk material yang tidak berwarna, transparan dan seragam. Kondisi material tetap perlu diperhatikan ketika membandingkan hasil pengukuran.
12. Apakah angka IR rejection 940 nm dan 1400 nm bisa dibandingkan langsung?
Sebaiknya tidak dibandingkan langsung sebagai angka yang setara karena keduanya menggunakan panjang gelombang pengujian berbeda. Gunakan panjang gelombang yang sesuai dengan karakteristik film dan tujuan pengujian.
Kesimpulan
Transmission meter bukan hanya alat untuk melihat apakah kaca film gelap atau terang. Dengan pengukuran yang tepat, pengguna dapat memperoleh data VLT, UV rejection dan IR rejection untuk membantu proses QC, pemilihan material, pemeriksaan pemasangan, hingga dokumentasi hasil pengujian.
Untuk kebutuhan pengujian kaca yang sudah terpasang, Linshang LS110A dan LS110H menawarkan desain split yang praktis. Perbedaan utama keduanya adalah panjang gelombang IR, yaitu 940 nm pada LS110A dan 1400 nm pada LS110H.
Sementara itu, untuk pengujian sampel di meja kerja atau laboratorium, Linshang LS101 menawarkan desain desktop dengan test slot, parallel light path, LCD besar dan pengukuran VLT, UV rejection serta IR rejection pada 940 nm.
Jadi, sebelum memilih transmission meter, tentukan tiga hal terlebih dahulu: material yang akan diuji, apakah material sudah terpasang atau masih berupa sampel, dan panjang gelombang IR yang sesuai dengan karakteristik film. Dari tiga pertimbangan tersebut, pemilihan antara LS110A, LS110H dan LS101 menjadi jauh lebih mudah.
Produk Terkait
- Linshang LS110A Split Transmission Meter — untuk pengujian VLT, UV rejection dan IR rejection 940 nm, terutama pada kaca yang sudah terpasang.
- Linshang LS110H Split Transmission Meter — untuk pengujian VLT, UV rejection dan IR rejection 1400 nm pada kaca film dan material terpasang.
- Linshang LS101 Desktop Film Transmission Meter — untuk pengujian sampel film dan kaca dengan konfigurasi desktop dan IR 940 nm
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dari insinyur atau tenaga Ahli spesialist bersertifikat. Selalu rujuk pada spesifikasi teknis produk dan standar industri yang berlaku untuk aplikasi spesifik Anda.





