Ada kalanya pengujian kekerasan material tidak bisa dilakukan dengan cara konvensional—benda kerja terlalu tipis, permukaannya sudah jadi, atau komponen bernilai tinggi yang tidak boleh rusak sama sekali. Di titik inilah Ultrasonic Hardness Tester LS256 terasa seperti “penyelamat di lapangan”: ringkas, presisi, dan tetap menjaga integritas material yang diuji.
Alat uji kekerasan berbasis ultrasonic, saya melihat LS256 bukan sekadar alat ukur portabel, melainkan solusi teknis yang matang untuk kebutuhan inspeksi modern—baik di laboratorium, workshop, maupun langsung di area produksi.

Memahami Konsep Kerja Ultrasonic Hardness Tester LS256
Ultrasonic Hardness Tester LS256 bekerja berdasarkan UCI Method (Ultrasonic Contact Impedance). Metode ini memanfaatkan perubahan frekuensi getaran batang uji (probe) ketika ujung intan (diamond indenter) ditekan ke permukaan material dengan gaya konstan.
Semakin keras material yang diuji, semakin kecil perubahan frekuensi yang terjadi. Perubahan inilah yang kemudian dikonversi secara digital menjadi nilai kekerasan pada berbagai skala seperti HV, HRC, HRB, hingga HB.

Keunggulan utama metode ultrasonic ini adalah:
- Bekas uji sangat kecil (nyaris tak terlihat)
- Cocok untuk material tipis, komponen presisi, dan area sempit
- Tidak memerlukan preparasi permukaan yang rumit
- Hasil cepat dan repeatable
LS256 memanfaatkan prinsip ini secara optimal dengan dukungan sistem elektronik yang stabil dan kalibrasi internal yang konsisten.
Keunggulan Teknis Ultrasonic Hardness Tester LS256
- Multi Skala Kekerasan dalam Satu Alat
LS256 mendukung berbagai skala kekerasan populer, antara lain:
- HV (Vickers)
- HRC, HRB, HRA (Rockwell)
- HB (Brinell)
- HL (Leeb)
- HS (Shore)
Fleksibilitas ini membuat LS256 sangat ideal untuk industri manufaktur, metal fabrication, heat treatment, hingga quality control.
- Rentang Pengukuran Luas dan Relevan Industri
Dengan kemampuan mengukur dari HV 50 hingga 1700, alat ini sanggup menangani material lunak hingga material dengan kekerasan tinggi seperti baja hasil heat treatment.
Rentang yang luas ini memastikan satu alat bisa digunakan lintas aplikasi tanpa perlu banyak perangkat tambahan.
- Akurasi dan Repeatability yang Terjaga
LS256 menawarkan akurasi:
- ±4%H + 10HV
- ±2,5 HRC
Dengan repeatability yang stabil pada pengujian menggunakan fixture stand, LS256 memenuhi kebutuhan kontrol mutu dan inspeksi teknis yang menuntut konsistensi hasil.
- Desain Portabel, Tapi Tetap Profesional
Dimensi yang ringkas (185 × 43 × 45 mm) dan berat hanya 245 gram menjadikan LS256 nyaman digunakan dalam waktu lama. Bentuk ergonomis ini sangat terasa manfaatnya ketika pengujian dilakukan di area produksi atau lokasi inspeksi lapangan.
- Layar IPS yang Jelas dan Modern
Layar IPS Dot Matrix 240 × 240 memberikan visibilitas tinggi, sudut pandang luas, dan keterbacaan yang baik bahkan di lingkungan kerja dengan pencahayaan menantang.
- Daya Tahan Baterai Andal
Ditenagai baterai lithium isi ulang 3,7 V 1000 mAh, LS256 mampu melakukan lebih dari 5000 pengukuran kontinu dalam satu kali pengisian penuh. Ini menjadikannya sangat praktis untuk inspeksi intensif tanpa sering mengisi ulang.

Tabel Spesifikasi Ultrasonic Hardness Tester LS256
| Parameter | Spesifikasi Teknis |
| Model | LS256 |
| Metode Pengujian | Ultrasonic Contact Impedance (UCI) |
| Skala Kekerasan | HV, HRC, HRB, HRA, HS, HL, HB |
| Rentang Pengukuran | HV (50 – 1700) HL (170 – 960) HRC (20 – 70) HRB (13 – 100) HRA (60 – 85,8) HS (26,4 – 99,5) HB (30 – 651) |
| Resolusi | 1 HV, 0,1 HRC |
| Akurasi | ±4%H + 10HV, ±2,5 HRC |
| Repeatability | 3%H + 8HV, 2 HRC |
| Gaya Uji | 20 N |
| Layar | IPS Dot Matrix 240 × 240 |
| Catu Daya | Baterai lithium isi ulang 3,7 V / 1000 mAh |
| Kapasitas Baterai | > 5000 pengukuran kontinu |
| Port Pengisian | USB Type-C |
| Dimensi | 185 × 43 × 45 mm |
| Berat | 245 g |
| Suhu Operasi | -10 hingga 50 ℃ |
| Kelembapan Operasi | 0 – 85% RH (tanpa kondensasi) |
| Suhu Penyimpanan | -10 hingga 60 ℃ |
| Tegangan Suplai | DC 5 V |
| Arus Operasi | 60 mA |
Aplikasi Nyata Ultrasonic Hardness Tester LS256
LS256 sangat relevan digunakan pada:
- Pengujian komponen presisi dan tipis
- Inspeksi weld joint dan HAZ
- Evaluasi hasil heat treatment
- Quality control produk jadi
- Pengujian mold, dies, dan part mesin bernilai tinggi
Bekas uji yang sangat kecil menjadikannya ideal untuk komponen yang tidak boleh mengalami deformasi permanen.

Mengapa LS256 Layak Dipilih?
Jika dibandingkan dengan metode konvensional seperti Brinell atau Rockwell benchtop, LS256 unggul dalam:
- Portabilitas
- Non-destruktif
- Kecepatan pengujian
- Fleksibilitas lokasi
Bagi industri yang membutuhkan efisiensi tanpa mengorbankan akurasi, LS256 adalah investasi yang masuk akal dan berkelanjutan.

FAQ – Pertanyaan yang Sering Dicari ?
- Apa itu Ultrasonic Hardness Tester?
- Ultrasonic Hardness Tester adalah alat uji kekerasan yang bekerja menggunakan metode UCI dengan memanfaatkan perubahan frekuensi getaran probe saat bersentuhan dengan material.
- Apakah LS256 merusak permukaan benda uji?
- Tidak. Bekas uji sangat kecil dan hampir tidak terlihat, sehingga aman untuk komponen presisi.
- Material apa saja yang bisa diuji dengan LS256?
- Baja karbon, baja paduan, stainless steel, besi cor, hingga material hasil heat treatment.
- Apakah LS256 bisa digunakan di lapangan?
- Ya. Desain portabel, baterai tahan lama, dan layar IPS membuatnya sangat cocok untuk inspeksi lapangan.
- Apakah hasil LS256 bisa dikonversi ke Rockwell atau Brinell?
- Bisa. LS256 mendukung berbagai skala kekerasan populer dalam satu alat.
- Apa perbedaan LS256 dengan Leeb Hardness Tester?
- LS256 menggunakan metode ultrasonic (UCI) dengan bekas uji sangat kecil, sedangkan Leeb menggunakan metode rebound impact yang kurang cocok untuk material tipis.
Beli Produk Alat Uji Kekerasan Ultrasonic Hardness Tester LS256 di penguji.com untuk dapatkan support teknis di Indonesia. Langkah awal untuk bersama visi kami
” Bersama Pengguna untuk pengguna”.











