Mengenal Spektrofotometer UV-Vis AMTAST
Ketika hasil pengujian harus dinyatakan dalam angka yang dapat dibandingkan, pengamatan secara visual saja sering kali tidak cukup. Warna larutan, misalnya, dapat memberikan gambaran awal mengenai kondisi sampel, tetapi belum tentu mampu menunjukkan konsentrasi suatu senyawa secara kuantitatif. Untuk mendapatkan data yang lebih terukur, laboratorium membutuhkan instrumen yang dapat membaca interaksi antara cahaya dan sampel.
Spektrofotometer UV-Vis merupakan salah satu instrumen yang digunakan untuk kebutuhan tersebut. Perangkat ini mengukur karakteristik cahaya yang melewati atau berinteraksi dengan sampel pada panjang gelombang tertentu. Hasil pengukuran dapat dinyatakan sebagai absorbansi atau transmitansi, kemudian digunakan untuk analisis konsentrasi apabila metode pengujian dan hubungan kalibrasinya telah ditentukan.
AMTAST UV755B, UV756, UV759, V723N, dan V7230G merupakan rangkaian spektrofotometer dengan sistem optik single-beam. Kelima model menyediakan fungsi pengukuran fotometrik dan analisis kuantitatif, tetapi mempunyai perbedaan pada rentang panjang gelombang, lebar pita spektral, akurasi panjang gelombang, stray light, dan sumber cahaya.
Perbedaan tersebut penting diperhatikan sebelum memilih instrumen. Model dengan rentang panjang gelombang ultraviolet dan cahaya tampak tidak selalu dapat digantikan oleh model yang hanya mencakup rentang cahaya tampak. Pemilihan sebaiknya mengikuti metode analisis, panjang gelombang kerja, karakteristik sampel, serta kebutuhan ketelitian laboratorium.
Prinsip Kerja Spektrofotometer UV-Vis
Spektrofotometer UV-Vis bekerja dengan mengarahkan cahaya pada panjang gelombang tertentu melalui sampel, kemudian mendeteksi cahaya yang diteruskan. Sebagian cahaya dapat diserap oleh komponen dalam sampel, sehingga intensitas cahaya yang diterima detektor berbeda dari intensitas awalnya.
Secara umum, instrumen menggunakan sumber cahaya, sistem pemilih panjang gelombang, tempat sampel, dan detektor. Pada seri yang dibahas, sistem optiknya menggunakan konfigurasi single-beam dengan kisi difraksi 1.200 garis/mm. Kisi tersebut berfungsi membantu memisahkan cahaya berdasarkan panjang gelombangnya sehingga pengukuran dapat dilakukan pada wilayah spektral yang dipilih.
Dua parameter yang sering digunakan dalam pengukuran fotometrik adalah transmitansi dan absorbansi.
- Transmitansi (T) menunjukkan perbandingan intensitas cahaya yang diteruskan sampel terhadap intensitas cahaya referensi. Nilainya dapat dinyatakan dalam persen transmitansi (%T).
- Absorbansi (A) menunjukkan besarnya penyerapan cahaya oleh sampel. Pada kondisi pengukuran yang sesuai, absorbansi dapat digunakan dalam analisis kuantitatif berdasarkan hubungan antara absorbansi dan konsentrasi.
Untuk pengukuran konsentrasi, pengguna dapat membuat kurva standar dari larutan dengan konsentrasi yang telah diketahui atau memasukkan koefisien yang sudah ditentukan melalui metode analisis. Instrumen kemudian menggunakan hubungan tersebut untuk menghitung konsentrasi sampel yang belum diketahui.
Perlu dipahami bahwa spektrofotometer tidak secara otomatis mengidentifikasi seluruh jenis senyawa dalam sampel. Hasil analisis bergantung pada metode, panjang gelombang, reaksi kimia jika diperlukan, preparasi sampel, dan validitas kalibrasi yang digunakan.
Fitur Utama dan Keunggulan
1. Sistem Optik Single-Beam
Kelima model menggunakan sistem optik single-beam dengan kisi difraksi 1.200 garis/mm. Konfigurasi ini digunakan untuk pengukuran fotometrik rutin dan analisis kuantitatif. Pengguna dapat melakukan pengukuran pada panjang gelombang yang diperlukan sesuai kemampuan masing-masing model.
Pada sistem single-beam, pengukuran blanko atau referensi digunakan untuk menetapkan kondisi dasar sebelum sampel diukur. Oleh karena itu, konsistensi prosedur pengukuran dan kondisi kuvet menjadi bagian penting dalam menjaga keterbandingan hasil.
2. Empat Mode Pengukuran
Instrumen mendukung empat mode kerja utama, yaitu T, A, C, dan E.
- T (Transmitansi): mengukur persentase cahaya yang diteruskan sampel.
- A (Absorbansi): mengukur besarnya penyerapan cahaya oleh sampel.
- C (Konsentrasi): menghitung konsentrasi berdasarkan kurva standar atau metode koefisien.
- E (Energi): menampilkan pengukuran energi optik sesuai fungsi instrumen.
Ketersediaan beberapa mode ini memudahkan pengguna menyesuaikan pengukuran dengan kebutuhan metode laboratorium.
3. Analisis Kuantitatif dengan Kurva Standar
Untuk mengetahui konsentrasi sampel, pengguna dapat menyiapkan larutan standar dengan konsentrasi yang telah diketahui. Hasil pengukuran standar digunakan untuk membangun kurva kalibrasi, kemudian kurva tersebut diterapkan pada pengukuran sampel.
Instrumen mendukung pembuatan kurva standar menggunakan satu hingga sembilan standar, sesuai informasi pengoperasian yang tersedia. Kurva dapat disimpan dan digunakan kembali ketika metode serta kondisi analisisnya sesuai.
Selain kurva standar, tersedia metode koefisien dengan rumus:
C = K × A + B
Keterangan:
- C adalah konsentrasi hasil perhitungan.
- K adalah koefisien pengali.
- A adalah nilai absorbansi yang diukur.
- B adalah konstanta atau intersep.
Nilai K dan B harus berasal dari metode analisis atau hasil penetapan yang sesuai. Pengguna tidak sebaiknya memasukkan koefisien secara sembarang karena akan memengaruhi hasil konsentrasi.
4. Pengaturan Panjang Gelombang Otomatis
Pengaturan panjang gelombang otomatis membantu pengguna menentukan panjang gelombang pengukuran tanpa perlu mengandalkan penyetelan manual. Instrumen juga memiliki fungsi otomatis yang berkaitan dengan pemeriksaan awal, kalibrasi panjang gelombang dan filter, serta pergantian lampu pada konfigurasi yang mendukungnya.
Fungsi otomatis tersebut membantu menyederhanakan prosedur operasional. Namun, pemeriksaan rutin dan verifikasi kinerja tetap diperlukan sesuai prosedur mutu laboratorium.
5. Penyimpanan Data dan Kurva Kalibrasi
Instrumen dapat menyimpan hingga 4.000 hasil pengujian dan 128 kurva standar. Kapasitas tersebut membantu laboratorium menyimpan data pengukuran dan menggunakan kembali kurva yang relevan.
Tersedianya penyimpanan internal juga dapat mengurangi kebutuhan untuk mencatat seluruh hasil secara manual. Meski demikian, pengguna tetap perlu menerapkan prosedur pencatatan, penamaan sampel, pencadangan data, dan pengendalian dokumen yang sesuai dengan sistem mutu laboratorium.
6. Konektivitas USB dan RS-232
Antarmuka USB dan RS-232 mendukung koneksi instrumen dengan perangkat eksternal yang kompatibel. Referensi produk juga menyebutkan penggunaan perangkat lunak PC untuk fungsi terkait pengolahan data.
Fitur perangkat lunak yang tersedia dapat berbeda menurut versi dan konfigurasi. Jika laboratorium membutuhkan pemindaian spektrum, analisis kinetika, analisis DNA/protein, pengujian multi-panjang gelombang, atau ekspor data ke format tertentu, pastikan fitur tersebut tersedia pada perangkat lunak yang akan digunakan.
Perbandingan Spektrofotometer UV-Vis AMTAST UV755B, UV756, UV759, V723N, dan V7230G
Kelima model mempunyai karakteristik yang berbeda. Tabel berikut merangkum parameter utama berdasarkan data spesifikasi yang tersedia.
| Parameter | UV759 | UV756 | UV755B | V723N | V7230G |
|---|---|---|---|---|---|
| Rentang panjang gelombang | 190–1.100 nm | 190–1.100 nm | 190–1.100 nm | 320–1.100 nm | 320–1.100 nm |
| Lebar pita spektral | 2 nm | 2 nm | 2 nm | 2 nm | 4 nm |
| Akurasi panjang gelombang | ±0,3 nm | ±0,5 nm | 1 nm | ±0,5 nm | 1 nm |
| Stray light | 0,05%T | 0,1%T | 0,15%T | 0,05%T | 0,15%T |
| Sumber cahaya | Deuterium dan tungsten | Deuterium dan tungsten | Deuterium dan tungsten | Tungsten | Tungsten |
| Repeatabilitas panjang gelombang | ≤0,1 nm | ≤0,2 nm | ≤0,2 nm | ≤0,1 nm | ≤0,2 nm |
| Akurasi fotometrik | 0,3%T | 0,5%T | 0,5%T | 0,3%T | 0,5%T |
| Stabilitas pada 500 nm | ±0,0001 A/jam | ±0,0002 A/jam | ±0,0002 A/jam | ±0,0001 A/jam | ±0,0002 A/jam |
AMTAST UV759
UV759 memiliki rentang panjang gelombang 190–1.100 nm dan lebar pita spektral 2 nm. Berdasarkan data yang tersedia, model ini memiliki akurasi panjang gelombang ±0,3 nm, stray light 0,05%T, repeatabilitas panjang gelombang ≤0,1 nm, akurasi fotometrik 0,3%T, dan stabilitas pada 500 nm sebesar ±0,0001 A/jam.
Karakteristik tersebut menjadikannya salah satu pilihan untuk laboratorium yang memerlukan pengukuran pada wilayah ultraviolet dan cahaya tampak dengan parameter performa optik yang lebih ketat dibandingkan beberapa model lain dalam seri ini.
AMTAST UV756
UV756 menyediakan rentang panjang gelombang 190–1.100 nm dengan lebar pita spektral 2 nm. Akurasi panjang gelombangnya tercantum ±0,5 nm, sedangkan stray light sebesar 0,1%T.
Model ini dapat dipertimbangkan untuk pekerjaan rutin yang membutuhkan pengukuran UV-Vis. Pemilihan akhirnya perlu disesuaikan dengan persyaratan metode analisis, khususnya toleransi panjang gelombang dan karakteristik fotometrik yang diperlukan.
AMTAST UV755B
UV755B mempunyai rentang panjang gelombang 190–1.100 nm, lebar pita spektral 2 nm, dan sumber cahaya deuterium serta tungsten. Data yang diberikan mencantumkan akurasi panjang gelombang 1 nm, stray light 0,15%T, repeatabilitas panjang gelombang ≤0,2 nm, akurasi fotometrik 0,5%T, serta stabilitas pada 500 nm sebesar ±0,0002 A/jam.
Rentang UV-Vis yang luas membuat model ini relevan untuk dipertimbangkan ketika metode laboratorium membutuhkan pengukuran di wilayah ultraviolet maupun cahaya tampak. Sebelum pembelian, cocokkan parameter tersebut dengan batas penerimaan pada metode atau spesifikasi pengadaan.
AMTAST V723N
V723N memiliki rentang panjang gelombang 320–1.100 nm dan lebar pita spektral 2 nm. Model ini menggunakan sumber cahaya tungsten. Parameter yang tercantum meliputi akurasi panjang gelombang ±0,5 nm, stray light 0,05%T, repeatabilitas panjang gelombang ≤0,1 nm, akurasi fotometrik 0,3%T, dan stabilitas pada 500 nm sebesar ±0,0001 A/jam.
Model ini dapat dipertimbangkan untuk metode yang beroperasi pada rentang panjang gelombangnya. Namun, karena rentang awalnya 320 nm, V723N tidak sesuai untuk metode yang mensyaratkan pengukuran pada panjang gelombang di bawah 320 nm.
AMTAST V7230G
V7230G mencakup rentang panjang gelombang 320–1.100 nm dengan lebar pita spektral 4 nm dan sumber cahaya tungsten. Data spesifikasi mencantumkan akurasi panjang gelombang 1 nm, stray light 0,15%T, repeatabilitas panjang gelombang ≤0,2 nm, akurasi fotometrik 0,5%T, serta stabilitas pada 500 nm sebesar ±0,0002 A/jam.
Lebar pita spektral 4 nm membedakannya dari empat model lain yang memiliki lebar pita 2 nm. Oleh karena itu, pastikan lebar pita ini dapat diterima untuk metode pengujian yang digunakan, terutama jika metode tersebut mempunyai persyaratan resolusi spektral tertentu.
Spesifikasi Umum
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Sistem optik | Single-beam, kisi difraksi 1.200 garis/mm |
| Repeatabilitas fotometrik | 0,2%T |
| Rentang fotometrik | 0–200%T; −0,3 hingga 3 A; 0–9.999 C |
| Kerataan garis dasar | ±0,002 A |
| Noise | ±0,001 A |
| Mode kerja | T, A, C, E |
| Pengaturan panjang gelombang | Otomatis |
| Layar | LCD 128 × 64 |
| Detektor | Fotodioda silikon |
| Keluaran data | USB dan RS-232 |
| Catu daya | 110 V atau 220 V, sesuai konfigurasi |
| Aksesori standar | 4 kuvet kaca 10 mm; 2 kuvet kuarsa 10 mm untuk UV; kabel daya; manual pengguna; perangkat lunak PC UV |
Catatan: Nilai rentang fotometrik 0–9.999 C mengikuti data sumber. Makna dan format rentang konsentrasi tersebut sebaiknya dikonfirmasi pada manual resmi karena satuan konsentrasi tidak dirinci dalam spesifikasi yang diberikan.
Persiapan dan Cara Menggunakan Spektrofotometer
Pengoperasian yang konsisten membantu menjaga kualitas data dan memudahkan pengulangan pengujian. Langkah di bawah ini merupakan gambaran umum berdasarkan informasi pengoperasian yang tersedia; prosedur pada manual model yang digunakan tetap menjadi acuan utama.
1. Periksa Kondisi Instrumen
Tempatkan instrumen di permukaan yang stabil dan pastikan catu daya sesuai dengan konfigurasi perangkat. Periksa ruang sampel, kuvet, kabel, dan kondisi lampu apabila pemeriksaan visual dapat dilakukan dengan aman.
Saat dinyalakan, instrumen melakukan pemeriksaan awal yang berkaitan dengan filter, pergantian lampu, detektor, lampu, kalibrasi panjang gelombang, dan kalibrasi gelap. Jika muncul indikasi kesalahan, ikuti petunjuk manual sebelum melanjutkan pengukuran.
2. Lakukan Pemanasan
Informasi pengoperasian merekomendasikan waktu pemanasan sekitar 20 menit, meskipun disebutkan bahwa pemanasan dapat dilewati. Untuk memperoleh kondisi kerja yang lebih konsisten, ikuti rekomendasi pemanasan pada manual model terkait dan prosedur laboratorium.
Jangan menganggap bahwa melewati pemanasan selalu memberikan hasil yang setara. Kestabilan instrumen dan persyaratan metode dapat memengaruhi keputusan operasional tersebut.
3. Siapkan Blanko dan Sampel
Gunakan kuvet yang sesuai dengan wilayah panjang gelombang pengukuran. Kuvet kuarsa umumnya digunakan untuk pengukuran ultraviolet, sedangkan kuvet kaca dapat digunakan pada wilayah panjang gelombang yang sesuai dengan karakteristik transmisinya.
Pastikan kuvet bersih, tidak tergores, dan tidak memiliki sidik jari pada bidang optik. Posisi kuvet, orientasi, volume sampel, serta kondisi larutan sebaiknya dibuat konsisten antara blanko, standar, dan sampel.
4. Lakukan Pengaturan Nol
Tempatkan larutan referensi atau blanko pada jalur optik, kemudian lakukan pengaturan nol sesuai mode dan prosedur instrumen. Kalibrasi arus gelap mungkin diperlukan apabila kondisi seperti suhu lingkungan, cahaya sekitar, atau tegangan operasional berubah.
Pengaturan nol tidak menggantikan kebutuhan kalibrasi metode. Blanko harus sesuai dengan komposisi pelarut atau matriks yang digunakan dalam analisis.
5. Pilih Panjang Gelombang dan Mode Pengukuran
Tentukan panjang gelombang berdasarkan metode analisis yang digunakan, lalu pilih mode transmitansi, absorbansi, konsentrasi, atau energi sesuai kebutuhan. Pastikan panjang gelombang tersebut berada dalam rentang model yang digunakan.
Untuk pengukuran konsentrasi, siapkan kurva standar yang sesuai atau masukkan koefisien metode yang sudah tervalidasi.
6. Simpan dan Tinjau Hasil
Setelah pengukuran selesai, simpan hasil dan kurva standar apabila diperlukan. Gunakan koneksi USB atau RS-232 sesuai konfigurasi untuk pengelolaan data eksternal.
Sebelum menggunakan hasil untuk pelaporan resmi, periksa identitas sampel, satuan, kurva kalibrasi, blanko, serta kesesuaian hasil dengan kriteria kendali mutu laboratorium.
Aplikasi Spektrofotometer UV-Vis
Spektrofotometer UV-Vis digunakan untuk berbagai pekerjaan analisis yang mengandalkan pengukuran absorbansi atau transmitansi pada panjang gelombang tertentu. Kesesuaian aplikasi tetap bergantung pada metode, rentang panjang gelombang, karakteristik sampel, dan kebutuhan validasi.
Laboratorium Pendidikan dan Penelitian
Instrumen dapat digunakan untuk mempelajari hubungan antara absorbansi dan konsentrasi, menyusun kurva kalibrasi, serta melakukan pengukuran fotometrik pada praktikum dan penelitian yang sesuai.
Pengujian Kimia dan Larutan
Pada metode kimia yang sesuai, spektrofotometer dapat membantu menentukan konsentrasi analit berdasarkan respons optik sampel. Sebagian metode memerlukan pereaksi pembentuk warna atau perlakuan sampel tertentu sebelum pengukuran.
Pengujian Sampel Air dan Lingkungan
Dalam analisis air, spektrofotometri dapat digunakan untuk parameter tertentu yang mempunyai metode pengukuran berbasis absorbansi. Namun, instrumen ini bukan alat yang otomatis mengukur semua parameter kualitas air. Pemilihan metode, pereaksi, panjang gelombang, serta prosedur preparasi harus mengikuti metode analisis yang sesuai.
Analisis DNA dan Protein
Analisis DNA dan protein disebut sebagai salah satu fungsi yang dapat didukung oleh perangkat lunak PC terkait. Sebelum digunakan untuk kebutuhan tersebut, pastikan perangkat lunak, metode analisis, aksesori, dan panjang gelombang yang diperlukan tersedia pada konfigurasi yang dipilih.
Pengukuran Kinetika dan Pemindaian Spektrum
Referensi menyebutkan dukungan fungsi pemindaian spektrum dan analisis kinetika melalui perangkat lunak yang kompatibel. Karena fitur ini bergantung pada versi perangkat lunak, pastikan cakupan fungsinya dikonfirmasi sebelum digunakan sebagai persyaratan pembelian.
Aksesori Opsional
Selain aksesori standar, tersedia pilihan aksesori yang disebutkan dalam referensi produk, antara lain:
- Manual four-cell holder 50 mm atau 100 mm: dudukan empat sel manual dengan ukuran yang disebutkan dalam katalog. Pastikan kompatibilitasnya dengan model dan ruang sampel.
- Automatic eight-cell holder: dudukan otomatis untuk delapan sel. Konfirmasi apakah diperlukan perangkat lunak atau konfigurasi tambahan.
- Film holder: dudukan sampel film untuk kebutuhan pengukuran yang sesuai.
- Perangkat lunak dengan keterangan 21 CFR-compliant: verifikasi versi perangkat lunak, ruang lingkup kepatuhan, dokumentasi pendukung, dan kesesuaian dengan kebutuhan sistem mutu sebelum mengandalkannya untuk penggunaan yang diatur.
- Aksesori tambahan sebaiknya dipilih berdasarkan jenis sampel, alur kerja, dan metode pengukuran. Tidak semua aksesori harus tersedia dalam paket standar setiap model.
Tips Memilih Model yang Tepat
Pemilihan spektrofotometer sebaiknya dimulai dari persyaratan metode, bukan hanya harga atau jumlah fitur. Beberapa hal berikut dapat membantu proses evaluasi.
- Periksa rentang panjang gelombang. Jika metode membutuhkan panjang gelombang di bawah 320 nm, pertimbangkan model dengan rentang 190–1.100 nm, yaitu UV755B, UV756, atau UV759 berdasarkan data yang tersedia.
- Bandingkan akurasi panjang gelombang. UV759 tercantum memiliki akurasi ±0,3 nm. UV756 dan V723N tercantum ±0,5 nm, sedangkan UV755B dan V7230G tercantum 1 nm tanpa tanda ± pada sumber. Konfirmasikan format spesifikasi ini sebelum digunakan untuk tender.
- Perhatikan lebar pita spektral. UV755B, UV756, UV759, dan V723N memiliki lebar pita 2 nm, sedangkan V7230G memiliki lebar pita 4 nm.
- Sesuaikan sumber cahaya dengan kebutuhan metode. UV755B, UV756, dan UV759 menggunakan lampu deuterium serta tungsten; V723N dan V7230G menggunakan lampu tungsten sesuai data yang diberikan.
- Periksa kebutuhan pengolahan data. Jika laboratorium memerlukan penyimpanan kurva, koneksi komputer, atau fungsi analisis lanjutan, konfirmasikan dukungan perangkat lunak dan aksesori untuk model yang dipilih.
- Pastikan catu daya dan paket aksesori. Periksa konfigurasi tegangan, jenis kuvet, dudukan sampel, kabel, dan perangkat lunak yang benar-benar disertakan.
FAQ – Pertanyaan yang Sering Diajukan
1. Apa fungsi spektrofotometer UV-Vis AMTAST?
Spektrofotometer UV-Vis AMTAST digunakan untuk mengukur absorbansi, transmitansi, energi optik, dan konsentrasi berdasarkan metode analisis yang sesuai. Hasilnya dapat dimanfaatkan dalam pengujian larutan, penelitian, dan analisis laboratorium.
2. Apa perbedaan AMTAST UV755B, UV756, dan UV759?
Ketiga model memiliki rentang panjang gelombang 190–1.100 nm dan lebar pita spektral 2 nm. Perbedaan spesifikasi utamanya terletak pada akurasi panjang gelombang, stray light, repeatabilitas panjang gelombang, akurasi fotometrik, dan stabilitas.
3. Apa perbedaan model UV dengan model V723N dan V7230G?
Berdasarkan data yang tersedia, UV755B, UV756, dan UV759 mencakup rentang 190–1.100 nm, sedangkan V723N dan V7230G mencakup 320–1.100 nm. Karena itu, model V723N dan V7230G tidak ditujukan untuk metode yang membutuhkan pengukuran di bawah 320 nm.
4. Apakah spektrofotometer ini dapat mengukur konsentrasi sampel?
Ya. Instrumen menyediakan mode konsentrasi melalui kurva standar atau metode koefisien. Ketepatan hasil bergantung pada kesesuaian metode, kualitas standar, blanko, preparasi sampel, dan kalibrasi yang digunakan.
5. Apa yang dimaksud dengan sistem single-beam?
Sistem single-beam menggunakan satu jalur optik untuk pengukuran. Pengguna menetapkan referensi atau blanko sesuai prosedur, kemudian mengukur sampel pada kondisi yang telah ditentukan.
6. Apa arti absorbansi dan transmitansi?
Absorbansi menunjukkan besarnya penyerapan cahaya oleh sampel, sedangkan transmitansi menunjukkan perbandingan cahaya yang diteruskan terhadap cahaya referensi. Keduanya merupakan parameter fotometrik yang digunakan dalam metode analisis berbeda atau saling berkaitan.
7. Berapa panjang gelombang yang dapat digunakan?
UV755B, UV756, dan UV759 mempunyai rentang 190–1.100 nm. V723N dan V7230G mempunyai rentang 320–1.100 nm. Panjang gelombang aktual harus dipilih berdasarkan rentang instrumen dan metode pengujian.
8. Apakah alat dilengkapi penyimpanan data?
Ya. Spesifikasi umum menyebutkan penyimpanan hingga 4.000 hasil pengujian dan 128 kurva standar. Ketersediaan fungsi ekspor atau pengolahan data melalui komputer perlu disesuaikan dengan konfigurasi dan perangkat lunak.
9. Apakah spektrofotometer ini dapat dihubungkan ke komputer?
Instrumen memiliki keluaran USB dan RS-232. Untuk penggunaan perangkat lunak, pastikan kompatibilitas versi perangkat lunak, sistem operasi, kabel, dan konfigurasi model.
10. Mengapa kuvet kuarsa digunakan untuk pengukuran ultraviolet?
Kuvet harus memiliki karakteristik transmisi yang sesuai dengan panjang gelombang pengukuran. Kuvet kuarsa umumnya dipilih untuk pengukuran ultraviolet karena lebih sesuai pada wilayah tersebut dibandingkan banyak jenis kuvet kaca biasa.
11. Apakah semua model dapat digunakan untuk analisis DNA dan protein?
Referensi menyebutkan analisis DNA dan protein sebagai fungsi yang dapat didukung oleh perangkat lunak PC. Namun, kompatibilitasnya harus dikonfirmasi berdasarkan panjang gelombang, metode, perangkat lunak, dan konfigurasi model yang digunakan.
12. Apa yang perlu diperiksa sebelum membeli spektrofotometer UV-Vis?
Periksa rentang panjang gelombang, lebar pita spektral, akurasi panjang gelombang, performa fotometrik, sumber cahaya, kapasitas penyimpanan, konektivitas, aksesori, perangkat lunak, dan kesesuaian dengan metode analisis laboratorium.
Konsultasikan Kebutuhan Spektrofotometer UV-Vis Anda
Memilih spektrofotometer yang tepat membantu laboratorium menjalankan metode pengujian secara konsisten dan memperoleh data yang sesuai dengan kebutuhan analisis. AMTAST UV755B, UV756, UV759, V723N, dan V7230G menawarkan pilihan karakteristik optik yang berbeda untuk kebutuhan pengukuran fotometrik dan analisis kuantitatif.
PENGUJI.COM menyediakan informasi produk alat ukur dan alat uji untuk membantu pengguna membandingkan spesifikasi sebelum menentukan pilihan. Untuk memperoleh rekomendasi model, konfirmasikan jenis sampel, rentang panjang gelombang, metode pengujian, serta kebutuhan aksesori dan perangkat lunak kepada tim penjualan.
Beli Spektrofotometer UV-Vis AMTAST UV755B, UV756, UV759, V723N, V7230G di penguji.com untuk dapatkan support teknis di Indonesia. Langkah awal untuk bersama visi kami
” Bersama Pengguna untuk pengguna”.









