Sebagai portal referensi alat ukur dan alat uji di Indonesia, penguji.com menempatkan akurasi teknis, relevansi aplikasi, dan validitas lapangan sebagai prioritas utama. Salah satu kebutuhan paling krusial di berbagai sektor industri adalah pengukuran ketebalan material secara non-destructive (NDT), terutama pada material yang kompleks dan tidak homogen.
PM5 Gen3 Ultrasonic Thickness Meter dari Yushi Instruments menjadi salah satu perangkat yang menarik untuk dikaji secara teknis, karena telah digunakan pada berbagai testing case nyata yang melibatkan material sulit diukur dengan metode konvensional.

Profil Singkat Yushi Instruments
Yushi Instruments merupakan produsen instrumen NDT yang berfokus pada solusi inspeksi ultrasonik, khususnya:
- Ultrasonic Thickness Gauge
- Ultrasonic Flaw Detection
- Aplikasi inspeksi industri berbasis gelombang ultrasonik
Pendekatan Yushi tidak hanya menitikberatkan pada spesifikasi alat, tetapi juga pada validasi kinerja melalui studi kasus lapangan, yang menjadi nilai tambah dalam penilaian teknis.
Prinsip Kerja PM5 Gen3 Ultrasonic Thickness Meter
PM5 Gen3 bekerja dengan metode Pulse-Echo Ultrasonic Measurement, di mana:
- Probe memancarkan gelombang ultrasonik ke dalam material
- Gelombang dipantulkan dari permukaan belakang material
- Waktu tempuh gelombang dihitung
- Ketebalan ditentukan berdasarkan kecepatan rambat suara material

Metode ini memungkinkan:
- Pengukuran satu sisi
- Tanpa pemotongan atau perusakan
- Validasi hasil melalui tampilan waveform (A-Scan)
Ruang Lingkup Pengukuran PM5 Gen3
Berdasarkan dokumentasi aplikasi dan pengujian lapangan Yushi Instruments, PM5 Gen3 mampu digunakan pada:
- Logam homogen (steel, aluminum, alloy)
- Plastik industri dan HDPE
- Material komposit (carbon fiber, fiberglass)
- Material berlapis (coating, gelcoat)
- Material multilayer dan bimetal
- Permukaan melengkung dan geometri kompleks
Analisis Berbasis Testing Case (Referensi Teknis)
1. Pengukuran Coating pada Permukaan Kayu
- Masalah Teknis:
Kayu memiliki struktur berpori dan tidak homogen, sehingga pantulan gelombang ultrasonik cenderung tidak stabil. - Pendekatan Teknis:
PM5 Gen3 dikombinasikan dengan probe frekuensi tinggi dan pengaturan gain untuk memaksimalkan echo lapisan coating. - Hasil Pengujian:
Ketebalan coating dapat diukur secara konsisten tanpa merusak permukaan kayu.
2. Pengukuran Ketebalan HDPE
- Masalah Teknis:
HDPE bersifat elastis dan menyerap energi ultrasonik. - Pendekatan Teknis:
Kalibrasi kecepatan suara khusus material HDPE dan pemilihan probe yang sesuai. - Hasil Pengujian:
Pembacaan stabil dan repeatable, relevan untuk inspeksi pipa dan tangki plastik.
3. Pipa Plastik Otomotif dengan Groove dan Permukaan Lengkung
- Masalah Teknis:
Kontur melengkung dan alur menyebabkan kontak probe tidak optimal. - Pendekatan Teknis:
Penggunaan probe khusus permukaan melengkung dan metode pengukuran kontak. - Hasil Pengujian:
Data ketebalan dapat diperoleh dengan akurasi yang dapat diverifikasi melalui waveform.
4. Aluminum–Silicon Polyester Coating
- Masalah Teknis:
Material kombinasi logam dan coating menghasilkan beberapa pantulan gelombang. - Pendekatan Teknis:
Analisis waveform (A-Scan) untuk membedakan echo antar lapisan. - Hasil Pengujian:
Ketebalan coating dan substrat dapat diidentifikasi secara terpisah.
5. Gelcoat pada Fiberglass Hull
- Masalah Teknis:
Fiberglass bersifat semi-porous dan meredam pantulan ultrasonik. - Pendekatan Teknis:
Optimasi gain dan threshold pada PM5 Gen3. - Hasil Pengujian:
Pengukuran gelcoat tetap valid dan non-destructive.
6. Carbon Fiber Composite
- Masalah Teknis:
Struktur internal tidak homogen menyebabkan penyebaran sinyal. - Pendekatan Teknis:
Pengukuran multi-titik dengan probe frekuensi tinggi. - Hasil Pengujian:
Distribusi ketebalan material dapat dianalisis untuk kebutuhan QC.
7. Material Bimetal dan Multilayer
- Masalah Teknis:
Perbedaan impedansi akustik antar lapisan logam. - Pendekatan Teknis:
Kalibrasi velocity per material dan pemanfaatan A-Scan. - Hasil Pengujian:
Pantulan dari masing-masing lapisan dapat dibedakan dengan jelas.
Catatan Teknis
Berdasarkan analisis di atas, keberhasilan penggunaan PM5 Gen3 sangat dipengaruhi oleh:
- Pemilihan probe yang tepat
- Kalibrasi kecepatan suara material
- Pengaturan gain dan threshold
- Interpretasi waveform oleh operator
Dengan kata lain, alat dan kompetensi operator memiliki peran yang sama pentingnya.
Aplikasi Industri yang Relevan
- Manufaktur dan fabrikasi
- Oil & gas
- Otomotif
- Marine dan shipyard
- Industri plastik dan komposit
- Quality Control & Maintenance
FAQ Teknis ?
- Apa fungsi utama PM5 Gen3 Ultrasonic Thickness Meter?
- Mengukur ketebalan material secara non-destructive menggunakan gelombang ultrasonik.
- Apakah PM5 Gen3 hanya untuk logam?
- Tidak. PM5 Gen3 dapat digunakan pada logam, plastik, komposit, fiberglass, hingga material multilayer.
- Apakah PM5 Gen3 dapat mengukur coating?
- Ya, dengan probe dan pengaturan yang tepat, PM5 Gen3 mampu mengukur ketebalan coating dan gelcoat.
- Apa peran A-Scan pada PM5 Gen3?
- A-Scan digunakan untuk memvalidasi pantulan gelombang dan memastikan pembacaan ketebalan berasal dari interface yang benar.
- Apakah PM5 Gen3 cocok untuk inspeksi lapangan?
- Ya. Desain portable dan metode satu sisi membuat alat ini cocok untuk inspeksi lapangan.
Kesimpulan Teknis
PM5 Gen3 Ultrasonic Thickness Meter Yushi Instruments dapat dikategorikan sebagai alat ukur ketebalan ultrasonik yang kapabel untuk material kompleks, terutama ketika:
- Material tidak homogen
- Memiliki lapisan atau struktur multilayer
- Memerlukan validasi waveform
Dengan pemilihan probe dan pengaturan yang tepat, PM5 Gen3 mampu memberikan data pengukuran yang relevan untuk kebutuhan inspeksi industri modern.
**Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dari insinyur atau Ahli Teknis NDT bersertifikat. Selalu rujuk pada spesifikasi teknis produk dan standar industri yang berlaku untuk aplikasi spesifik Anda adapun Artikel kami buat dari sumber Yushi Instruments.






