Kalau kita berbicara soal kualitas material logam, satu parameter yang hampir selalu dicek adalah kekerasan (hardness). Dari workshop fabrikasi, industri konstruksi baja, manufaktur komponen otomotif, sampai produksi profil aluminium, pengujian kekerasan menjadi bagian penting dari kontrol mutu. Tanpa data hardness yang akurat, risiko kegagalan material bisa meningkat—baik karena terlalu lunak, terlalu rapuh, atau tidak sesuai spesifikasi heat treatment.
Di antara berbagai metode pengujian kekerasan, dua alat portabel yang sangat populer adalah Leeb Hardness Tester dan Webster Hardness Tester dari Linshang Technology. Keduanya sama-sama dirancang untuk pengujian cepat di lapangan, namun memiliki prinsip kerja dan aplikasi yang berbeda.
Apa Itu Hardness (Kekerasan)?
Secara teknis, hardness adalah karakteristik suatu material yang menunjukkan ketahanannya terhadap deformasi plastis, goresan, atau penetrasi akibat gaya luar. Hardness bukanlah sifat fisika dasar seperti massa jenis atau modulus elastisitas, melainkan parameter turunan yang menggambarkan respons material terhadap beban tertentu.
Beberapa jenis pengukuran hardness yang umum digunakan:
- Rebound Hardness
Mengukur elastisitas material berdasarkan tinggi pantulan benda impak. Prinsip ini digunakan pada Leeb Hardness Tester dengan satuan HL (Leeb Hardness).
- Indentation Hardness
Mengukur ketahanan terhadap penetrasi permanen akibat gaya tekan tertentu. Digunakan pada metode:
- Rockwell (HR)
- Brinell (HB)
- Vickers (HV)
- Knoop
- Webster (HW)
- Scratch Hardness
Mengukur ketahanan material terhadap goresan, seperti pada skala Mohs.
Dalam praktik industri, pengujian hardness berfungsi untuk:
- Verifikasi hasil heat treatment
- Kontrol mutu produksi
- Identifikasi material
- Evaluasi kekuatan mekanik
Portable Leeb Hardness Tester
Prinsip Kerja Leeb Hardness Tester
Leeb Hardness Tester bekerja berdasarkan prinsip pantulan (rebound principle). Nilai kekerasan dihitung dari rasio kecepatan benda impak sebelum dan sesudah menumbuk permukaan material.
Secara matematis:
HL = 1000 × (vr / vi)
di mana:
- vi = kecepatan saat mendekati permukaan
- vr = kecepatan setelah pantulan
Semakin keras material, semakin tinggi kecepatan pantulnya.
Tiga Fase Proses Pengujian
- Approach Phase
Benda impak dipercepat menuju permukaan uji menggunakan gaya pegas. - Impact Phase
Terjadi kontak langsung antara impak dan spesimen. Material mengalami deformasi elastis/plastis, dan energi sebagian diserap. - Rebound Phase
Benda impak memantul kembali dengan energi sisa.
Energi yang hilang akibat deformasi menjadi dasar perhitungan nilai kekerasan.

Aplikasi Leeb Hardness Tester
Leeb tester sangat ideal untuk benda kerja dengan berat di atas 5 kg dan tidak mudah dipindahkan, seperti:
- Cetakan (die cavity)
- Bearing besar
- Komponen mesin berat
- Struktur baja terpasang
- Poros besar
- Komponen cor (cast iron)
Selain membaca dalam skala HL, alat ini umumnya dapat mengonversi hasil ke:
- HRC / HRB / HRA
- HB
- HV
- HS
Kemampuan konversi ini memperluas fleksibilitas penggunaan di berbagai standar industri.

Tabel Tipe Alat Uji Kekerasan Leeb & Webster Tester Lingshang
| Tipe Produk | Fitur Utama | Skala & Pengukuran | Teknis Utama & Keterangan |
| LS256 Ultrasonic Hardness Tester | Pengujian mikro tanpa bekas; dua probe fleksibel | HV, HRC, HRB, HRA, HS, HL, HB | Ultrasonic Contact Impedance, hasil cepat <1s, daya uji 20N, layar IPS 240×240, baterai tahan >5000 tes |
| LS251D Leeb Hardness Tester | Probe tipe D, kompensasi arah otomatis | HL, HV, HB, HS, HRA, HRB, HRC | Akurasi ±6HL tipikal, display LCD, baterai 2×AA, cocok untuk baja & logam umum |
| LS252D Leeb Hardness Tester | Desain terintegrasi; Dual-coil tech | HL, HV, HB, HS, HRA, HRB, HRC | Akurasi ±6HL, ulang-ulang 6HL, kompensasi arah otomatis, USB charging |
| LS252DC Leeb Hardness Tester | Impact device DC (untuk ruang sempit) | HL, HV, HB, HS, HRA, HRB, HRC | Ultra kecil (48g), dual-coil, pengukuran sudut bebas, USB charging |
| LS252DL Leeb Hardness Tester | Impact device DL (alur/gigi) | HL, HV, HB, HS, HRA, HRB, HRC | Cocok untuk ruang sempit seperti alur/gear |
| LS252C Leeb Hardness Tester | Impact device C (komponen kecil/tipis) | HL, HV, HB, HS, HRA, HRB, HRC | Ideal untuk lapisan harden & komponen tipis |
| LS253 Multi-probe Leeb Hardness Tester | 4 jenis impact device (D, DL, DC, C) | HL, HV, HB, HS, HRA, HRB, HRC | Bluetooth APP, printer opsional, data besar |
| LS255 Webster Hardness Tester | Durometer digital untuk aluminium & logam ringan | HW dan beberapa skala lain | Display OLED digital, auto data lock, multi-skala, APP integrasi |
Keunggulan Leeb Hardness Tester Lingshang
Beberapa keunggulan utama:
- Desain portabel dan ringan
- Tidak perlu membawa sampel ke laboratorium
- Pengolahan sinyal digital langsung pada probe
- Deteksi otomatis tipe impact device
- Bisa digunakan pada berbagai sudut, termasuk posisi terbalik
- Cocok untuk ferrous dan non-ferrous metal
Pemilihan Impact Device pada Leeb Tester
| Tipe Impact | Aplikasi |
| D | Komponen logam umum |
| DC | Area sempit & lubang internal |
| DL | Alur sempit, flank gear |
| C | Komponen kecil, tipis, hardfacing |
Pemilihan impact device yang tepat akan memengaruhi akurasi dan repeatability pengukuran.
Handheld Webster Hardness Tester
Jika Leeb cocok untuk benda besar, maka Webster Hardness Tester dirancang untuk material berdinding tipis seperti aluminium profile dan sheet metal.
Prinsip Kerja Webster Hardness Tester
Webster tester menggunakan prinsip indentasi. Sebuah indenter baja keras ditekan ke permukaan material dengan gaya pegas standar.
Kedalaman penetrasi diukur, di mana:
0,01 mm = 1 unit Webster (HW)
Semakin kecil penetrasi, semakin tinggi nilai hardness.
Aplikasi Webster Hardness Tester
Webster sangat populer dalam industri aluminium dan logam ringan untuk:
- Inspeksi profil aluminium
- Verifikasi hasil aging treatment
- Pemeriksaan paduan aluminium
- QC produksi extrusion
- Identifikasi kondisi sebelum & sesudah heat treatment
- Inspeksi komponen panjang dan berat
Alat ini memungkinkan pengujian langsung tanpa pemotongan sampel.
Linshang Digital Webster Hardness Tester
Versi digital dari Webster tester menghadirkan peningkatan signifikan dibanding model analog.
Konstruksi & Teknologi
Webster digital dari Linshang Technology menggunakan teknologi sensor induksi arus eddy (eddy current induction) dengan:
- Sensor internal presisi tinggi
- Chip penyimpanan data
- Layar OLED dot matrix resolusi tinggi
Alat ini mampu menguji:
- Aluminium alloy
- Mild steel
- Brass
Dengan repeatability tinggi dan akurasi yang memenuhi standar metrologi nasional.
Keunggulan Digital Webster (Contoh: LS255)
- Layar Digital OLED
Menghindari kesalahan pembacaan akibat pengamatan skala analog.
- Automatic Data Lock
Nilai otomatis terkunci tanpa harus menahan tuas terus-menerus.
- Non-Disassembly Calibration
Kalibrasi bisa dilakukan tanpa membongkar unit.
- Multi Hardness Scale
Bisa berpindah bebas antara:
- HWA
- HRE
- HRF
- HRB
- HV
- HB
Tidak perlu tabel konversi manual.
- Penyimpanan Data
Dapat menyimpan hingga 9 hasil pengujian.
- Mobile APP
- Penyimpanan data masif
- Ekspor hasil
- Sharing laporan
Fitur ini sangat membantu untuk dokumentasi QC modern.
Cara Memilih Alat Uji Kekerasan yang Tepat
Gunakan Leeb Hardness Tester Jika:
- Benda kerja besar & berat
- Tidak bisa dipindahkan
- Dibutuhkan pengujian cepat di lapangan
- Material ferrous & non-ferrous besar
Gunakan Webster Hardness Tester Jika:
- Material tipis
- Profil aluminium
- Sheet metal
- Perlu inspeksi cepat di lini produksi
Memahami karakteristik material dan tujuan pengujian adalah kunci dalam menentukan alat yang sesuai.
Perbandingan Singkat Leeb vs Webster
| Parameter | Leeb | Webster |
| Prinsip | Rebound | Indentasi |
| Satuan | HL | HW |
| Cocok Untuk | Komponen besar | Material tipis |
| Portabilitas | Tinggi | Sangat tinggi |
| Konversi Skala | Banyak | Beberapa skala |
FAQ (Pertanyaan yang Sering Dicari ?)
- Apa perbedaan Leeb dan Webster Hardness Tester?
Leeb menggunakan metode pantulan (rebound), sedangkan Webster menggunakan metode indentasi penetrasi.
- Apakah Leeb Hardness Tester bisa mengukur aluminium?
Bisa, selama material cukup tebal dan memenuhi massa minimum untuk pengujian akurat.
- Webster Hardness digunakan untuk apa?
Umumnya untuk menguji profil aluminium, sheet metal, dan material berdinding tipis.
- Apakah hasil HL bisa dikonversi ke HRC?
Ya, sebagian besar Leeb tester menyediakan konversi otomatis ke HRC, HB, HV, dan skala lainnya.
- Apakah Webster Tester merusak material?
Tidak signifikan. Jejak indentasi sangat kecil dan umumnya dapat diabaikan.
- Kapan sebaiknya menggunakan Leeb dibanding Rockwell?
Saat benda kerja terlalu besar untuk mesin bench-top dan membutuhkan pengujian di lokasi.





