Perbedaan Ultrasonic Hardness Tester TIME5630 & TIME5631 Beserta Stand A531
Memilih alat penguji kekerasan logam tidak cukup hanya dengan melihat rentang pengukuran atau tingkat akurasi yang tercantum pada katalog. Dalam praktik inspeksi material, jenis probe, gaya pengujian, bentuk benda kerja, akses pengukuran, serta kestabilan posisi alat turut menentukan kualitas data yang diperoleh. Hal tersebut menjadi semakin penting ketika pengujian dilakukan pada pelat logam tipis, lapisan pengerasan permukaan, komponen mesin, poros, cetakan, maupun benda kerja dengan geometri yang tidak beraturan.
Untuk kebutuhan tersebut, teknologi Ultrasonic Contact Impedance (UCI) menjadi salah satu metode yang dapat dipertimbangkan. TIME Instruments menghadirkan beberapa konfigurasi alat penguji kekerasan ultrasonik, di antaranya TIME5630 Ultrasonic Hardness Tester dan TIME5631 Ultrasonic Hardness Tester Smart Probe. Keduanya memiliki prinsip pengujian UCI, tetapi menawarkan pendekatan pengoperasian dan sistem pengambilan data yang berbeda.
Selain kedua model tersebut, terdapat TIMEA531 Operation Stand yang berfungsi membantu menjaga kestabilan posisi probe selama pengukuran. Pengguna juga dapat mempertimbangkan Motorized UCI Probe TIME5630 apabila membutuhkan proses pembebanan yang berlangsung secara otomatis. Dengan memahami perbedaan tersebut, pemilihan perangkat dapat disesuaikan dengan karakteristik benda kerja dan prosedur inspeksi yang dijalankan.
1. Kebutuhan Pengujian Kekerasan Material di Industri
Dalam proses produksi dan pemeliharaan peralatan, pengujian kekerasan digunakan untuk mengetahui ketahanan permukaan material terhadap penetrasi atau deformasi akibat pembebanan. Data tersebut membantu bagian Quality Control (QC), Quality Assurance (QA), laboratorium material, dan tim maintenance mengevaluasi kualitas hasil perlakuan panas, konsistensi produksi, serta kondisi komponen yang digunakan dalam operasional.
Namun, tidak semua benda kerja dapat diperiksa menggunakan metode pengujian konvensional dengan cara yang sama. Komponen berdinding tipis, lapisan pengerasan yang relatif dangkal, permukaan melengkung, bagian mesin yang sudah terpasang, atau benda kerja bernilai tinggi membutuhkan pendekatan pengukuran yang lebih sesuai.
Penggunaan Ultrasonic Hardness Tester berbasis UCI menjadi salah satu alternatif untuk kebutuhan tersebut. Metode ini memungkinkan pemeriksaan kekerasan pada area yang relatif kecil dengan bekas indentasi yang lebih kecil dibandingkan beberapa metode konvensional, selama kondisi material dan prosedur pengujiannya sesuai.
Dalam kelompok produk TIME, TIME5630 dan TIME5631 menawarkan solusi pengukuran UCI dengan konfigurasi berbeda. Pemilihan di antara keduanya sebaiknya didasarkan pada kebutuhan gaya uji, sistem pengoperasian, pengelolaan data, dan karakteristik benda kerja.
2. Masalah yang Sering Dihadapi Saat Mengukur Kekerasan Logam
Beberapa kendala yang sering ditemui dalam pemeriksaan kekerasan material bukan hanya berasal dari keterbatasan alat, tetapi juga dari kondisi benda kerja dan cara operator melakukan pengukuran.
- Material berdinding tipis: benda kerja dengan ketebalan terbatas dapat mengalami pengaruh deformasi atau ketidakstabilan apabila metode pengujian dan penyangga sampel tidak sesuai.
- Lapisan pengerasan permukaan: pengukuran membutuhkan gaya uji yang sesuai dengan karakteristik dan kedalaman lapisan yang diperiksa.
- Area pengujian terbatas: komponen kecil, bagian sudut, poros, dan permukaan dengan bentuk tertentu tidak selalu mudah dijangkau.
- Perbedaan teknik operator: posisi probe, kestabilan, arah pembebanan, dan cara menempatkan alat dapat memengaruhi hasil.
- Dokumentasi inspeksi: perusahaan membutuhkan data hasil uji yang dapat disimpan, ditelusuri, dan dikaitkan dengan identitas benda kerja.
Oleh sebab itu, pemilihan hardness tester sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan kemampuan membaca nilai HV atau HRC. Sistem probe dan aksesori pendukung juga harus diperhitungkan sejak awal.
3. Penyebab Perbedaan Hasil Pengukuran Kekerasan
Pengujian kekerasan menggunakan metode UCI membutuhkan kontak antara indenter dan permukaan benda kerja. Kualitas hasil pengukuran dapat dipengaruhi oleh beberapa kondisi berikut:
- Permukaan benda kerja: kekasaran, kontaminasi, lapisan oksida, dan kondisi finishing dapat memengaruhi kontak pengujian.
- Ketebalan dan massa benda kerja: material yang terlalu tipis atau tidak ditopang dengan baik dapat memberikan respons pengukuran berbeda.
- Gaya pengujian: pemilihan 10 N, 20 N, 50 N, atau gaya lainnya harus sesuai dengan kebutuhan aplikasi dan kemampuan probe.
- Posisi probe: kontak yang tidak tegak lurus atau pergerakan selama pembebanan dapat menyebabkan variasi.
- Kalibrasi material: perbedaan sifat elastis material membutuhkan pengaturan dan kalibrasi yang sesuai.
- Kondisi lingkungan: getaran, temperatur, dan kestabilan area pengujian juga perlu diperhatikan.
Di sinilah TIMEA531 memiliki fungsi tersendiri. Stand ini membantu mengurangi variasi yang berasal dari cara operator memegang probe, terutama ketika pengujian dilakukan berulang pada benda kerja yang relatif kecil atau membutuhkan kestabilan posisi.
4. Dampak Kesalahan dalam Pengujian Kekerasan
Kesalahan pengukuran dapat menyebabkan keputusan inspeksi menjadi kurang tepat. Dalam industri manufaktur, hasil yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dapat memengaruhi keputusan penerimaan produk, evaluasi perlakuan panas, pemeriksaan komponen, hingga penentuan tindakan perbaikan.
Apabila hasil pengukuran antaroperator memiliki variasi yang besar, proses evaluasi kualitas menjadi lebih sulit. Perusahaan juga dapat menghabiskan waktu untuk mengulang pengujian, memeriksa ulang sampel, atau melakukan investigasi terhadap penyebab perbedaan hasil.
Karena itu, penggunaan instrumen yang tepat perlu disertai metode pengujian yang konsisten. Pemilihan probe, penggunaan stand, kalibrasi, kondisi permukaan, serta prosedur pengambilan data merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan.
5. Data yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih Ultrasonic Hardness Tester
Sebelum menentukan TIME5630 atau TIME5631, ada beberapa parameter teknis yang sebaiknya diperiksa.
| Parameter | Hal yang Perlu Dipertimbangkan |
|---|---|
| Jenis material | Baja, baja cor, baja perkakas, stainless steel, aluminium, tembaga, atau material lain. |
| Ketebalan benda kerja | Ketebalan aktual, massa, bentuk, dan kondisi penyangga material. |
| Gaya pengujian | Kesesuaian gaya 10 N, 20 N, 50 N, atau probe khusus. |
| Rentang kekerasan | Nilai kekerasan material dan skala yang dibutuhkan dalam laporan. |
| Ukuran area pengujian | Diameter area, bentuk permukaan, dan akses terhadap titik pengukuran. |
| Frekuensi pengujian | Pengujian sesekali, pemeriksaan rutin, atau inspeksi berulang dalam jumlah besar. |
| Dokumentasi | Penyimpanan lokal, smartphone, pencatatan foto, lokasi, dan pelaporan. |
| Stabilitas pengujian | Apakah pengukuran manual sudah memadai atau membutuhkan operation stand. |
Informasi tersebut membantu menentukan apakah pengguna lebih membutuhkan fleksibilitas pilihan gaya uji seperti TIME5630 atau sistem smart probe dan dokumentasi digital seperti TIME5631.
6. Mengenal Ultrasonic Contact Impedance (UCI)
Ultrasonic Contact Impedance atau UCI merupakan metode pengujian kekerasan yang menggunakan prinsip perubahan impedansi kontak pada resonator ultrasonik ketika indenter menekan permukaan material.
Probe UCI umumnya menggunakan indenter berbentuk piramida intan Vickers yang terpasang pada sistem resonator. Ketika indenter bersentuhan dengan benda kerja dan diberikan beban tertentu, luas kontak antara indenter dan material memengaruhi frekuensi resonansi sistem. Perubahan tersebut kemudian digunakan untuk menentukan nilai kekerasan material.
Berbeda dengan metode Leeb yang mengukur respons pantulan benda tumbuk, UCI mengandalkan perubahan karakteristik resonansi akibat kontak indentasi. Karena itu, UCI dapat digunakan untuk pengukuran pada area yang relatif kecil, komponen tipis, serta lapisan pengerasan permukaan dengan memperhatikan ketentuan material dan prosedur pengujian.
Walaupun sering disebut metode non-destruktif, UCI tetap menghasilkan indentasi pada permukaan. Ukuran bekas pengujian relatif kecil, tetapi bukan berarti permukaan sama sekali tidak mengalami perubahan. Tingkat bekas indentasi bergantung pada gaya uji, kondisi material, dan geometri indenter.
Hasil UCI juga dipengaruhi oleh sifat elastis material. Oleh karena itu, kalibrasi atau penyesuaian terhadap jenis material yang diuji menjadi bagian penting untuk mendapatkan hasil yang dapat dipercaya.
7. Perbedaan TIME5630 dan TIME5631 Ultrasonic Hardness Tester
Perbedaan utama kedua model terletak pada desain perangkat, konfigurasi probe, pilihan gaya pengujian, sistem pengoperasian, dan pengelolaan data. Keduanya memiliki rentang pengukuran dasar yang serupa, tetapi tidak ditujukan untuk pola kerja yang sepenuhnya sama.
Tabel Perbandingan Spesifikasi TIME5630 vs TIME5631
| Parameter | TIME5630 | TIME5631 |
|---|---|---|
| Jenis perangkat | Ultrasonic Hardness Tester | Ultrasonic Hardness Tester Smart Probe |
| Prinsip pengujian | Ultrasonic Contact Impedance (UCI) | Ultrasonic Contact Impedance (UCI) |
| Sistem probe | Probe manual terhubung ke unit utama | Smart probe terhubung ke industrial smartphone |
| Gaya pengujian | 10 N, 20 N, 50 N | 10 N |
| Rentang HV | 80–1400 HV | 80–1400 HV |
| Rentang HB | 76–618 HB | 76–618 HB |
| Rentang HRC | 20,3–68 HRC | 20,3–68 HRC |
| Rentang HRB | 41–105 HRB | 41–105 HRB |
| Akurasi pengukuran | ±4% (<500 HV); ±5% (500–800 HV); ±6% (>800 HV) | ±4% (<500 HV); ±5% (500–800 HV); ±6% (>800 HV) |
| Repeatability | 8% (<250 HV); 6% (≥250 HV) | 8% (<250 HV); 6% (≥250 HV) |
| Indenter | Vickers Diamond Indenter | Vickers Diamond Indenter |
| Resolusi | Mengikuti konfigurasi dan tampilan unit | 1 HV (smart probe) |
| Pengolahan data | Unit utama dengan penyimpanan SD Card 8 GB | Industrial smartphone, penyimpanan lokal dan dukungan cloud |
| Konektivitas | Kabel probe ke unit utama | Bluetooth antara probe dan smartphone |
| Catu daya | Baterai lithium-ion isi ulang | 2 baterai AA |
| Waktu operasi | Lebih dari 30 jam | Minimal 24 jam secara kontinu |
| Dimensi perangkat | 170 × 75 × 40 mm | 175 × 85 × 55 mm |
| Berat perangkat | Sekitar 500 gram | Sekitar 220 gram (smart probe) |
| Tampilan | LCD warna 3,5 inci pada unit utama | Layar industrial smartphone |
| Operation Stand | TIMEA531 sebagai aksesori opsional yang direkomendasikan | Tercantum sebagai aksesori opsional; kompatibilitas pemasangan perlu dikonfirmasi |
Catatan: Rentang dan akurasi di atas merupakan spesifikasi katalog produk. Hasil aktual dapat dipengaruhi oleh material, kondisi permukaan, kalibrasi, gaya uji, serta prosedur pengukuran. Berat TIME5631 pada tabel mengacu pada smart probe, bukan keseluruhan paket smartphone dan aksesori.
Perbedaan dari Sisi Pengoperasian
TIME5630 lebih menonjol pada fleksibilitas pilihan gaya pengujian. Tersedianya probe 10 N, 20 N, dan 50 N memungkinkan pengguna menyesuaikan konfigurasi terhadap kebutuhan inspeksi. Sistem unit utama menyediakan layar LCD warna 3,5 inci, pengaturan batas atas dan bawah, tampilan statistik hasil pengukuran, serta penyimpanan menggunakan SD Card 8 GB.
TIME5631 menawarkan pendekatan berbeda melalui smart probe yang terhubung secara Bluetooth ke industrial smartphone. Hasil pengujian ditampilkan pada smartphone dan dapat dilengkapi informasi pendukung seperti foto, video, lokasi GPS, dan catatan pemeriksaan. Sistem ini lebih sesuai untuk pekerjaan yang mengutamakan mobilitas dan dokumentasi digital.
Dengan demikian, perbedaan kedua model bukan terletak pada satu model yang selalu lebih akurat daripada model lainnya. Berdasarkan spesifikasi yang tersedia, rentang dan kelas akurasi dasarnya serupa. Pertimbangan utamanya justru terletak pada kebutuhan gaya uji dan sistem pengelolaan data.
8. TIME5630 Ultrasonic Hardness Tester: Fleksibilitas Pilihan Gaya Uji
TIME5630 dirancang untuk pengujian kekerasan material dengan sistem probe yang terhubung ke unit utama. Salah satu keunggulan konfigurasi ini adalah tersedianya pilihan gaya pengujian 10 N, 20 N, dan 50 N melalui probe yang sesuai.
Pilihan gaya tersebut memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan metode pengukuran dengan karakteristik benda kerja. Misalnya, pemeriksaan pada komponen dengan lapisan pengerasan tertentu dapat membutuhkan pertimbangan gaya uji yang berbeda dibandingkan pengujian pada material yang lebih tebal.
TIME5630 juga dilengkapi layar warna 3,5 inci, memori SD Card 8 GB, pengaturan batas pengukuran, serta kemampuan menampilkan nilai maksimum, minimum, rata-rata, simpangan baku, dan jumlah pengujian. Baterai lithium-ion isi ulang mendukung waktu kerja lebih dari 30 jam berdasarkan spesifikasi produk.
Dalam aplikasi lapangan, model ini dapat dipertimbangkan untuk pemeriksaan pelat, poros, roda, bagian turbin, komponen mesin, cetakan, dan lapisan pengerasan permukaan. Untuk pengukuran yang membutuhkan kestabilan posisi lebih baik, TIME5630 dapat dipadukan dengan TIMEA531 sesuai konfigurasi yang direkomendasikan.

Informasi spesifikasi lengkap dapat dilihat pada halaman TIME5630 Ultrasonic Hardness Tester.
9. TIME5631 Ultrasonic Hardness Tester Smart Probe: Fleksibilitas dan Dokumentasi Digital
TIME5631 menggunakan konsep smart probe yang menghubungkan perangkat pengukuran dengan industrial smartphone melalui Bluetooth. Konfigurasi ini memberikan pendekatan yang lebih praktis bagi teknisi yang membutuhkan tampilan hasil dan pencatatan data dalam satu sistem kerja digital.
Dengan gaya uji standar 10 N, TIME5631 memiliki rentang pengukuran dasar 80–1400 HV, 76–618 HB, 20,3–68 HRC, dan 41–105 HRB. Probe menggunakan Vickers diamond indenter dengan resolusi 1 HV berdasarkan informasi produk.
Keunggulan yang paling terlihat adalah kemampuan dokumentasi. Selain nilai kekerasan, pengguna dapat menambahkan foto, video, lokasi GPS, dan catatan teknis pada data pemeriksaan. Data dapat dikelola melalui penyimpanan smartphone serta dukungan penyimpanan cloud sesuai konfigurasi perangkat dan layanan yang digunakan.
Perangkat smart probe memiliki bobot sekitar 220 gram dan menggunakan dua baterai AA dengan waktu operasi kontinu minimal 24 jam. Hal ini mendukung mobilitas teknisi ketika harus melakukan inspeksi pada banyak titik atau berpindah-pindah lokasi pemeriksaan.
TIME5631 dapat dipertimbangkan oleh perusahaan yang mengutamakan pencatatan digital, dokumentasi lapangan, serta kemudahan pengelolaan informasi hasil pengukuran.

Pelajari informasi lebih lanjut pada halaman TIME5631 Ultrasonic Hardness Tester Smart Probe.
10. Fungsi TIMEA531 Operation Stand untuk Ultrasonic Hardness Tester
Dalam pengukuran UCI secara manual, operator harus menjaga posisi probe tetap stabil, memastikan kontak sesuai, dan mengendalikan gerakan selama proses pembebanan. Pada pengujian berulang, terutama untuk kebutuhan laboratorium dan quality control, ketergantungan terhadap kestabilan tangan operator dapat menjadi salah satu sumber variasi.
TIMEA531 Operation Stand dirancang sebagai dudukan operasi untuk membantu menjaga posisi probe selama pengujian. Tinggi probe dapat disesuaikan sehingga benda kerja dengan ukuran berbeda dapat ditempatkan pada area pengukuran yang sesuai.
Penggunaan stand membantu mengurangi pengaruh faktor manusia dan meningkatkan kestabilan pengukuran. Namun, stand bukan alat kalibrasi dan tidak secara otomatis menghilangkan seluruh sumber kesalahan pengujian. Kondisi permukaan, penyanggaan benda kerja, pemilihan gaya uji, serta prosedur pengujian tetap harus diperhatikan.
Spesifikasi TIMEA531 Operation Stand
| Parameter | Spesifikasi |
|---|---|
| Model | TIMEA531 |
| Jenis perangkat | Operation Stand / Dudukan Operasi |
| Kompatibilitas utama menurut katalog pabrikan | TIME5630 Ultrasonic Hardness Tester |
| Lifting Height | 180 mm |
| Dimensi | 300 × 200 × 415 mm |
| Berat | 9,4 kg |
| Standard Delivery | Operation Stand 1 unit dan Clamping Sleeve 1 unit |
Mengapa Menggunakan Stand TIMEA531?
- Menjaga kestabilan posisi probe: membantu mempertahankan posisi pengukuran ketika probe ditempatkan pada benda kerja.
- Mengurangi variasi operator: mengurangi ketergantungan pada kestabilan tangan ketika pengujian dilakukan secara berulang.
- Penyesuaian ketinggian: lifting height hingga 180 mm memberikan ruang penyesuaian terhadap ukuran benda kerja.
- Mendukung pengujian berulang: bermanfaat untuk pekerjaan inspeksi dan pemeriksaan komparatif pada area kerja yang stabil.
- Mempermudah prosedur kerja: membantu operator menjaga posisi probe tanpa harus terus-menerus memegangnya secara manual.
TIMEA531 merupakan aksesori yang layak dipertimbangkan ketika TIME5630 digunakan untuk pengukuran rutin dan konsistensi penempatan probe menjadi perhatian utama.

Informasi produk tersedia pada halaman Stand Dudukan Operasi TIMEA531.
11. Perbedaan TIMEA531 Operation Stand dan Motorized UCI Probe TIME5630
Kedua aksesori ini sering kali dianggap memiliki fungsi yang sama karena sama-sama membantu kestabilan pengukuran. Padahal, prinsip kerjanya berbeda.
TIMEA531 merupakan dudukan mekanis yang membantu menjaga posisi probe. Sementara itu, Motorized UCI Probe TIME5630 merupakan probe dengan sistem pembebanan otomatis yang menjalankan tahapan loading, holding, dan unloading secara otomatis.
| Parameter | TIMEA531 Stand | Motorized UCI Probe |
|---|---|---|
| Fungsi utama | Menjaga posisi dan kestabilan probe | Mengotomatisasi proses pembebanan pengujian |
| Sistem kerja | Dudukan operasi mekanis | Motorized / otomatis |
| Gaya uji | Mengikuti probe yang digunakan | 3 N |
| Proses pembebanan | Mengikuti mekanisme probe yang terpasang | Loading, holding, unloading otomatis |
| Holding time | Tidak mengatur waktu pembebanan probe | Dapat diatur 1–5 detik |
| Kecepatan pengukuran | Mengikuti probe dan prosedur pengujian | Sekitar 2 detik berdasarkan spesifikasi produk |
| Karakteristik penggunaan | Membantu kestabilan posisi | Membantu konsistensi siklus pembebanan |
Motorized UCI Probe TIME5630 memiliki gaya uji 3 N, magnetic base untuk benda kerja bermagnetis, bantalan pelindung permukaan, serta opsi small hole base untuk akses area sempit. Probe ini ditujukan bagi aplikasi yang membutuhkan indentasi sangat kecil dan proses pengujian otomatis.

Perlu diperhatikan bahwa motorized probe bukan pengganti langsung TIMEA531. Pemilihannya harus disesuaikan dengan kebutuhan pengujian dan konfigurasi unit utama. Untuk melihat detail aksesori tersebut, kunjungi Probe Motorized UCI Hardness Tester TIME5630.
12. Bagaimana Memilih TIME5630, TIME5631, atau TIMEA531?
Setiap konfigurasi memiliki kelebihan sesuai kebutuhan pemeriksaan. Berikut pertimbangan pemilihannya berdasarkan situasi kerja.
Pilih TIME5630 Jika Membutuhkan:
- Pilihan gaya pengujian 10 N, 20 N, dan 50 N.
- Unit utama dengan layar LCD warna 3,5 inci.
- Penyimpanan data melalui SD Card 8 GB.
- Statistik pengukuran dan pengaturan batas atas maupun bawah.
- Fleksibilitas menggunakan probe manual yang sesuai dengan kebutuhan aplikasi.
- Opsi penggunaan Operation Stand TIMEA531 untuk membantu kestabilan pengujian.
Pilih TIME5631 Jika Membutuhkan:
- Sistem smart probe dengan koneksi Bluetooth.
- Tampilan hasil pengukuran melalui industrial smartphone.
- Dokumentasi inspeksi dengan foto, video, GPS, dan catatan teknis.
- Mobilitas tinggi dan perangkat probe yang ringan.
- Pengelolaan data digital untuk kebutuhan pemeriksaan lapangan.
- Gaya uji standar 10 N sudah sesuai dengan kebutuhan pengujian.
Pertimbangkan TIMEA531 Jika Membutuhkan:
- Posisi probe yang lebih stabil ketika melakukan pengukuran.
- Pengujian berulang pada benda kerja yang dapat ditempatkan di bawah stand.
- Pengurangan variasi akibat kestabilan tangan operator.
- Penyesuaian ketinggian hingga 180 mm.
- Konfigurasi TIME5630 dengan operation stand yang direkomendasikan pabrikan.
Pertimbangkan Motorized UCI Probe Jika Membutuhkan:
- Gaya uji 3 N dengan indentasi sangat kecil.
- Proses pembebanan otomatis.
- Pengaturan holding time 1–5 detik.
- Pengujian dengan siklus yang lebih terkontrol.
- Aplikasi yang memerlukan pengukuran cepat dan akses ke area tertentu.
Pada akhirnya, pemilihan tidak harus didasarkan pada model terbaru atau fitur yang paling banyak. Alat yang tepat adalah alat yang sesuai dengan material, prosedur inspeksi, gaya uji, bentuk benda kerja, dan kebutuhan dokumentasi perusahaan.
13. Cara Penggunaan Ultrasonic Hardness Tester TIME
Untuk mendapatkan hasil pengukuran yang lebih konsisten, operator perlu memperhatikan beberapa tahapan berikut. Prosedur detail tetap harus mengikuti buku manual dan konfigurasi probe yang digunakan.
1. Persiapkan Benda Kerja
Pastikan permukaan pengujian bersih dari minyak, debu, karat, dan kotoran yang dapat mengganggu kontak indenter. Jika diperlukan, lakukan persiapan permukaan sesuai prosedur pengujian tanpa mengubah karakteristik lapisan yang ingin diperiksa.
2. Periksa Kondisi Perangkat
Pastikan unit utama atau smartphone memiliki daya yang cukup. Periksa kondisi probe, kabel atau koneksi Bluetooth, indenter, serta aksesori yang digunakan.
3. Pilih Konfigurasi Pengujian
Untuk TIME5630, gunakan probe dan gaya uji yang sesuai dengan kebutuhan. Untuk TIME5631, pastikan smart probe sudah terhubung dengan industrial smartphone. Perhatikan pula skala kekerasan yang dibutuhkan.
4. Lakukan Kalibrasi atau Verifikasi
Gunakan standard hardness block yang sesuai untuk memeriksa kondisi pengukuran. Apabila material yang diuji memiliki karakteristik berbeda, lakukan penyesuaian atau kalibrasi material sesuai instruksi manual.
5. Tempatkan Probe pada Permukaan
Pastikan probe ditempatkan pada titik pengujian yang benar dan tegak lurus terhadap permukaan sesuai ketentuan alat. Hindari permukaan yang terlalu dekat dengan tepi atau bekas indentasi sebelumnya.
6. Lakukan Pengukuran
Berikan pembebanan sesuai mekanisme probe. Jangan menggerakkan atau memiringkan probe selama proses pengukuran. Apabila menggunakan TIMEA531, pastikan benda kerja dan stand berada pada posisi yang stabil.
7. Catat dan Evaluasi Hasil
Lakukan beberapa pengukuran pada titik yang representatif sesuai prosedur inspeksi. Evaluasi nilai rata-rata, rentang hasil, serta penyimpangan pengukuran. Simpan data melalui SD Card pada TIME5630 atau sistem dokumentasi smartphone pada TIME5631.
8. Periksa Kembali Kondisi Perangkat
Setelah selesai, bersihkan bagian probe sesuai petunjuk pabrikan, pasang pelindung, dan simpan perangkat di tempat yang aman. Hindari benturan pada bagian indenter karena komponen tersebut merupakan bagian penting dalam sistem pengukuran.
14. FAQ – Pertanyaan yang Sering Dicari tentang TIME5630, TIME5631, dan TIMEA531
1. Apa perbedaan utama TIME5630 dan TIME5631?
TIME5630 menggunakan unit utama dengan probe manual dan menyediakan pilihan gaya uji 10 N, 20 N, serta 50 N. TIME5631 menggunakan smart probe 10 N yang terhubung melalui Bluetooth ke industrial smartphone untuk menampilkan dan mendokumentasikan hasil pengujian.
2. Apakah TIME5630 lebih akurat daripada TIME5631?
Berdasarkan spesifikasi produk, keduanya memiliki kelas akurasi yang sama, yaitu ±4% untuk pengukuran di bawah 500 HV, ±5% pada 500–800 HV, dan ±6% di atas 800 HV. Perbedaan pemilihan lebih berkaitan dengan gaya uji, konfigurasi perangkat, serta kebutuhan dokumentasi.
3. Apa fungsi TIMEA531 pada Ultrasonic Hardness Tester?
TIMEA531 merupakan operation stand untuk membantu menjaga posisi probe selama pengujian. Dudukan ini membantu mengurangi variasi akibat gerakan tangan operator dan mendukung pengukuran berulang yang lebih stabil.
4. Apakah TIMEA531 bisa digunakan untuk TIME5630?
Ya. TIMEA531 merupakan aksesori operation stand yang dirancang untuk TIME5630. Stand memiliki lifting height 180 mm, dimensi 300 × 200 × 415 mm, dan berat 9,4 kg.
5. Apakah TIMEA531 bisa digunakan untuk TIME5631?
Halaman produk TIME5631 mencantumkan TIMEA531 sebagai aksesori opsional. Namun, referensi katalog pabrikan secara khusus menyebutkan kompatibilitas stand tersebut dengan TIME5630. Konfirmasi kompatibilitas mekanis dan pemasangan perlu dilakukan sebelum pembelian untuk TIME5631.
6. Apa perbedaan Operation Stand A531 dengan Motorized UCI Probe?
TIMEA531 berfungsi sebagai dudukan untuk membantu kestabilan posisi probe. Motorized UCI Probe merupakan probe yang menjalankan proses pembebanan secara otomatis, dengan gaya uji 3 N dan holding time 1–5 detik. Keduanya memiliki fungsi teknis yang berbeda.
7. Apakah TIME5630 dan TIME5631 dapat mengukur kekerasan baja dan stainless steel?
Keduanya dapat digunakan untuk pengujian material logam sesuai kemampuan dan prosedur UCI. Namun, jenis material harus dipilih atau dikalibrasi dengan benar karena karakteristik elastis material dapat memengaruhi hasil pengukuran.
8. Apakah Ultrasonic Hardness Tester dapat digunakan untuk mengukur logam tipis?
Ya, metode UCI dapat digunakan untuk pemeriksaan material tipis selama ketebalan, massa, kondisi penyangga, dan parameter pengujian memenuhi ketentuan. TIME5630 pada informasi produknya mencantumkan aplikasi benda kerja dengan ketebalan minimal 3 mm. Untuk TIME5631, batas aplikasi harus mengikuti manual dan rekomendasi pabrikan.
9. Apa satuan pengukuran yang didukung TIME5630 dan TIME5631?
Keduanya mendukung skala kekerasan Vickers (HV), Brinell (HB), Rockwell C (HRC), dan Rockwell B (HRB), dengan rentang konversi sesuai spesifikasi perangkat. Konversi skala tidak selalu identik dengan pengujian langsung menggunakan metode Rockwell atau Brinell.
10. Apakah hasil pengujian TIME5631 dapat disimpan secara digital?
Ya. TIME5631 menggunakan industrial smartphone sebagai perangkat tampilan dan pengelolaan data. Hasil pengujian dapat dilengkapi informasi pendukung berupa foto, video, lokasi GPS, serta catatan teknis sesuai fitur perangkat lunaknya.
11. Apakah UCI Hardness Tester merusak permukaan benda kerja?
UCI menggunakan indentasi melalui indenter intan sehingga tetap menghasilkan bekas kontak pada permukaan. Namun, ukuran bekasnya relatif kecil dan dapat diminimalkan melalui pemilihan gaya uji yang sesuai. Motorized UCI Probe 3 N ditujukan untuk aplikasi yang membutuhkan indentasi sangat kecil.
12. Di mana membeli Ultrasonic Hardness Tester TIME5630 dan TIME5631 di Indonesia?
TIME5630, TIME5631, TIMEA531 Operation Stand, dan aksesori UCI lainnya dapat dikonsultasikan melalui PENGUJI.COM untuk mendapatkan informasi spesifikasi, konfigurasi, penawaran harga, dan dukungan teknis sesuai kebutuhan pengujian.
15. Kesimpulan: Menentukan Konfigurasi UCI Hardness Tester yang Tepat
TIME5630 dan TIME5631 merupakan dua pilihan Ultrasonic Hardness Tester berbasis UCI yang menawarkan kemampuan pengukuran kekerasan dengan rentang dan kelas akurasi dasar yang serupa. Perbedaannya terletak pada sistem pengoperasian dan kebutuhan pengguna.
TIME5630 lebih sesuai dipertimbangkan ketika pengguna membutuhkan fleksibilitas pilihan gaya uji 10 N, 20 N, dan 50 N, unit utama dengan LCD, serta penyimpanan data melalui SD Card. TIME5631 lebih menarik untuk kebutuhan pengukuran yang mengutamakan smart probe Bluetooth, mobilitas, dan dokumentasi digital melalui smartphone.
Sementara itu, TIMEA531 berperan sebagai operation stand yang membantu menjaga kestabilan probe. Untuk kebutuhan yang lebih khusus, Motorized UCI Probe TIME5630 menawarkan sistem pembebanan otomatis dengan gaya uji 3 N.
Memilih konfigurasi yang tepat berarti mempertimbangkan bukan hanya spesifikasi alat, tetapi juga jenis material, ketebalan benda kerja, gaya pengujian, frekuensi inspeksi, dan kebutuhan dokumentasi. Dengan pendekatan tersebut, proses pemeriksaan kekerasan dapat berjalan lebih terarah dan data yang dihasilkan lebih bermanfaat untuk pengambilan keputusan kualitas.
Jika perusahaan Anda sedang mencari Ultrasonic Hardness Tester untuk kebutuhan manufaktur, laboratorium, inspeksi material, atau quality control, PENGUJI.COM siap membantu memberikan informasi produk dan konsultasi pemilihan konfigurasi TIME yang sesuai dengan aplikasi pengujian.
Pelajari produk terkait:
- TIME5630 Ultrasonic Hardness Tester
- TIME5631 Ultrasonic Hardness Tester Smart Probe
- TIMEA531 Operation Stand
- Motorized UCI Probe TIME5630
PENGUJI.COM – Distributor alat ukur dan alat uji di Indonesia, menyediakan solusi pengujian material untuk kebutuhan industri, laboratorium, dan inspeksi kualitas.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dari insinyur atau tenaga Ahli NDT bersertifikat. Selalu rujuk pada spesifikasi teknis produk dan standar industri yang berlaku untuk aplikasi spesifik Anda





