Ultraviolet (UV) Light Meter, sering juga disebut UV meter, UV radiometer, UV intensity meter, adalah instrumen presisi yang dirancang untuk mengukur intensitas radiasi sinar ultraviolet. Alat ini berperan penting dalam memastikan efisiensi, keamanan, dan kepatuhan terhadap standar paparan UV di berbagai industri, mulai dari kesehatan, manufaktur, penelitian, hingga monitoring lingkungan.
Namun, dengan banyaknya jenis dan fitur yang tersedia, bagaimana cara memilih UV Light Meter yang tepat untuk kebutuhan Anda? Berikut jenis-jenis UV Light Meter, faktor yang perlu dipertimbangkan, kisaran harga, hingga aplikasinya di industri.

- Jenis-Jenis UV Light Meter
UV Light Meter diklasifikasikan berdasarkan panjang gelombang UV dan sumber cahaya yang diukur.
- Berdasarkan Panjang Gelombang
-
- UVA (315–400 nm) → digunakan untuk UV curing, inspeksi nondestruktif, phototherapy, dan proses industri.
- UVB (280–315 nm) → banyak dipakai pada penelitian biologi, pertumbuhan tanaman, hingga terapi medis.
- UVC (200–280 nm) → paling umum di sterilisasi medis, germicidal lamp, dan desinfeksi air/udara.
- Blue Light (410–490 nm) → digunakan dalam fototerapi dan aplikasi kesehatan tertentu.
- Berdasarkan Sumber Cahaya
-
- Lampu Merkuri Tekanan Tinggi (High Pressure Mercury Lamp)
Cocok untuk industri percetakan, coating, dan aging test. - UV LED (365nm, 385nm, 395nm, 405nm, dll.)
Populer di UV curing modern, elektronik, nail art, dan pencetakan 3D. - Lampu Germicidal (254nm, 222nm, dll.)
Digunakan di rumah sakit, laboratorium, hingga fasilitas publik.
- Lampu Merkuri Tekanan Tinggi (High Pressure Mercury Lamp)
- UV Light Meter vs. UV Energy Meter
Banyak orang keliru membedakan dua instrumen ini.
| Perbandingan | UV Light Meter | UV Energy Meter |
| Jenis Ukur | Intensitas sesaat (mW/cm²) | Energi total terakumulasi (mJ/cm²) + intensitas |
| Aplikasi | Sterilisasi, monitoring lingkungan, keselamatan kerja | UV curing, industri printing, coating |
| Data | Hanya nilai real-time | Rekam energi + kurva waktu |
| Contoh | Mengukur efektivitas lampu UVC rumah sakit | Memastikan hasil curing cat/adhesive di pabrik |
👉 Singkatnya:
- Gunakan UV Light Meter bila Anda butuh memantau paparan instan.
- Gunakan UV Energy Meter bila proses butuh akumulasi energi UV untuk curing/produksi.
- Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih UV Light Meter
- Jenis Sumber UV
Pastikan meter sesuai dengan panjang gelombang lampu (UVA, UVB, UVC, LED, atau merkuri). - Akurasi & Sensitivitas
Semakin tinggi sensitivitas, semakin mahal harganya—tetapi vital untuk aplikasi medis dan riset. - Fitur Tambahan
- Display digital untuk kemudahan baca
- Data logging / PC software untuk analisis lebih lanjut
- Portabilitas & daya tahan jika digunakan di lapangan
- Lingkungan Penggunaan
- Medis: butuh akurasi tinggi & kalibrasi
- Industri: butuh daya tahan & rentang luas
- Laboratorium: perlu multigelombang & data logging
- Harga
- Basic UV Light Meter: Rp 5–10 juta
- Multifungsi dengan logging: Rp 15–30 juta
- UV Energy Meter industri: Rp 30–80 juta ke atas
- Contoh Produk UV Light Meter (Referensi Linshang)
Berikut tabel ringkas beberapa model UV Light Meter sebagai ilustrasi perbandingan:
| Model | Spektrum Respon | Aplikasi Utama | Fitur |
| LS126C | 230–280 nm | UVC Germicidal Lamp (254nm) | PC software, probe terpisah |
| LS127C | 230–280 nm | UVC Lamp 254nm | Probe terintegrasi |
| LS125 + UVC-X2 Probe | 210–250 nm | Germicidal Lamp 222nm | Presisi tinggi |
| LS125 + UVA-X0 Probe | 315–400 nm | High Pressure Mercury Lamp | Cocok untuk curing & aging test |
| LS125 + UVALED-X1 Probe | 340–420 nm | UV LED Point Source | Portabel, fleksibel |
| LS129-UVC Online | 230–280 nm | Monitoring UVC Lamp 254nm | Monitoring online, jangka panjang |
- Aplikasi UV Light Meter di Industri
- Kesehatan & Medis
- Mengecek efektivitas lampu UVC untuk sterilisasi ruang operasi.
- Mengatur dosis UV pada phototherapy.
- Industri & Manufaktur
- UV curing untuk cat, tinta, resin.
- Pengendalian kualitas pada proses PCB, plastik, hingga otomotif.
- Lingkungan & Penelitian
- Monitoring radiasi UV matahari.
- Studi fotodegradasi material.
- Layanan Publik
- Validasi lampu disinfeksi air & udara.
- Sterilisasi fasilitas publik (rumah sakit, transportasi).
- Infografis Tabel Ringkas Pemilihan UV Light Meter
| Jenis Sumber UV | Panjang Gelombang | Alat yang Disarankan | Industri |
| Germicidal Lamp 254nm | UVC (230–280nm) | LS126C / LS127C | Rumah sakit, lab sterilisasi |
| Germicidal Lamp 222nm | UVC (210–250nm) | LS125 + UVC-X2 Probe | Medis, desinfeksi modern |
| UV LED 365–405nm | UVA/Blue Light | LS125 + UVALED Probe | Curing, nail art, 3D printing |
| Mercury Lamp 365nm | UVA | LS125 + UVA-X0 Probe | Industri coating, aging test |
| Sunlight | UVA + UVB | LS125 + UVA/UVB Probe | Environmental monitoring |
Memilih UV Light Meter terbaik tidak bisa dilakukan asal-asalan. Anda perlu memahami jenis sinar UV, aplikasi industri, fitur yang dibutuhkan, hingga budget.
- Untuk sterilisasi medis, pilih UVC meter dengan akurasi tinggi.
- Untuk industri curing & manufaktur, gunakan UV Energy Meter yang bisa merekam energi akumulatif.
- Untuk penelitian & monitoring, pastikan memilih meter yang mendukung multigelombang & data logging.
Dengan memahami panduan ini, Anda dapat menentukan perangkat yang tepat, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan industri Anda.
Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat edukatif dan tidak menggantikan nasihat dari insinyur atau inspektur UV Light Meters bersertifikat. Selalu rujuk pada spesifikasi teknis produk dan standar industri yang berlaku untuk aplikasi spesifik Anda.






